Tuesday, February 17, 2015

[Story] Pangeran Wortel dan Tulisannya




Alkisah pada zaman dahulu kala, ketika dunia ini  belum di huni oleh manusia, berdiri sebuah kerajaan bernama Worteland, dimana seluruh penghuninya adalah bangsa sayuran dengan berbagai jenis.  Seluruh rakyat yang ada di kerajaan Worteland hidup dengan makmur dan bahagia. Hal itu tak terlepas dari kepemimpinan Sang Raja yang memerintah kerajaan dengan bijaksana. Sang Raja didampingi oleh seorang Permaisuri yang terkenal akan kecantikan dan kebaikan hatinya.


Sepuluh tahun setelah pernikahannya, Sang Raja belum juga dikaruniai seorang anak. Permaisuri merasa sedih, setiap hari ia tak henti berdoa dan meneteskan air mata, hingga permaisuri terlihat begitu tirus, kecantikannya pun sedikit demi sedikit memudar. Meski begitu Raja yang bijaksana selalu menghibur permaisuri dan memintanya untuk terus bersabar.


“Adinda, berhentilah menangis, Kanda tak tahan melihatnya,” ujar Raja kepada permaisuri ketika mereka berada di taman istana.
“Kanda, bagaimana Dinda tak bersedih dan menangis, Dinda yang diharuskan memberikan keturunan tidak juga mengandung,” jawab Permaisuri sembari menghapus air matanya.
“Bersabarlah Adinda, jika Tuhan telah berkehendak, ia pasti akan menganugerahkan kita seorang putra dan putri, Kanda hanya minta Dinda bersabar dan berhenti menangis. Bagaimana Kanda akan memerintah kerajaan kalau setiap kali melihat Dinda, hati Kanda serasa tertusuk duri,” Raja berkata sembari memegang tangan Permaisuri.
“Tapi, Kanda bagaimana nasib kerajaan jika kita tak mendapat keturunan?”
“Kita pasrahkan semuanya kepada Tuhan,” tegas Raja sambil menarik Permaisuri kedalam pelukannya. Mereka berdua pun menangis bersama dengan balutan langit jingga sore hari.

Satu tahun kemudian,
Anugerah Tuhan yang dinantikan oleh Raja dan Permaisuri akhirnya datang. Permasuri tengah mengandung. Seluruh rakyat menyambutnya dengan penuh syukur dan suka cita. Akhirnya setelah menunggu sebelas tahun, penerus kerajaan Worteland hadir.


Selama mengandung, Raja memperlakukan Permasuri dengan istimewa. Apapun yang diminta oleh Permaisuri akan ia kabulkan. Rakyat pun memberikan hasil panennya kepada kerajaan dengan ikhlas sebagai wujud rasa syukur.


Sembilan bulan kemudian,
Setelah sembilan bulan, penerus kerajaan Worteland pun lahir ke dunia. Semuanya mengucap syukur dan bergembira. Raja dan Permasuri terlihat begitu suka cita. Rakyat yang ada di seluruh kerajaan berbondong-bondong mendatangi kerajaan untuk melihat dan mendoakan penerus kerajaan. Raja yang bijak memperbolehkan rakyatnya untuk melihat sang penerus. Kemudian Raja memberikan pengumuman bahwa putranya akan di beri nama Pangeran Wortel. Seluruh aula kerajaan pun bergemuruh,


“Hidup Pangeran Wortel!!”
“Hidup Pangeran Wortel!!”


Tahun berlalu, Pangeran Wortel pun beranjak remaja. Ia tumbuh menjadi wortelman yang berbadan tegap dan suka menaikkan sebelah alisnya. Apabila Pangeran Wortel merasakan bahagia, sedih, kaget atau tidak menyukai sesuatu, sebelah alisnya akan naik secara otomatis, hingga terkadang ada yang menyebutnya Pangeran Alis. Meski begitu ia selalu bersikap baik dan ramah kepada siapapun. Seluruh rakyat di kerajaan begitu menyukai sang Pangeran Wortel karena kebaikan hatinya.  Pangeran Wortel memiliki hobby berburu maka disetiap akhir pekan ia akan pergi berburu ke hutan Pare. Sebelum pergi berburu ia selalu menyempatkan diri untuk mendatangi salah satu rumah rakyatnya dan beramah tamah.


