Wednesday, July 01, 2015

Meminta Maaf Itu Mudah, Ikhlas Itu yang Sulit


Sekarang gue mau membahas ‘sesuatu’ yang agak berat. Gue nyadar sih ilmu gue cetek, pengalaman gue minim buat membahas hal ini tapi, gak salah kan kalau gue mengungkapkan opini gue? ini loh yang selama ini gue renungkan. Tentang minta maaf.



Bulan puasa udah jalan setengah bulan dan sebelum menjalani ibadah puasa biasanya orang akan berlomba-lomba untuk meminta maaf, katanya sih biar puasanya afdol dan nanti setelah bulan puasa berakhir, orang juga akan berbondong-bondong buat minta maaf ke orang-orang terdekatnya, entah dengan bertemu langsung, telphone, sms atau update status dengan pakai kata-kata layaknya pujangga. Cieeeh udah berasa Kahlil Gibran nih ye,,   cuit cuit,,


Meminta maaf itu mudah tapi, ikhlas itu sulit,,,
Disadari atau tidak, kita sebagai manusia pasti pernah melakukan kesalahan yang membuat hati orang terluka, meski memang ada orang yang merasa sempurna hingga menurut dia, dia gak punya salah apapun. Lucu ya manusia itu, haha, kesadaran dirinya itu terkadang lebih rendah dari bayangan gue, :D

Lebih lucu lagi, ketika ada orang yang meminta maaf kepada orang lain dan ternyata orang itu masih marah hingga sulit untuk memaafkan kesalahannya. Nah, tak jarang ada manusia yang suka berceloteh seperti ini,
>:o“sombong banget sih, gak mau maafin”,
>:o“belagu lo, udah bagus gue minta maaf ama lo”
Konyol ya, ada orang yang niatnya baik ingin minta maaf, tapi ketika permintaan maafnya tak diterima, dia menggerutu di belakang dan ngoceh hal yang negatif. Huhu malah bikin tambah emosi sama orang yang seperti ini. Bukannya memperbaiki kesalahan tapi, ini malah memperparah. Gue malah jadi mikir, nih orang niat gak sih minta maafnya? Ikhlas gak sih minta maafnya? Atau hanya ingin dipandang menjadi orang baik jadi minta maaf, gitu? Duh teman, coba ya sebelum minta maaf, belajar ikhlas dulu, meski gue tahu ikhlas itu suliiiit. Biar gak ada kejadian lucu kaya gitu.

Jadi sebelum meminta maaf, siapkan diri untuk menerima kejadian yang tak mengenakan yaitu permintaan maafmu tak diterima. Meminta maaf duluan itu memang perbuatan yang baik sekali tapi orang lain yang punya hak untuk menerima atau tidak. Kamu tinggal menunggu, kalau tak diterima coba ikhlas ya, yang penting kamu udah berbuat baik. Jangan sampai perbuatan baik kamu tercela ketika tak bisa menerima keputusan orang lain yang tak menerima permintaan maafmu dengan menggerutu.

Yang perlu kamu ketahui dan sadari teman, ketika hati terluka oleh orang lain, terkadang ada saatnya sulit sekali untuk memaafkan kesalahan, apalagi kesalahan yang berulang dan si peminta maaf gak sadar salahnya dimana. Hah emang ada? Ada,,

Semua orang bisa meminta maaf tapi, tak semua orang mampu menyadari kesalahannya,,,
Menurut kamu point utama dari minta maaf apa sih? Kalau buat gue nih ya, meminta maaf itu adalah menyadari kesalahan dan tidak mengulangi perbuatan yang menyakiti hati orang lain lagi tapi, terkadang hal itu tidak terjadi. Orang hanya meminta maaf saja, udah beres. Keesokan harinya? Mengulangi lagi. Gitu aja terus. Gue juga salah satu orang yang terkadang melakukan kesalahan yang sama. 

Intropeksi diri itu emang penting, mudah diucapin tapi, susah dilakonin. Apalagi untuk orang yang sombong dan egois, kayanya gak ada kata intropeksi diri di hidupnya, karena merasa “guelah yang benar”. Padahal manusia itu gak ada yang sempurna, pasti pernah membuat hati orang lain terluka tanpa kamu sadari.

