Friday, May 22, 2015

Layu Sebelum Berkembang


Ini bukan cerita cinta yang tak terbalas, bertepuk sebelah tangan atau cinta seorang secret admirer. Hanya sebuah pengalaman hidup tentang bagaimana sebuah rasa yang mulai tumbuh secara perlahan kemudian terpaksa harus membunuh rasa itu.  Seperti benih yang terabaikan, terbuang lalu mati dengan sendirinya. Berakhir dengan menatap sendu dia yang pergi menjauh. Hanya manahan rasa geram terhadap alasan yang membuatnya layu sebelum berkembang.

Gue bukan wanta yang cantik dengan badan proporsinal. Hanya seorang wanita yang berwajah biasa tapi, hey wajahku tidak seburuk putri Fiona, badanku tak sebesar gajah atau sekecil batang pohon bambu. Maaf kalau gue seperti memandang dari segi fisik tapi, kenyataannya bukankah warga mars memandang dari segi penampilan terlebih dahulu? dan jangan pikir gue tak tahu kalau diluaran sana ada, bahkan banyak wanita yang mempunyai kekurangan dalam hal fisik tapi, itu tidak menyurutkan dia untuk menemukan pasangan sejiwa. 

Lalu masalahnya apa? Ah, kamu belum ketemu-ketemu sama si pangeran berkuda putih kamu ya il? Harus gue akui, memang itu permasalahan pokoknya. Gue telah mengenal cukup banyak pria, entah itu cuma kenalan, berteman, gebetan hingga mempunyai sebuah hubungan Hanya selalu ada pertanyaan yang mengalun dalam pikiran, “mengapa harus selalu seperti ini?”

Banyak alasan yang membuat gue urung untuk menjajaki, alasan yang sebenarnya hal yang sepele, kelemahan yang mungkin lebih sedikit dibanding kelebihan yang dia punya tapi, gue gak bisa menerima ini. Banyak hal negatif yang berseliweran di pikiran gue, kalau dari sekarangnya kaya gini, gimana nanti. Entahlah, mungkin hati gue gak siap, mungkin emang si cupid belum melesatkan anak panahnya ke gue. oke, disini, gue mau berbagi, alasan-alasan yang membuat gue mundur teratur, membuat gue bilang “bukan kamu yang gue cari”


A: dia seorang lelaki berponi yang wangi, ekhem. Termasuk orang yang perhatian juga, ketika gue bilang lapar saat itu juga dia datang ke tempat gue sambil bawa makanan, bukan seorang yang cuma ngingetin doang tapi langsung action. Kenapa gue gak bisa bareng dia? Alesannya Gue ngerasa minder.
B: gak kuliah tapi dia udah kerja ditempat yang lumayan, bisa bikin dia keliling indonesia. Seorang lelaki alim, sopan dan gak macam-macam. Sebelum pdkt aja minta izin dulu ke gue. Dia juga tipe lelaki yang keningnya gak akan berkerut ketika harus traktir gue. Gak bisa bareng karena dia dan gue sama-sama introvert. Kamu tahu apa yang terjadi kalau dua orang introvert berada di ruang yang sama?  yang terjadi adalah, krik,, krik,, krik,, sepi. Garing.
C: lelaki yang mempunyai senyum manis karena punya lesung pipit meski tingginya hampir sama dengan gue. Dia juga alim tau agama, diskusi bareng dia itu enak, disini kita nyambung. Sama-sama pencinta buku meski genrenya beda. So bisa jalan bareng ke toko buku. Gak bisa bareng, guenya belum mup on.   
D: lelaki dari masa lalu. Baik, mau nurutin kemauan gue. Minta temenin gue, kesini mau, kesana mau. Bahkan mau jalan jauh ke tempat gue cuma buat beliin gue galon air minum padahal dia abis gawe. Gak bisa karena belum mup on.
E: namanya sama persis dengan nama bulan di kalender. Seorang yang kerja kantoran. Rapi, wajahnya enak dilihat dengan tingginya yang oke. Kulitnya lebih putih dibanding gue karena dia keturunan orang China. Gak bisa karena dia nembaknya kecepatan dan gue gak mau dibilang gampangan apalagi ngelihat tampangnya. Gue pikir ini orang pasti punya gandengan lain. Gitu.
F: lelaki berumur karena usianya 30+, termasuk orang yang mau ‘serius’.  Kerjaannya oke, gak pelit, enak diajak ngobrol. Gak bisa karena saat gue nanya tentang dia ke sodara, tanggepan sodara gue gak enak diliat, mana sodara komentarin fisiknya, em ya dia emang agak buncit dan terlihat seperti om-om yang udah nikah. Disitu nyali gue ciut, minder, malu sama sodara dan ada ketakutan seandainya dia beneran udah nikah gimana, mau nanya langsung gak berani. Tapi nyatanya belum, nyesel udah dengerin sodara.