Di satu hari yang cerah, Pangeran Wortel pergi berburu ditemani beberapa prajurit cabe. Karena keasyikan berburu lalat, ia memacu tikusnya dengan cepat hingga prajurit cabe tertinggal jauh. Tanpa sadar ia telah tersesat memasuki Kerajaan Buahland. Pangeran Wortel terlihat kebingungan, ia melihat ke sekeliling dan memanggil prajuritnya tapi, tak ada satu pun yang menyahut penggilannya.


“Prajurit!! Prajurit!! Dimana kalian??” teriaknya.


Semuanya sunyi, senyap tak ada suara apapun, yang ada hanya desiran angin yang berhembus. Pangeran Wortel sadar, bahwa ia tersesat. Wajahnya pun terlihat muram.


“Ya, Tuhan, bagaimana ini? Aku berada dimana sebenarnya? Semuanya terasa asing.” Ia berkata pada dirinya sendiri. Pangeran Wortel pun, memutuskan untuk berjalan kaki dan meninggalkan tikusnya.



Dari kejauhan ia mendengar ada yang sedang mengobrol. Ia pun kembali bersemangat dan berjalan dengan cepat menuju ke arah suara. Ternyata yang ia dengar adalah suara dari buah Berry. Ia pun menghampiri dan bertanya,

“Siapa kamu?"
“Kamu siapa?”  buah Berry malah balik bertanya.
“Aku,, aku Pangeran Wortel dari kerajaan Worteland.”
“Owh, kerajaan Worteland yang berada di  ujung selatan itu?” dengan antuisas buah Berry bertanya.
“Ya, kamu benar. Kamu tahu kerajaanku?” Pangeran menjawabnya dengan senang karena ada yang mengetahui kerajaannya.
“Tentu, kumbang yang tadi berbicara denganku, memberitahuku kalau di sebelah sana ada kerajaan yang makmur dengan penghuninya bangsa sayuran. Aku tak percaya, bahwa sekarang aku bertemu dengan penghuninya. Dan kamu seorang pengeran?”
“Iya, aku seorang pangeran.”
“Lalu, bagaimana bisa kamu sampai disini?” tanya buah Berry dengan heran.
“Aku sedang berburu tapi karena keasyikan, aku meninggalkan prajuritku lalu tersesat. Apa kamu tahu arah menuju ke kerajaanku?”


Dengan wajah menyesal buah Berry menjawab bahwa ia tak tahu. Karena hari sudah menjelang malam. Buah Berry mengajak Pangeran Wortel ke rumahnya. Ternyata buah Berry yang kecil itu adalah seorang ayah yang memiliki tiga anak. Disana Pangeran Wortel disambut dengan baik dan memutuskan untuk tinggal bersama buah Berry. Buah Berry pun berjanji bahwa ia akan bertanya ke kumbang untuk menanyakan arah ke kerajaan Worteland. Namun, setelah berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan sang kumbang yang ditunggu tak pernah muncul lagi. Dengan menelan kekecewaan Pangeran Wortel pun memutuskan untuk tinggal di kerajaan Buahland. Meski ia sangat merindukan kerajaan dan  kedua orang tuanya.


Selama tinggal bersama buah Berry, Pangeran Wortel dengan giat membantu pekerjaan buah Berry. Yaitu sebagai tukang kebun di istana kerajaan Buahland. Pada awalnya, Pangeran Wortel tidak diterima, tapi karena diyakinkan oleh buah Berry, Pangeran Wortel pun diterima di kerajaan Buahland.


