Friday, March 06, 2015

[Haruskah Aku Bersyukur Lahir Ke Dunia: 1] Rasa Sayang itu??



rasa sayang itu apa sih

Aku tak tahu bagaimana memulai cerita ini. Apa yang harus aku ceritakan, darimana dan apa pantas aku menceritakan ini ke khalayak umum. Aku hanya ingin berbagi, menumpahkan isi hati yang selama ini aku pendam dari semua orang. Maaf kalau sebenarnya cerita ini tak layak untuk diumbar tapi, sebelum aku mati dan menyesal tak pernah mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini, ada baiknya aku cerita saja bukan?
 
Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku seorang perempuan yang umurnya 4 tahun lebih tua tapi, sebenarnya dia bukan kakak kandungku seutuhnya, dia hanya saudara seibu denganku. Ketika menikah dengan bapak, status ibu adalah seorang janda beranak satu. Saat itu kakak berumur 1 tahun, 3 tahun kemudian lahirlah aku.

Selama aku kecil, aku menganggap dia seperti kakak kandungku seutuhnya. Aku rasa dia juga bersikap seperti kakak kandung seutuhnya. Walau aku tahu ada perbedaan dari cara ibu memperlakukan kami berdua. Mungkin orang lain tak pernah menyadari hal itu tapi, aku yang menjalani dan merasakan perbedaan itu meski tidak ketara. Seperti kejadian waktu aku kecil yang sampai saat ini, jika aku mengingatnya ada rasa sakit di ulu hati.

Saat itu siang hari, aku masih berumur 6 tahun. Aku melihat kakakku sedang tidur siang di kamar. Aku menghampirinya dan mencoba tidur di sebelahnya. Aku mendengar suara langkah kaki dan kuintip ternyata itu ibu. Ibu mengambil selimut dan menyelimuti kakakku, sedangkan aku yang berada di sebelah kakak tak ia selimuti. Meski waktu itu aku masih kecil tapi, rasa sakit hati tetap saja aku rasakan. Ada yang bilang ingatan anak kecil itu kuat, itu pun terjadi padaku, sampai saat ini aku masih ingat peristiwa itu. Ini mungkin hal kecil tapi itu bisa menjadi sebuah tanda sebesar apa rasa sayang ibu kepada kakak sedangkan buatku? Aaggh.

Jadi, haruskah aku bersyukur karena lahir ke dunia?

20 comments:

  1. hemm, cuma perasaan mu aja mungkin dek. ibumu pasti menyelimutimu juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah itu mah perasaan kamu aja kali, aku yang ngalamin ko :p

      Delete
  2. Nggak papa mbak,. Walaupun mbak diperlakukan oleh ibu yang menurut mbak nggak adil, mbak bisa buktikan kok kalau mbak mandiri.....

    Bagaimana dengan sikap ibu sekarang mbak?

    ReplyDelete
  3. Harus tetap sabar mba, Yang penting masih dapat perhatian juga sampai saat ini dan tidak pernah di kerasin seperti di pukul atau semacamnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu yang aku syukurin gak pukul atau semacamya, hanya dicuekin juga sama sakitnya ko :)

      Delete
  4. Mungkin ibumu punya alesan lain, kenapa dia hanya menyelimuti kakakmu saja . .
    Dan walaupun emang kejadiannya kek gitu (diperlakukan tidak adil) , , kamu harus tetap bersyukur bahwa kamu dilahirkan didunia ini . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. haruskah? apa yang bisa membuatku bersyukur?

      Delete
  5. Jangan pernah menyesali kehidupan, justru kita harus bersyukur dengan kehidupan yang diberikan Tuhan ini. Jika memang sulit untuk bersyukur, coba lihat orang-orang yang ada 'di bawah' kamu.

    Oh iya, jangan sampai tulisan ini merenggangkan hubungan keluarga kamu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya tapi tetep nyesek loh :(

      udah renggang ko sebelum tulisan ini di publish juga

      Delete
  6. Semangat, mbak. Semoga yang terjadi di masa lalu ga keterusan saat sekarang, ya.

    ReplyDelete
  7. Setuju ama Renggo. Semohga tulisan ini menjadi curahan gelisah saja, tidak menjadi penjauh hubungan keluarga.

    Setiap orang memang memiliki pandangan dan kejadian yang berbeda, tapi kalo untuk bersyukur, itu sudah keharusan semuanya. Karena kita dilahirkan pasti ditujukan untuk memberi kebahagiaan, entah untuk orang dekat maupun orang jauh, sekarang atau nanti di masa yang jauh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru tulisan ini dipublish setelah semuanya jadi renggang, karena aku gak bisa ngomong secara langsung maka aku buat tulisan ini buat ngungkapin kalau kejadian yang sebenarnya seperti ini,

      ya semoga bisa seperti itu :)

      Delete
  8. Ngga enak ya kalok punya ibu yang pilih kasih begitu. Tapi ibu kamu mungkin punya alesan laen.. :'

    ReplyDelete
  9. judulnya suram.

    soal gini ane dah biasa ngerasainnya. sakit sih, tapi berpikir positif kayak lebih baik

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!