Buat kamu yang intovert, ketika kamu sakit hati akan perbuatan orang lain yang bisa dilakuin adalah diam, ya kan? Terkadang, menjauhi. Ngomong aja ogah dengan orang yang bikin sakit hati. Ah, boro-boro ngomong kadang nengok aja ogah. Ngelihat wajahnya itu bikin emosi mendidih. Gue salah satu orang yang seperti itu. Diam dan menjauhi orang itu. karena gue pikir ketika ada orang yang mengulangi perbuatannya berulang-ulang dan gak sadar-sadar kesalahannya dimana. Hal yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menjauhi. Karena percuma meminta maaf tapi melakukan kesalahan yang sama. Masa hidup gue harus sakit hati terus sih? Tapi, sikap ini malah bikin gue menjadi semakin dipersalahkan. Menyebalkan. Lucunya, sampai ada yang bilang gini,
“ngapain gue minta maaf sama dia, kan dia yang mendiamkan gue duluan”
Hey, manusia sempurna. Sadar gak sih, ketika ada orang yang sifat dan tindakannya berubah kepada kamu, bisa dipastikan ada tindakan atau ucapan kamu yang menyakiti orang itu tapi, ya namanya manusia sempurna pasti gak akan mau tahu tentang hal ini. Kesombongan memang membuat manusia buta akan keburukannya sendiri. 

Gue yang sakit hati, kenapa gue yang harus minta maaf?  Jadi, kaya gini ceritanya,,
:(“gue minta maaf ya sama lo, soalnya lo udah bikin gue sakit hati,,” 
>:o “iya gue maafin, makanya lo jangan sakit hati”
Hah?! Gitu maksudnya? Lucu. Sekalian aja nyuruh buat gak usah punya perasaan lagi deh. Bukannya menanyakan kenapa berubah tapi, malah menyalahkan sehingga dirinya terlihat benar. Huhu manusia terkadang memang bikin pusiiing. Apalagi si manusia sempurna. Haha.

Udah ah curhat gak jelasnya,, terima kasih udah mampir
Bye bye :D

10 comments:

  1. Iya, il... :D beberapa kalia nemuin yang begitu. :D
    Tapi... sering juga moment maaf-maafan ini dibuat moment penghapusan salah secara kilat. Jadi yang awalnya gengsi mau minta maaf, jadi bisa maafan. :D

    ReplyDelete
  2. memaafkan pun belum tentu melupakan, kita bisa saja memaafkan orang yang membohongi kita, tapi kita berhak untuk tidak lagi percaya kepada mereka.... kadang orang2 gagal paham soal ini...

    ReplyDelete
  3. Iya gitu lah orang, Kalau kita disakitin orang pasti pernah nyakitin orang juga. Kalau minta maaf ditolak, pasti pernah nolak memaafkan orang juga kan ya? Karena hidup itu kaya lagi bercermin. Kayanya gitu il. Iya maaf ye kalau ada salah :D

    ReplyDelete
  4. aku sering nemuin orang kaya gituh mbak , hehe

    ReplyDelete
  5. Begitulah memaafkan, kita hanya mampu meminta maaf dengan ikhlas dari hati.

    ReplyDelete
  6. memang bener, memaafkan lebih mudah tapi untuk mengikhlaskan nya itu yang susah ..
    pernah juga tuh ada temen gue yang kayak gitu, dia yang berbuat salah tapi gue yang minta maaf, aneh kan ..
    ya udah sii yang penting niat kita minta maaf terserah dia mau maafin atau engga, toh dia sendiri yang lelah :)

    ReplyDelete
  7. Seharusnya bisa belajar untuk ikhlas, karena selama ramadhan kita di ajarkan untuk menjadi orang ikhlas dan menerima keadaan dengan lapang dada. Itu kata pak ustad saat ceramah taraweh, contohnya kita bisa memetik pelajaran itu lewat puasa yang kita jalankan selama sebulan penuh.

    ReplyDelete
  8. artikel menarik, bisa disubmit di situs kami :)

    ReplyDelete
  9. aku juga gitu dulu munafik banget deh rasanmya :(

    ReplyDelete
  10. Ya wajarlah masih banyak orang yang begitu :)

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!