Friday, June 07, 2013

Problem Bikin Kalut!!


PERINGATAN!!
Ini postingan (-_-lebih ke curhatan sih,hahah) gue di kala gue lagi kalut, jadi buat yang  gak sengaja masuk ke sini jangan di baca nanti pikiran lo ikutan kalut, hahah. Serius.


Hari ini pikiran gue kalut, kalau diibaratin nih ya, udah mirip benang kusut sekusut-kusutnya, kusutnya kebangetan. Banyak hal yang gue pikirin yang membuat gue kaya orang stress!! (-_-gak deh, gak separah itu) mulai dari tugas akhir gue yang jalan di tempat, kewajiban gue yang harus segera selesai kuliah, keluarga, biaya, kerjaan, teman dan hati. Yap, complicated. Mirisnya gue rasa gak ada yang peduli sama gue, gue hidup sendiri, gak ada tempat  buat gue ngadu, cerita berbagai masalah yang gue hadepin, ya gue butuh seorang yang bisa bertukar pikiran dengan gue.Bagaimanapun dua kepala lebih baik dibanding satu kepala bukan?


Kata orang kalau yang namanya masalah itu dihadapi jangan terlalu dipikirin. Itu kan kata orang, kalau kata gue? Beda lagi.  Gue akuin gue ini seorang pemikir, setiap apa yang bakal gue lakuin gue selalu mikir dulu, kelebihannya apa, kekurangannya apa, hambatannya bakal seperti apa, disebut detail mungkin iya. Ketika gue tahu hambatan apa yang bakal gue hadapi berdasarkan pemikiran gue, gue ngedown, nyerah dan diam. Terus mikir lagi. Gue itu membuat masalah yang sebenarnya biasa menjadi ribet, ya seperti itu.  Kadang gue pengen hidup gue kaya orang lain, yang hidupnya santai, woles meski dia punya masalah, ya gue iri, gue benci dengan sifat pemikir gue ini. Pernah gue coba ko buat gak seperti ini, tapi susah L .  


Ada kalanya menjadi seorang pemikir itu baik tapi, kalau pemikir gaya gue sih, nggak banget! kenapa? Karena gue mikir tapi gue gak ngelakuin apa-apa, gak ambil tindakan. Kenapa? Malas. Terus apa lagi? Karena gue pikir “nanti aja lah gue kerjainnya”, selalu ngegunain “sistem kebut semalem” hingga akhirnya ketika sudah mepet, gue galau, huaaa, “ya Tuhan, kalau bisa bawa aku ke masa lalu,,,” #mimpi



Satu hal yang ada dibenak gue ketika gue akan menyelesaikan masalah  yaitu gue selalu merasa ketautan ketika gue akan melangkah, jadi gue stuck, diam ditempat, padahal melangkah adalah sebuah proses menuju kemajuan. Keadaan yang seperti ini yang membuat gue putus asa, gue pengen mengakhiri segalanya, bukan dengan menghadapi tapi menghindar, yaitu mati.


Ngeri amat ya gue menulis satu kata itu, satu kata yang mungkin bagi orang yang belum siap, dia bakal ketakutan. Namun, bagi orang yang putus asa, dia seperti ingin menjemput kematian itu sendiri. Pernah terlintas di benak gue ingin menjemput tapi di satu sisi, gue mikir lagi, muncul pertanyaan dan keinginan-keinginan yang membuat gue membuang jauh-jauh pikiran seperti. Kapan gue ngebalas apa yang udah keluarga gue kasih? meski gak akan pernah terbalas, seenggaknya gue bisa membuat mereka tersenyum. Gue udah punya bekal apa buat nanti? bukankah itu dosa besar yang gak akan di ampuni, siapkah gue?. Bukankah gue pengen menjadi seorang wanita seutuhnya, menjadi seorang ibu? Apa makna yang gue dapet dari kehidupan yang gue jalani kalau gue “the end”? hanya makan, tidur, ngabisin duit orang tua. Bitch please. Aagghh,, rasanya gue ingin menukar nyawa gue dengan orang yang sekarat tapi dia mempunyai manfaat bagi orang lain. Gue bermanfaat buat orang lain? Gue rasa belum. Kapan? Gak tauuuuu..


Doaku hari ini,,”Ya Tuhan, jauhkan aku dari pikiran pengecut seperti itu dan beri kesempatan buat ku untuk bisa melakukan banyak hal yang bisa bermanfaat buat orang lain”. Aamiin.







1 comment:

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!