Satu hari ketika sedang membersihkan kebun istana, tak sengaja Pangeran Wortel menemukan sehelai daun yang terdapat tulisan diatasnya. Pangeran tidak mengetahui apa yang ada di atas daun tersebut tapi, ia menyukainya. Ia pun bertanya kepada buah Berry,

“Pak Berry, apa yang ada diatas daun ini, ia begitu indah?” tanya Pangeran Wortel sembari memperlihatkan helaian daun tersebut.
“Ini namanya tulisan, apa di kerajaanmu tak ada tulisan?”
“Tidak ada, dikerajaanku tak mengenal tulisan. Tulisan ini begitu indah. Apakah ada arti dari tulisan ini?” tanya Pangeran dengan antusias.
“Tentu. Setiap tulisan itu ada arti. Tulisan ini bisa dibaca.” Jelas buah Berry.
“Menarik sekali. Bisakah kamu mengajariku bagaimana membuat dan membaca tulisan ini?”
“Sayangnya, aku tak bisa tapi, aku bisa mengenalkanmu kepada buah Jeruk. Ia pintar membaca dan tulisannya indah. Kamu bisa belajar darinya. Dia akan sangat senang kalau ada yang mau belajar membaca dan menulis seantusias kamu.” Ujar buah Berry panjang lebar.
“Benarkah, kalau begitu antarkan aku kepada dia sekarang.?”
“Hahaha, apa kamu tidak lihat hari sudah malam, ini waktunya untuk istirahat. Sudah, besok saja aku antarkan kamu kepada dia.”
“Baiklah” jawab Pangeran dengan mengulum senyum.

Keesokan harinya buah Berry mengantarkan Pangeran Wortel ke rumah buah Jeruk. Ia disambut dengan suka cita. Sejak hari itu, setiap hari sepulang dari pekerjaannya, Pangeran Wortel belajar menulis dan membaca kepada buah Jeruk. Karena belajar dengan giat, dengan cepat Pangeran Wortel bisa menangkap apa yang diajarkan oleh buah Jeruk. Semakin hari tulisannya semakin indah dan ia juga sudah pintar membaca. Buah Jeruk yang menganggap Pangeran Wortel sebagai murid kesayangannya mulai mengajarkan bagaimana membuat sebuah cerita. Dengan tekad yang kuat Pangeran pun mulai belajar membuat sebuah cerita.


Hari demi hari, akhirnya Pangeran berhasil membuat sebuah cerita dan ia menyerahkan ceritanya kepada  buah Jeruk. Tak disangka ternyata cerita yang dibuat oleh Pangeran Wortel ikut disayembarakan oleh buah Jeruk. Kebetulan saat itu kerajaan Buahland sedang mengadakan sayembara membuat cerita yang bisa menyentuh hati Raja Buahland.


Beberapa minggu kemudian, pihak kerajaan Buahland mengumpulkan seluruh rakyatnya untuk mengumumkan pemenang sayembara. Pengumumannya dilakukan sendiri oleh Raja Buahland.

“Rakyatku yang kucintai, tiba saatnya bagiku untuk mengumumkan pemenang sayembara membuat cerita yang menyentuh hatiku.  Yang biasa kita adakan 5 tahun sekali. Cerita yang tertulis di helaian daun ini, yang sekarang tengah kupegang, sangat menyentuh hatiku. Ia membuatku merasakan betapa menyakitkannya rindu seorang anak kepada orang tuanya.” Ujar Raja sembari menghela nafas.
“Rakyatku yang kukasihi, seperti yang kalian semua tahu. Bahwa pemenang akan diangkat menjadi juru cerita di kerajaan Buahland. Dan pemenangnya adalah,,,,,”
“,,, Rinduku Padamu Ibu yang dibuat oleh Pangeran Wortel” lanjut Sang Raja. Riuh tepuk tangan dari seluruh rakyat pun menggema.