G: seorang dengan profesi yang bikin gue kagum, ah gue suka nih profesi, keren aja gitu dimata gue. Dia programmer. Dapet ipk yang lebih tinggi dibanding gue, disini gue berasa minder. Alim, sopan termasuk yang gak macem-macem juga dan terlihat dia sayang ibunya. Gak bisa karena lagi-lagi introvert menjadi kendala,sama-sama gak bisa mengembangkan obrolan menjadi lebih seru malah terkadang obrolannya terasa basi, mencoba bertahan tapi gak bisa. Garing. Bosen.

H. dia memiliki kepribadian yang menyenangkan. Bisa membuat gue ketawa dengan candanya. Dia ekstrovert. Bikin gue nyaman menjadi pendengar setia obrolannya. Enak diajak diskusi, ngomong ini tau, itu tau. Hidup gue jadi gak sepi, jago main musik dan bisa nyanyi. Suaranya enak didengar. Perjuangan hidupnya jempol. Dia sosok yang gue cari tapi dengan kepribadian dia yang seperti itu membuat dia mengenal banyak wanita cantik, bahkan dia disukai sama banyak cewek yang lebih cantik dibanding gue. Gue minder, takut malu-maluin dia. So, gue ngelepasin dia.

Sampai sekarang gue gak tahu sebenarnya sosok seperti apa yang gue cari. Gue tahu ko manusia gak ada yang sempurna, pasti dia mempunyai kekurangan entah itu banyak ataupun sedikit, gue sendiri jauh dari yang sempurna. Gak tau deh, gue ngerasa belum klik aja. Gue percaya kalau dia adalah the right men, hati gue akan menerima tanpa ada alasan apapun, tanpa ada kata tapi.

8 comments:

  1. Hahahaa . . rata2 pesimis ini mah nyari pasangannya . . Jangan gitu dong, dijajaki aja dulu . . nyari jodoh kan kayak nyari baju, dipilih2 dulu . . belinya mah urusan belakangan . . hahaa . .

    Yang "H" itu sebenernya type yang keren lo, kenapa dilepasin . .?? ahhh sayang sekali . . Bener2 benci persaingan ya kayaknya . .??

    ReplyDelete
  2. santai, kalau memang jodoh, pasti "klik" kok...
    selama the right man itu bisa bikin nyaman.
    mungkin.... harus lebih mencoba menerima kekurangan. mungkin loh ya....
    itu yang c sama d sayang banget yak....

    ReplyDelete
  3. Perjalanan masi panjang ila,,.toh kamu masi muda hehhehe
    memang nemu yang pas covok di hati itu sulit, semoga cepat menemukan pangerannya ya :)

    ReplyDelete
  4. Santai, jodoh gak bakalan ke mana selama masih berusaha untuk mencari. Waktu masih panjang dan masih bisa menyeleksi dengan baik pria yang sesuai impianmu.

    ReplyDelete
  5. Ahahaha aku juga pernah berada di posisimu kok il.. :D
    Tapi tenang aja, kalo Tuhan udah merencanakan jodoh terbaik untukmu, datangnya pasti gak disangka-sangka :))

    ReplyDelete
  6. Cobalah menerima apa-adanya mereka yang kamu rasa tulus sayang sama kamu. Jangan dengerin kata orang. Yang terpenting sih move on dulu. Hehehehe.

    ReplyDelete
  7. Membuaat kriteria jodoh (selain moral dan agama) berarti membatasi banyak orang agar tidak bisa mendekat. Meskipun ada yang sangat baik dan cocok, namun dengan kriteria yang kita pasang, dia akan berlalu. *itu pesen om saya*

    gak tahu apa maksudnya, Tapi sepertinya agar kita tidak telalu pemilih ketika menemukan yang baik. karena jodoh bukan hanya tentang sia untuk kita, tapi juga tentang bagaimana kita untuknya. *ini aku ngomong apa*

    ReplyDelete
  8. semoga lekas bertemu si dia..

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!