Saturday, July 25, 2015

Kesepian yang Paling Nyata



Sekarang gue mau menggalau lagi, menceritakan isi hati yang lagi mengharu-biru. Tentang kesepian. Lirik lagu dari dygta yang berjudul Kesepian kayanya oke menjadi backsound pas baca postingan ini, tadinya gue mau pasang widget ‘lagu’ Dygta-Kesepian di blog, biar menyayat hati gitu tapi aaah itu kan norak ya? Berasa ngenes banget idup gue. Hahaha =D dan tolong ya lupakan dua bait lirik yang di awal, itu liriknya mengenaskan memang. Pas bagian reffnya, yang gue rasa ajib banget deeeh! Cucok ne.
Dygta “Kesepian”
Kurindu disayangi, sepenuh hati
Sedalam cintaku, setulus cintaku
Kuingin memiliki kekasih hati
tanpa air mata, tanpaa kesalahan
bukan cinta yang melukai diriku
dan meninggalkan hidupku lagi
reff: tolonglah aku dari kehampaan ini
selamatkan cintaku dari rapuhnya jiwaku
hempaskan kesendirian  yang tak pernah berakhir
bebaskan aku dari keadaan ini
sempurnakan hidupku dari rapuhnya jiwaku
adakah seseorang yang melepaskanku dari kesepian ini

 
Kesepian yang gue bahas di sini bukan hanya kesepian karena si pangerannya nyasar mulu tapi, lebih ke perasaan sepi yang lebih umum. Di saat yang seperti apa sih kamu bisa merasakan kesepian? Di saat sendirian? Tak ada teman atau keluarga di sisi kamu? Bisa jadi, saat yang seperti itu menjadikan seseorang merasakan kesepian. Banyak orang yang berpandangan bahwa ketika kamu sendirian pasti kamu merasakan kesepian, ya terkadang gue juga merasakan hal itu, merasakan kesepian di saat gue sendiri, apalagi ketika gue mikirnya kejauhan tapi, gue lebih merasakan kesepian jika berada di lingkungan yang banyak orang. Gue sendiri bingung, ini disebut kesepian tipe apa ya? Dan ternyata apa yang gue rasain selama ini wajar, karena ada penjelasannya.

 
Hal ini ada hubungannya dengan pembawaan seseorang sejak dari lahir. Kamu tahu kan, kalau kepribadian manusia itu berbeda-beda, ada introvert, ekstrovet, yang lebih kompleks, kepribadian dibagi lagi dengan ada yang namanya sanguinis, koleris, plegmatis dan melankolis. Untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis-jenis kepribadian itu, tanya si embah aja ye,,,

 
Gue baru mengetahui tentang jenis kepribadian manusia mungkin sekitar 3-4 tahun ke belakang deh. Gue lupa tepatnya kapan, yang jelas ketika gue mencari tahu tentang jenis kepribadian dan mengikuti tes ini itu yang ada di si embah, gue jadi lebih mengenal diri gue sendiri. Dulu, sebelum gue mengetahui hal itu, gue selalu mikir kenapa gue gak bisa seperti orang lain, ketika gue mencoba menjadi seperti orang kebanyakan, lebih terbuka, gue malah tersiksa sendiri. Rasanya ngebatin. Gak kuat deh, termasuk tentang kesepian yang gue bahas disini.

Karena kepribadian gue ini, waktu kecil gue pernah di obatin ke berbagai jenis ‘orang pintar’ bahkan gue pernah makan ‘jengger ayam’, untuk menyembuhkan sifat pendiam gue ini. Katanya, menurut  orang, ‘jengger ayam’ dipercaya ampuh untuk mengobati sifat pendiam dan pemalu. Katanya. Aaah, seandainya, mamah masih ada, gue akan jelasin panjang lebar kenapa gue bisa seperti ini.