Raja kemudian memerintahkan Pangeran Wortel untuk ke atas panggung, dan menerima hadiah dari Raja. Pangeran Wortel yang berdiri tak jauh dari disana merasa terkejut karena tak menyangka cerita yang dibuatnya memenangkan sayembara. Buah Jeruk yang kebetulan berada disampingnya menjelaskan, bahwa dia yang mengirimkan cerita Pangeran Wortel. Dengan hati yang tak menentu, Pangeran Wortel berjalan ke atas panggung dan menerima hadiah dari Raja. Sejak saat itu, Pangeran Wortel bekerja sebagai juru cerita di kerajaan Buahland.


Hari-harinya pun ia lalui dengan menjadi juru cerita, sebuah pekerjaan yang ia cintai. Rasa rindunya terhadap kedua orang tua dan tanah kelahirannya pun sedikit terobati. Hingga,,,


Satu hari, ia melewati sebuah ruangan dengan pintu yang berbentuk aneh di istana. Ia menghampiri pintu itu dan membuka pintunya secara perlahan. Ia menemukan sebuah taman yang begitu indah, dengan wangi yang begitu lembut, warna-warni bunga yang bermekaran dengan kupu-kupu yang beterbangan di sekitarnya. Ia begitu kagum melihat sebuah taman yang begitu menyejukkan mata hingga ia tak mau mengedipkan matanya barang sedetik pun. Semuanya begitu mempesona, kemudian ia mendengar suara air yang jatuh begitu deras, dan ia melihat ke sebelah kanan ia berdiri terdapat sebuah air terjun, dengan airnya yang berwana merah muda. Di sekelilingnya terdapat kelap-kelip yang berkilauan menerangi air terjun merah muda. Pangeran begitu takjub melihatnya. Ia mendekati air terjun tersebut, tangannya menengadah untuk mengambil air terjun tersebut dan ia mulai meminum airnya. Airnya begitu segar, berbeda dengan yang biasa ia minum.  Tanpa ia ketahui bahwa air terjun merah muda tersebut adalah air keabadian, yang membuat Pangeran Wortel hidup abadi.


1000 tahun kemudian,,
Pangeran wortel telah berevolusi menjadi manusia. Ia menjadi seorang lelaki tegap berumur 20 tahun yang memakai nama Heru Arya. Kebiasaannya yang suka menaikkan alis tak hilang meski sudah seribu tahun lamanya ia hidup di dunia. Sekarang, ia hidup di zaman modern dan semua penghuninya adalah manusia. Tak ada lagi yang namanya kerajaan Worteland  dengan penghuninya bangsa sayur atau kerajaan Buahland dimana penghuninya beraneka ragam buah-buahan. Semuanya berbeda, semuanya berubah tapi Pangeran Wortel tidak berubah.


Seiring  berjalannya waktu, kesukaannya akan menulis juga tak hilang, ia tetap suka menulis, menceritakan kehidupan dia selama belum menjadi manusia meski orang lain menyebutnya sebagai dongeng untuk anak kecil. Namun, sekarang ia tak lagi menulis diatas sehelai daun tapi di sebuah Blog. Untuk mengingat dari mana dia berasal, dia pun memberi nama Blognya “Tulisan Wortel”

“siapapun kamu yang sekarang, jangan pernah lupakan darimana kamu berasal”

THE END



Udah dah,, :D

53 comments:

  1. Kalo yang ini. Aroma kingdomnya kental banget. Perjalanan yang panjang, ya. Mulai dari tersesat, kemudian hidup di buahland, terus betah dan dapat penghargaan, hingga menemukan air abadi. Keren.

    Sampai pada quotenya pake ngena lagi.

    Terima kasih sudah berpartisipasi.

    Selamat menunggu pengumumannya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya, dari dulu suka yang namanya dongeng dan kebetulan ada give away dari pangeran wortel jadi ya ini kesempatan untuk bikin dongeng sendiri :D

      oke sama-sama

      moga menang yee :p

      Delete
  2. mantap nih cerita kerajaan, kayak di film-film..
    sukses teruslah ini buat bro heru :))

    ReplyDelete
  3. Cieee yang ikutan GA
    di doakan menang ya
    amin amin
    gue mau ikutan tpi melihat banyak tulisan yang bagus termasuk u,gue jadi ga pd

