Sunday, March 08, 2015

[Haruskah Aku Bersyukur Lahir Ke Dunia: 2] Saudaramu Bukan Saudaraku?




Aku merupakan bungsu dari dua bersaudara meski kakakku hanyalah saudara seibu. Ibu aslinya dari Sumedang, sedangkan bapak dari Subang. Mereka bertemu ketika sama-sama bertugas di salah satu sekolah di Cikendung Subang. Di Cikendunglah aku lahir, sebuah desa yang terpencil dengan perkebunan sayur dan tehnya. Itu menurut cerita ibuku, karena ketika aku pindah ke Cisalak, aku masih kecil jadi aku tak ingat dengan kondisi tempat aku dilahirkan.

Keluargaku punya satu kebiasaan yang masih dilakukan hingga sekarang yaitu membagikan baju yang tak terpakai ke saudara yang lain, biasanya saudara dari pihak ibu. Jika mereka datang mengunjungi kami ataupun sebaliknya, oleh-oleh yang tak ketinggalan adalah baju yang tak terpakai.

Seperti hari itu, kami sekeluarga akan mengunjungi rumah kakek dan nenek dari pihak ibu yang berada di Sumedang. Kami hendak menginap disana, ibu menyuruh untuk berkemas dan menyiapkan baju yang tak terpakai. Kebetulan saat itu aku dan kakak sekamar berdua jadi lemari pakaian pun dipakai untuk berdua. Kami berdua mengemas baju bersama hingga kakak bicara seperti ini,
“De, saudara kamu itu adanya di Subang, jadi kasih aja bajunya ke mereka!”
Waktu itu aku masih kecil sekitar umur 7-8 tahun, jadi gak bisa ngebales apa-apa. Sampai sekarang aku gak pernah bilang sama siapapun tapi, kalau inget itu rasanya sakit hati. Kok bisa ya dia ngomong gitu, walaupun aku cuma saudara seibu, bukankah saudara yang di Sumedang tetap saudaraku? Ah ya mungkin memang dia gak pernah nganggap aku sebagai adiknya dan kalau pun bisa aku juga tidak akan memilih dia untuk menjadi saudara seibuku. Sekarang setelah kami dewasa, sikapnya terlihat jelas bagaimana dia tidak menerima kehadiranku.

Aku gak tahu apa dia masih ingat atau tidak omongan ini, yang jelas omongan itu masih nempel di ingatanku.

Jadi haruskah aku bersyukur karena lahir ke dunia?

35 comments:

  1. Duh... Kak. :(
    Aku gak tahu gimana cara yang baik ngomentarin keluarga orang. Jadi cuma bisa ngedoain lagi, semoga sekeluarga bisa merasakan bahagianya kebersamaan dan saling memiliki.

    ReplyDelete
  2. Tetap harus bersyukur, hanya cari itu yang bisa membuat tetap bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya tapi susah buat mempraktekkannya :(

      Delete
  3. Emmm....
    Bener kata bang haw, cuma bisa bantu ngedoain aja, semangat :))

    ReplyDelete
  4. Iya moga selalu diberi kbhagian, anugrah, hidayah oleh Alloh ya... Aamiin...

    ReplyDelete
  5. selamat pagi sobat...
    awal kunjungan salam kenal dan izin follow ya

    ReplyDelete
  6. Harus! Kamu harus bersyukur karena telah lahir di dunia ini.
    Percayalah dibalik sebuah masalah, pasti ada sesuatu yang indah di belakangnya *nasihatmainstream.
    Bersyukurlah, karena jika kita bersyukur maka tuhan akan melipatgandakan nikmat di hidup kita*lagi-lagi nasihat mainstream..
    Yang terakhir aku cuma bisa berdoa, semoga hbungan kalian bisa membaik.. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. terkadang karena keadaan tak berpihak kepadaku suka bikin nanya haruskah bersyukur? bukankah jika tidak ada, tidak akan mersakan hal seperti ini? ups

      ya semoga bisa bersyukur apapun keadaannya.

      aamiin

      Delete
  7. bersyukur aja lah, karena jika kamu gk dilahirkan mungkin blog ini juga gak akan dilahirkan.
    dan kita gak bakalan bisa baca tulisan-tulisan kreatif kamu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya,, tulisan ini pun gak akan ada :D

      Delete
  8. harus bersyukur Mbak....
    karena bahagia itu bukan dicari, tapi harus diciptakan sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bener mbak, semoga bisa "menciptakan" :D

      Delete
  9. bersyukurlah dengan semua ini mba jangan lah di sesali ...

    ReplyDelete
  10. bersyukur aja mbak. sama gue juga gitu, gue juga punya kakak tapi beda ayah.

    ReplyDelete
  11. smoga kakaknya segera sadar ya, sekarang tetap berbaik sangka aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, semoga saja masih punya ati dan pikiran dan tentunya bisa melihat masalah dari dua sudut pandang yang berbeda :)

      Delete
  12. sepertinya saya cuma bisa mendoakan nih :'

    terus bersyukur dan bahagia ya :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih loh doanya :)
      ya aamiin, semoga bisa!

      Delete
  13. sulit rasanya berkomentar tentang keluarga, apalagi saudara se-ibu misalnya, secara ga langsung bisa dibilang adik kakak bukan ? tapi, hmm entahlah, tetap bersyukur, tunjukin perhatianmu sama saudara mu, suatu saat dia akan sadar, aminn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga saja bisa, kalau tidak, saya sudah angkat tangan :)

      Delete
  14. di syukuri saja, salam kenal kunjungan perdana

    ReplyDelete
  15. wajib ucapkan syukur mbak :) tetap semangat ya, *mana senyumnya hehehe

    ReplyDelete
  16. Perkara dia menerima kamu atau enggak, cuek aja. Justru tunjukin kalok kamu emang layak jadi saudaranya dia. Bikin prestasi, biar perhatian ibu teralihkan. Okeeee :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sekarang mah udah cuek ko,, udah gak anggap dia ada lagi :)

      Delete
  17. semangaaaat ya bersyukur laah ,, jangan menyerah .. biarkan saja sikapnya nanti suatu saat pasti akan berubah.

    ReplyDelete
  18. bagaimanapun kejadian dan kedaannya tetap harus disyukuri mbak,semoga nanti sikapnya bisa berubah ya mbak.Amin :)

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!