Saturday, April 18, 2015

[Story] Si Kucing yang Pemalas


Di sebuah hutan yang lebat terdapat dua orang sahabat yang merupakan saudara sepupu yaitu harimau dan kucing. Mereka selalu bersama, seiring sejalan seakan tak terpisahkan. Dimana ada harimau disitu pula ada kucing. Di hutan tersebut kedua orang sahabat itu disegani sekaligus ditakuti oleh para penghuni disana karena mereka berdua memilik tubuh yang tegap, kuku runcing dan gigi yang tajam meski suara mereka sedikit berbeda.


Satu hari, ketika mereka berdua sedang berburu bersama, kucing terjatuh ke jurang hingga kakinya terluka parah. Kucing yang terluka pun berjalan dengan tertatih, dengan menyesal kucing pun berkata bahwa dia tak bisa menemani harimau berburu lagi. Harimau yang menyayangi kucing pun tak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan harimau mau berbagi hasil buruannya.

Hari demi hari, kaki si kucing pun mulai membaik tapi kucing tak memberitahu harimau bahwa kakinya sudah mulai membaik. Setiap kali harimau menanyakan keadaan kaki si kucing, kucing selalu menjawab bahwa kakinya masih sakit. Hal itu dilakukan karena kucing mulai merasa hidup enak dengan mendapatkan makanan tanpa perlu berburu lagi.  Tinggal mengaduh kesakitan, harimau pun akan memberikan hasil buruannya. Padahal selama harimau berburu, kucing hanya tidur dan menjilati tubuhnya.

Karena lama tak berburu, tubuh si kucing pun mulai mengecil sedangkan harimau yang selalu berburu badannya menjadi besar dan tegap. Harimau merasa heran dengan keadaan kucing. Ketika harimau bertanya, kucing menjawab bahwa ini pengaruh dari kakinya yang terluka tapi, keheranan harimau tak juga hilang. Maka satu hari, harimau berpura-pura akan pergi berburu, padahal harimau  berada disana dan melihat secara diam-diam apa yang dilakukan oleh kucing. Terlihatlah bahwa kaki si kucing sudah sembuh dan bisa berjalan dengan baik tapi yang dilakukan kucing hanya tidur. Harimau geram karena  merasa dibohongi oleh kucing, dia pun menghampiri kucing dan berkata,
“kalau kamu bisanya cuma bergantung hidup kepada orang lain dengan cara berbohong, lebih baik kamu mati saja!!”
Lalu, harimau pun pergi jauh meninggalkan sahabatnya. Sejak saat itu ketika harimau bertemu dengan kucing, harimau akan langsung mengejar karena kemarahannya terhadap kucing belum juga hilang. Tubuh kucing pun hingga sekarang tetap kecil.
The End



Pesannya: jangan jadi pemalas nanti tubuhnya mengecil kaya kucing :p
Ini dongeng kedua yang gue buat, meski amburadul dan sederhana pisan =D terinspirasi dari kucing yang tinggal serumah sama gue, yang bisanya cuma tidur, maen dan mengeong kalau laper :|

Makasih ya udah mampir :D
bye,,

30 comments:

  1. Wihhh keren ide ceritanya . . jadi dulu mereka itu temenan to . . Nenek gue juga pernah bilang kalo kucing itu sebenernya cucu dari harimau . . waktu kecil gue percaya . . tapi setelah dewasa gue tau kalo itu cuma dongeng . .
    tapi tetep lucuan kucing . . Jadinya yang banyak dipelihara ya kucing . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya versi gue kucing ama harimau itu sahabatan, mukanya mirip sih cuma beda ukuran badan doang hahaha =D

      lagian ngeri keles melihara harimau x_x

      Delete
  2. waahh fabelnya kece...
    #terlepas dari aku emang suka empus hihihi