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha =D
      aamiin, mudah-mudahan doanya terkabul :D
      ko gak pede, ikutan aja, buat meramaikan,, tapi ya deh mending kamu gak usah ikutan, biar gak nambah saingannya, hahahaha :)) :))

      Delete
  4. Ini cerita hebat banget sih menurut gue, hahaha pangeran jadi penulis. Gak abis pikir, hahaha rasanya jarang aja ada orang yang rela melepas jabatannya untuk sesuatu yang dia suka dia lakukan. Unsur penggambaran passionnya dapet banget mengambil kedudukan yang lebih rendah untuk kecintaan yang lebih besar.

    Pesan moralnya dapet banget nama namanya juga lucu lucu, imajinasinya keren, mulai dari worteland, pangeran wortel, buahland. Ini kalau kita ngomong binatang yang berperilaku sebagai manusia disebut fabel. Kalau buah dan sayur berperilaku demikian disebutnya apa yah? Hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue terharu, tersanjung dan menggelinjang membaca komen kamu, kyaaaak \:D/
      ya itulah kelebihan kalau buat cerita dongeng, bisa membuat imajinasi kemana-mana, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin :D

      mungkin kalau sayur dan buah namanya flobel, ahahaha #maksa =D

      makasih ya buat komentarnya :)

      Delete
  5. uuh keyen. jujul aku udah lama banget ga baca dongeng. cemangat teyus kaka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku juga udah lama gak baca dongeng, kangen jadi aja aku bikin sendili :D
      ya pasti tetep cemangat ko :)

      Delete
  6. Hah... hahahaha... hahahahahaha.... aneh-aneh aja. Ini gara-gara ada give away dari heru, jadi pada banyak cerita dongeng yang ngangenin. Yang udah jarang ada. Bener-bener kreatif, deh.

    Aku suka ceritanya, sih. Dari tersesat sampai bisa nemu air abadi. Tapi, yang lucu itu bagian yang pas sama buah berry, di buah land, si pangeran bantu-bantu berkebun. Hehe. Kan mereka buah, kenapa juga berkebun -_-

    moga menang ga nya. Hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya udah suka :D
      nah itu dia gue baru kepikiran, hahah :)) buah berkebun,, ya disini kan kebunnya semacam taman istana gitu deh, yang isinya semacam bunga dan aneka makanan para buah yaitu emm gue juga bingung, emm anggap saja buah yang gak bisa kita temukan di dunia sekarang. gitu =D

      Delete
  7. Mantap ceritanya :-D Bikin lagi ya haaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada niatan sih buat bikin lagi, soalnya berimajinasi itu bikin nagih ternyata =D

      Delete
  8. Tunggu aja, kabar pengumannya. :)

    Tapi beberapa blog sudah masuk peniliaian. Tinggal nunggu pengumuman saja. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke siap!! :D
      duuh jadi deg-degan, hahaha =D

      Delete
  9. Kreatif dan imajinatif !
    Mantaps kakak ! keren banget dongeng pangeran wortelnya :D

    ReplyDelete
  10. Baru tau ada pangeran wortel....

    kira-kira next story....pangeran apa lagi ya....pangeran pete apa pangeran jengkol...??? just kidding

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kemana aja baru tau pangeran wortel :p

      emm boleh juga tuh cerita tentang pangeran jengkol yang bau tapi disukai banyak orang, makasih loh idenya =D

      Delete
  11. Saluutt buat imajinasi yu.. keren buat tulisan & alur cerita ny ..uyuhan buat tangan yu .. !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih :D
      iya lumayan bikin jari keriting, ngetik setengah hari dengan edit itu ininya :'(

      Delete
    2. Pantes kriting tp buat orng yg suka nulis mh tx jd msalah kan .klo sy mh males banget nulis sy mh hany gemar bacany ajh ..
      Waw 1/2 hari .. eta ai imah naon gawe na atuh ..