 
Kembali ke laptop,, ekekek,,
Ya balik ke topik semula, kesepian. Gue termasuk tipe orang yang suka menyendiri, gue nyaman berjam-jam sendirian di kamar yang tertutup, jauh dari dunia luar. Rasanya menyenangkan, seperti mempunyai dunia sendiri. Gue bisa menjadi diri gue sendiri ketika gue sendirian, tanpa ada kepura-puraan yang menyiksa. Gue bisa membayangkan banyak hal, berimajinasi, berpikir dan merenung tentang apapun yang telah terjadi. Hal itu jauh lebih membahagiakan bagi gue, daripada harus berada ditengah banyak orang. Aaaah, itu sangat menyiksa teman!!

 
So, kegiatan atau acara yang mengundang banyak orang adalah hal yang sangat gue hindari. Meski, sebagai manusia yang mempunyai keluarga dan kerabat, hal itu tak bisa gue hindari. Mau gak mau, gue tetep harus ketemu dengan banyak orang. Ketika ada keluarga yang menikah, acara sambang-menyambangi rumah ketika lebaran atau ketika ada keluarga yang mengunjungi rumah gue, dimana gue harus saling sapa, ngobrol tentang banyak hal, (-_-yang jelas gue lebih banyak ditanya), itu adalah saat dimana gue ngerasa kesepian yang paling nyata. Sangat menyiksa dan membuat batin gue tertekan. Gue ngerasa asing berada di tengah mereka, seperti alien yang hidup ditengah kerumunan manusia dan gue yang menjadi aliennya :| ugh gak enak banget kan? Rasanya pengen deh seketika itu juga gue merubah bentuk menjadi liliput atau jadi  burung biar bisa terbang bebas.

 
Yang gue lakuin hanya berpura-pura bahwa gue nyaman dengan tebar senyum sana-sini dan duduk manis mendengar obrolan mereka. Padahal dalam hati, gue pengen nangis. Cuma bisa berharap, semoga cepat selesai, pengen cepet-cepet menyingkir, kabur tapi, gue hanya bisa bermain dengan pikiran gue, “Tuhan, tolong cabut nyawa gue sekarang, tolong, ini siksaan yang berat” (-_-okeh, ini lebay tapi, emang itu yang gue rasain). Ah, gue benci berada di tempat keramaian.

 
Tapi, tidak selalu tempat yang ramai menjadi siksaan buat gue. Gue suka berada di tempat keramain jika tak ada satu pun orang yang gue kenal. Menyendiri di tengah keramaian, nangkring di alun-alun atau sebuah taman dan memperhatikan tingkah orang yang lalu lalang, itu hal yang gue sukai. Menyenangkan loh memperhatikan tingkah orang lain itu, membuat pikiran gue bertanya banyak hal “apa ya yang ada di pikiran orang itu?”, “gimana ya rasanya menjadi dia?”, “kenapa dia melakukan hal itu”, “bagaimana caranya agar bisa menjadi dia?”, “apa ya yang udah dilakuin dia tadi?”. Banyak deh pertanyaan yang muncul di pikiran gue dan pertanyaan-pertanyaan itu gue juga yang jawab sendiri. hahaha =D

 
Suka ada anggapan kalau kamu sendirian berarti membuktikan kalau kamu gak punya teman, jadinya kesepian. Iyakah? Tidak juga. Hal itu tidak menyurutkan gue untuk berteman dengan orang lain. Hanya agak lama untuk bisa berteman karena gue membentengi diri terlebih dahulu. Memperhatikan keadaan sekitar dan tingkah laku orang itu, baru gue bisa membuka diri. Hanya orang yang membuat gue nyaman dan tahan dengan sifat datar gue, yang bisa membuat gue bicara banyak hal. Jadi, sepanjang gue hidup, teman yang akrab sama gue bisa diitung sama jari :|  dikit ya? Tak masalah sih buat gue, kadang gue malah berpikir, “kenapa sih manusia itu harus bersosialisasi?” karena hal itu sering membuat gue tertekan.

