Wednesday, January 14, 2015

[Mimpi] Siapa anak kecil itu?


Hampir tiga tahun, semenjak mamah gak ada, gue selalu tidur di tengah rumah tepatnya di ruangan untuk menonton televisi. Gue gak pernah berani lagi untuk tidur di kamar soalnya setiap gue tidur di kamar, selalu saja kena yang namanya ketindihan entah siang atau malam. Hanya setahun belakangan ini gue mulai beraniin diri untuk tidur di kamar meski itu hanya tidur siang.

Mungkin ada yang gak ngerti ada apa di kamar itu, nah di postingan yang dulu gue buat, dengan judul "saya, rumah dan dia" disitu gue jelasin panjang lebar kenapa gue takut tidur di kamar dan ada apa di kamar tidur rumah gue. Singkatnya ada dua kamar yang pernah gue tempatin dan dua-duanya pernah jadi sarang genderuwo yang nempel sama gue sejak belasan tahun yang lalu.

Pagi ini, gue bangun seperti biasanya sekitar jam setengah 6 pagi, karena masih ngantuk akibat begadang, (-_-bo gue selalu tidur diatas jam dua belas malam dan itu sangat menyebalkan) gue angkut selimut dan bantal ke kamar dan gue pun tidur di kamar yang jadi sarang si makhluk "G" kemudian gue tertidur dan bermimpi.

Gue berada di sebuah perkebunan dan ada jalan beraspal yang membelah perkebunan itu. Di kanan kiri gue tumbuh beberapa pohon yang menjulang tinggi dengan daun yang berguguran. Daunnya seperti daun momiji yang ada di negara ginseng atau negara matahari terbit.


Disana gue gak sendiri, gue berdua dengan seorang anak kecil umurnya sekitar 6 tahun (-_-disini gue belum tahu jenis kelamin anak ini). Gue ngerasa sudah dekat dengan anak itu, meski gue gak pernah lihat dia di kehidupan nyata. Saat itu gue ngerasa kalau itu adalah musim gugur karena banyak daun yang berguguran. Tiba-tiba bapak gue datang, gue minta bapak untuk mengambil gambar anak itu, sedangkan gue mengambil satangkup daun yang sudah gugur kemudian gue tabur di sekeliling anak itu (-_-mungkin maksudnya untuk menambah efek seperti berada di drama korea, berfoto dengan latar belakang daun yang berguguran) Hanya beberapa kali mencoba, bapak gak pernah berhasil membuat gambar yang bagus. Gue putuskan mengakhiri sesi foto itu.

Gue bilang sama bapak, gue pengan jalan-jalan ke tangkupan perahu bersama anak kecil itu, bapak pun mengizinkan. Sepanjang perjalanan menuju ke tangkuban perahu gue bergandengan tangan dengan anak itu (-_-masih kerasa sampe gue nulis nih, rasanya nyaman sekali) sembari menjelaskan ada apa aja di tangkupan perahu.

sumber foto www.disparbud.jabarprov.go.id
Gue bilang "disana kita bisa lihat kawah gunung dari dekat, dan hal ini sangat jarang bisa dilakukan di gunung-gunung yang ada didunia ini”

Sampai akhirnya kita berdua tiba di perkampungan, gue berhenti di depan sebuah rumah untuk meminta izin agar bisa ke tangkuban perahu. Gue masuk ke sebuah rumah yang sederhana, disana ada dua anak lelaki umurnya sekitar 9-10 tahun. Anak yang satu ngejelasin sesuatu (-_-gue samar-samar inget bagian ini, gak jelas dia ngejelasin apaan) sedangkan anak yang satunya lagi ada di belakang sebuah kaca besar yang bisa melihat ke arah kami. Mereka berdua mengenakan baju khas sunda dengan ikat di kepala dan baju serba hitam (-_-kalau di daerah sunda ini namanya baju "kampret" atau "kompreng"? lupa)

sumber foto id.wikipedia.org
Setelah selesai dengan dua anak lelaki itu, gue keluar dari dalam rumah dengan anak kecil yang tadi, tiba-tiba ada ibu-ibu dengan rambu keriting pendek yang menghampiri gue. Dia nanya,

"mau ngapain neng?"
“mau ke orang yang bisa ngizinin ke tangkuban perahu"
"oh, disini neng, mari"

Gue ikutin tuh ibu-ibu, gue masuk ke sebuah rumah lewat belakang, kemudian gue bertemu dengan seorang bapak-bapak umurnya sekitar 50. Di rumah itu gue juga ngelihat dua anak lelaki yang tadi ternyata mereka minta bayaran atas apa yang mereka jelasin sebesar Rp 3.000.