      Delete
    3. iya tak jadi masalah, soalnya emang suka. siapa juga yang nulis? aku mah da ngetik eeey
      setengah malem ketah, da buatnya juga malem hari, hahaha =))

      Delete
    4. Hoh itu cerita th menang ngetik pantes tulisan n alus ;()

      Delete
  12. saya berkomentar dulu ya mbak, karena ceritanya cukup panjang banget, takut kagak kebagian kolom komentar, jadi komentar dulu baru lanjut bacanya, nanti komentar lagi boleh ya.?

    hehe...salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah? baru loh nemuin comment kaya gini, ya udah ditunggu komen udah bacanya x_x

      Delete
  13. Cerita bener-bener kayak dongeng sebelum tidur :D, keren !

    Kalo teori Darwin mengatakan bahwa monyet berevolusi menjadi manusia, sedangkan teori ilajah mengatakan bahwa wortel berevolusi menjadi manusia. Horee ! *prok prok* Hidup Teori Ilajah!

    ReplyDelete
  14. kerennnn ceritanya mbaa ilajahhhhh,wow.
    mba ilajah luar biasa hehehe :$

    ReplyDelete
  15. wala...... berarti sekarang udah gak muda ya si pangerab wortel itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya, umurnya udah ribuan tahun :))

      Delete
  16. Bener-bener imajinatif!
    Ini berapa hari nulisnya? Aku sih ngga bisa kalo buat kayak beginian. Aku orangnya ngga terlalu bisa untuk berimajinasi. Hehe.
    Bsia jadi referensi cerita dongeng buat anak2 nih. Semoga menang yaa GA nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak berhari-hari koq mbak,, sekitar 6 jam-an, kebetulan lagi ada ide aja, jadi ngalir :D
      aamiin, mbak :)

      Delete
  17. Biasa menulis dongeng ya?! Persis seperti di film-film kolosal. Keren deh, good luck yaa.. Saya pun ikutan ga nya mas wortel, Cek yuk di blog saya... Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak juga,, ini dongeng pertama yang aku buat.
      ya tar di intip.

      Delete
  18. So Sweet amat manggilnya Kanda :D
    haha .. ya namanya juga Raja.

    Btw.. buah Berry gaul amat yak, dia udah kenal tulisan.. pasti nama lengkapnya Berry Prima... :D

    keren nih alurnya, gimana ceritanya kegelisahan gak punya keturunan, wortel lahir sampe kenal yang namanya tulisan... saingan berat gue hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. so sweet ya? gue ngetiknya aja geli tapi, ya gimana, kalau raja ama ratu panggilannya apa coba, masa mami,, hahahah =D ini zaman jadul soalnya, :D

      ya kira-kira begitulah, kemungkinan berry prima adalah reinkarnasi dari buah berry =D

      asek asek disebut saingan berat \:D/

      Delete
  19. Mendadak tulisanku kebanting gara2 baca ini tulisan, haha keren, mantep, dan bagus... tulisanku soal tulisan wortel mah apa atuh, cuma tulisan ceker bebek. kalah jauh -___-

    ReplyDelete
    Replies
    1. atuhlah jangan ceker bebek, kalau kamu ceker bebek aku apa, ceker ayam? :(

      Delete
  20. Semoga menang yaaa.. :D Tapi keknya kamu banyak saingan deh :P

    ReplyDelete
  21. I like it,tulisanya bagus,harus banyak belajar dari sini nih. sukses ya buat give awaynya :)

    ReplyDelete
  22. Wahh nih postingan jyga ada pesannya lo ya.ibarat kacang janga n lupa sama kulitnya. Iye gituu...semoga pangeran wortel melihat daya usahamu dan good luckbuat giveawaynya yaaaaaaaak

    ReplyDelete
  23. Whoaaaa...pantesan lagi ikutan give awaynya Heru Arya sang Pangeran Wortel tooh.. pantesan... tadinya gue pikir "ko sama yah kek blognya si pengeran wortel yg itu?" Gue pikir lagi happening aja yah wortel..hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyee emang lagi happening soalnya kan ada give away nya hahaha =D

      Delete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!