Tuesday, November 04, 2014

[mimpi] Ketindihan itu Melelahkan



Entah kenapa ya kalau habis makan itu, gue suka terus ngantuk. Rasanya kesel soalnya hal itu yang bikin berat badan gue naik drastis dan pipi gue makin tembem, tapi ah,, susah banget sih buat menahan rasa  kantuk pas udah makan,, huhu begitu pun siang ini,,,

Hari ini gue makan siang, dikit ko, secentong juga enggak. Cuma mau ngerasain sayur labu kuning yang pertama kali gue buat. Dan rasanya sedikit aneh, soalnya gue kasih ebi kering di sayur labu gue,, ekekek ya percobaan pertama gue gagal. Tepat ketika si Robert Heryanto membacakan berita mata gue lelah banget dan akhirnya zzzzz,,,,,zzzz,,,zzzz gue bermimpi,,


Di dalam mimpi itu gue berada di ruang keluarga tempat biasanya nonton tv dan tempat gue tidur siang saat itu. Di sana ada tetangga gue bernama Nunung yang tengah duduk di kursi sedangkan gue berdiri, ngobrol sedikit dan akhirnya dia nanya begini,

Nunung: kenapa teh gak pernah ke situ lagi? (-_-yang dia maksud itu rumah eks kakak gue)
Gue: males, dan saya ini pendendam, sekali kamu membuat kesalahan kepada saya, saya akan selalu ingat terus bahkan sampai akhir hayat saya. Terus kenapa kamu ada disini sekarang?
Dan jawaban dia itu loh,,
Nunung: pondok umur,,, (-_-Terus wajah dia yang awalnya penuh senyum berubah menjadi misterius, dingin, dan senyumnya horor,, seperti hantu-hantu ala indonesia,, )

Anjriit!!! Kaget gue dengan jawaban dia yang seperti itu. Secara gak langsung dia ngasih tau kalau yang ada dihadapan gue ini roh dia yang udah meninggal. Entah kenapa, karena dia menjawab seperti itu gue tahu kalau gue ada di dalam mimpi, sekuat tenaga gue mancoba keluar dari mmpi, tapi susah,, badan juga gak bisa digerakin walau mata udah melek dikit.

Oke, gue tahu kalau sekarang gue lagi “ketindihan” berusaha membuat badan bergerak, gak mngkin lagi dan akhirnya gue putusin buat baca surat al-ikhlas. Gak tahu kenapa badan gue ngerasa panas, serasa ada sesuatu yang mau keluar dari dalam badan, rasanya panas, perut juga menjadi mual. Dua kali gue baca al-ikhlas, secara sadar gue ngerasa yang panas itu bener-benar keluar tapi, badan gue tetap gak bisa gerak dan hanya mata yang bisa melek sedikit dan dengan jelas gue bisa melihat keadaan disekitar tempat badan gue yang terbaring.

Di balik pintu yang menuju ke dapur, gue malihat bayangan seorang lelaki yang tinggi sekali, dia berbaju koko, bercelana hitam dan berpeci hitam yang tengah mengangkat kedua tangannya seperti seorang yang sedang berdoa. Entah bagaimana ceritanya, gue tahu kalau yang gue lihat ini sedang berdoa, ya dia tengah mendoakan gue,, siapa dia? Gue gak tahu,,,,

Lalu,,,perlahan-lahan gue mulai bisa menggerakan badan, dan akhirnya gue sadar sepenuhnya kemudian menuliskan mimpi ini,,

Mimpi ketindihan itu melelahkan jiwa dan raga,,,

0 comments:

Post a Comment

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!