Mata gue ketika di rumah itu berat sekali, buat melek pun sangat susah seperti orang yang sudah sangat mengantuk. Gue beraniin diri buat minta ke wc sebentar untuk mencuci muka. Diizinin dan gue bergegas ke kamar mandi yang berada di luar rumah, tepatnya disisi jalan. Gue cuci muka dengan air yang berasal dari gunung, airnya dingin seperti es, sedangkan anak kecil yang ngikutin gue terus dari tadi, pipis . Pipisnya seperti laki-laki, dari sini gue baru tahu kalau dia berjenis kelamin laki-laki.
Setelah selesai, gue kembali ke rumah bapak-bapak itu, terus dia nanya,

"anak siapa ini?"
"oh, ini anak kakak saya"

Dan si anak kecil ini pun mengiyakan.

“neng kalau untuk ke tangkuban perahu tidak bisa sekarang soalnya lagi hujan”

Gue lihat ke jendelan dan memang sedang turun hujan. Tiba-tiba si bapak nanya,

"neng, ada masalah apa di rumah"

Gue sedikit bingung, ko bisa dia tahu. Gue jawab,

"oh ini pak, di rumah ada yang nempatin dan ngeganggu saya"
"siapa?"
"genderuwo"

Si bapak itu tersenyum dan dia bilang,

"iya bapak tahu, dari pertama lihat neng, dan masuk ke rumah bapak"

Oh, pantesan masuk ke rumah si bapak mata gue gak bisa melek, itu karena rumah itu sudah ditameng dari hal-hal gaib. Kemudian bapak itu menjulurkan tangan hendak memijit pundak dan leher gue untuk menghilangkan hal gaib tersebut. Lalu gue terbangun dan mata gue sudah seperti biasa.

Keanehan mimpi ini
-di mimpi itu gue ditemani anak kecil yang pada bagian akhir ketahuan kalau dia anak lelaki dan merupakan anaknya kakak gue. Faktanya kakak gue emang punya anak lelaki tapi dia sudah meninggal bernama ilham.
-di mimpi itu gue akan jalan-jalan ke tangkuban perahu. Faktanya gue pernah ke tangkuban perahu mungkin itu sebabnya gue bisa ngasih penjelasan ke si anak kecil dan you know, dulu gue pernah ke “orang pintar” yang nyuruh ortu gue ngasih sesajen yang ditujukan ke penjaga/penghuni gunung tangkuban perahu.
-di mimpi itu secara jelas gue bilang ke si bapak yang nyatanya dia seorang paranormal kalau gue diganggu si genderuwo. Faktanya gue memang diganggu mahluk itu dari dulu, sudah belasan tahun. Ceritanya bisa di baca di postingan jadul gue “saya, rumah dan ‘dia’

Gue gak tahu deh maksud mimpi ini apa atau ini hanya bunga tidur, tapi kenapa bisa pas ya, ah mungkin ini cuma memori otak gue yang selalu inget hal itu,, tapi kan sebelumnya gue gak pernah inget-inget hal itu, meski jujurnya tanpa diinget-inget pun gue selalu inget sama si mahluk “G” gue selalu ngerasa dia ada di sekitar rumah gue, memperhatikan gue dengan mata merahnya,,,

2 comments:

  1. Ga bisa di pungkiri, kita hidup memang berdampingan dengan hal2 gaib. Selama fine dan tdk mengganggu, woles aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih mbak,, tapi kadang suka ngeri sendiri kalau inget 'dia' ada di sekitar kita x_x

      Delete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!