    Oya, emang harimau kalok ketemu kucing berantem ya...jadi pengen tahu klo beneran keduanya adep-adepan reaksinya kek mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bakal berantem (-_-dalam imajinasi gue, hahaha :)))
      mungkin bakal pelukan, melepas rasa kangen ama sahabat lama :D

      Delete
  3. Mantep ini Kak fabelnya. Jadi teringat fabel-fabel masa kecil dulu, kenapa kambing bertanduk, kenapa kelinci melompat, dan teman-temannya. Boleh ini diceritain ke anak sekarang, asal siap aja ama pertanyaan-pertanyaan yang datang. anak sekarang pada pinter. aku pernah nyoba ceritain kisah binatang, pertanyaan baliknya banyak banget. ampe bingung mau jawab begimana. xD

    Itu, kalo ketemu harimau, kucingnya beneran dikejar? *yang ini aku gak tahu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau di ceritain sama anak kecil emang bisa berabe, dapet pertanyaan yang bikin mati kutu, apalagi kalau anaknya serba ingin tahu =D

      iya beneran ko,, :p kalau gak percaya tanya aja kucingnya =D

      Delete
  4. Ceritanya enak dibaca dan mantap. Kapan yah kucingnya biisa segede harimau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih. mungkin nanti kalau ada alat ajaibnya doraemon, yang bisa bikin gede kucing :D

      Delete
  5. aku baru tahu ternyata beginilah dongeng terbentuknya sifat kucing... aku terharu

    ReplyDelete
  6. Gambarnya lucu nih, kurang gambar anak harimau pasti tambah lucu

    Pesannya bagus sih, tapi sekarang orang males malah tambah gemuk bukannya mengecil, gimana tuh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. males nyarinya, haha =D
      ya kan cerita gak harus sesuai kenyataan ;p

      Delete
  7. sy cuka ceritanya terlebih pesan dan hikmah yang tersampaikan kepada pembaca. postingan yg inspiratif.

    ReplyDelete
  8. wah, kacau memang si kucing. manfaatin harimau begitu saja...
    kalau gue jadi harimau, bakal gue telen hidup2 tu kucing.
    kucing kok gitu....

    ReplyDelete
  9. Badanku kecil, apakah aku pemalas? haaaa

    ReplyDelete
  10. keren dongengnya, ini teh buat sendiri, keren, ceritanya menarik sekali, ternyata kalau pemalas bisa menjadi kecil seperti kucing, mungkin tidak kecil secara fisik, tapi kecil secara mental, jadi harimau diibaratkan orang yang rajin, sedangkan kucing diibaratkan orang yang pemalas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, gue gak kepikiran pesannya sampe ke situ sih hihi tapi bagus juga. makasih ya :D

      Delete
  11. Kucing itu menipu harimau, jadi begitu ya dongeng kenapa harimau akhirnya marah sama kucing.

    ReplyDelete
  12. ceritanya bagus mbak,idenya ngalir gitu,,intinya kita gak boleh malas dan bergantung hidup sama orang lain.perlu usaha untuk menjalankan kehidupan :)

    ReplyDelete
  13. but!! thats why i love cat XD. kalo kucingnya rajin, ntar dia minta gaji lagi, mending malas aja lah,,

    tapi malasnya jangan sampe diterapkan sama manusia,


    *gue kira semut beneran tadi, taunya cuma widget blog :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama ko, gue juga suka sama kucing :D
      kamu orang ke sekian yang ketipu tuh semut, hahaha :))

      Delete
  14. Kayaknya lebih enak jadi kucing.. Kerjanya makan tidur pipi bokel main-main aja kan.. Hahah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang enak, kamu berminat berubah menjadi kucing beb? =D

      Delete
  15. Enggak. Soalnya ngga bisa pacalan :P

    ReplyDelete
  16. tuh,, cewek2 ga perlu lagi susah2 diet,, tinggal bohong kayak kucing aja,, nanti juga mengecil,, *eppsss,,

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!