 
Ugh, postingan ini malah melebar kaman-mana, gak fokus ye? Uhuk maaf. Jadi begini teman. Gue buat postingan ini, untuk menjawab mereka-mereka yang mempunyai pikiran sempit yang bilang kalau sendirian itu kesepian. Hey, sendirian itu tidak selamanya berarti kesepian, malah bisa jadi sebaliknya. Tolong buka pikiran kamu tentang hal ini ya. Bosen sih gue  ditanya, “apa gak bosen, diem terus di kamar?”, “apa gak kesepian, sendirian terus?”. Buat gue, berada di tengah orang yang tidak membuat nyaman meski kenal, itu jauuuuuuh lebih merasa kesepian dan sangaaaaaat membosankan!!! Satu hal yang perlu kamu tahu, bagaimana pun juga gue akan selalu butuh waktu untuk sendiri, menarik diri dari dunia, menenangkan pikiran, kalau ibarat handphone, gue butuh di charge =D, jadi jangan ngejudge gue kesepian mulu ya!!
 

Udah deh, bye bye,,,


8 comments:

  1. kesepian adalah satu kalimat yang sering dirasakan oleh banyak orang :)

    ReplyDelete
  2. Kesepian ?? yaa itulah kalimat yang sering banyak dirasakan oleh semua orang, apalagi untuk para Jomblo *eh hihihi

    ReplyDelete
  3. Bener banget, kenapa harus kesepian.. dunia kan luas :D

    ReplyDelete
  4. Paling ngenes lagi kalau lagi jomblo, kerasa bangad kesepiannya.

    ReplyDelete
  5. Pfff~ udah ngetik panjang-panjang tadi malah kehapus -__-

    Baiklah, mari mulai lagi.

    Dari yang aku baca di atas, sepertinya kamu berkepribadian introvert? Betul tidak? Please, say yes. Hehehe. Aku ngerti nget banget malah sama semua yang kamu rasain tadi. Karena, well, kita rada mirip. I'm an introvert, honestly.

    Apa gak bosen di rumah terus? <-- jenis pertanyaan yang rada membosankan. Nope. Nggak, nggak bosen karena justru saat sendirian dan berdiam itulah kita merasa bebas, mengisi energi, melakukan hobi, dan sebagainya.

    Dulu sempat bingung juga kayak kamu, kenapa diri ini begini adanya *tsahh~ Tapi setelah tau tentang tipe-tipe kepribadian itu akhirnya masalahnya terpecahkan. Nggak banyak memang yang berkepribadian kayak itu, minoritas. Tapi, yah, setidaknya kita bukan satu-satunya :)

    At last, salam kenal yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. diantara yang komen, komen kamu yang paling nyambung sama isi postingannya,, terima kasih untuk komentar panjangnya, berarti benar, kamu baca sampe abis :D
      ya gue tipe introvert. tos!! ditambah plegmatis dan melankolis juga, x_x
      salam kenal kembali :)

      Delete
    2. nah, sama kayak Nurul. udah ngetik trus kehapus, greget banget...
      Well, introvert, plegmatis, dan sedikit melankolis, weh sama kayak aku. Aku juga pernah mikir " kenapa sih manusia harus bersosialisasi?" walaupun dalam ati gak memungkiri kalo itu emang perlu. malah pernah juga berangan-angan andai ada dunia dimana nggak ada orang yang aku kenal dan kenal aku, dan aku bebas ngapain aja haha, dan sayangnya itu gak mungkin. btw salam kenal ya...

      Delete
  6. NahNih baru seru cerita ny keren !
    Jd ksepian . Ada cermin kah?coba liat cermin trus terseyum-ketawa d.depan cermin tersebut coba liat siap yg ketawa dan siapa yg d.ketawai !!pasti maneh seri ka maneh .kmudian tanya bnyanganmu d.cermin!!jelas cermin trsebut melontarkan prtanyaan yg sama !! Jd ajaklah orang untuk tertawa dan sling bertnya dngan bgitu kau tdak trtawa sndiri dan setiap prtanyaanmu akn mnghasilkan sebuah jawaban .. Ouugh gx suka keramaian (murtad) justru sbenar ny orang yg sllu ksepian mh suka berandai-andai jd sok assyik sendiri sbnar ny mh hayang ada yg menperhatikan.. Eehh apakah karna kou seorang alien jd lbih memilih untuk mengasingkan diri .dari pada mngasingkan diri lebih baik kou coba untuk menguasai dunia ini . memang tidak mudah tp alien mempunyai otak gede jd pasti punya cara tersendiri ..untuk mnarik perhatian orang d.sekitar ..

    Lanj

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!