Monday, September 07, 2015

[Part 11] Sinopsis Drama Korea Princess Ja Myung Go


Ini merupakan drama korea bertema kerajaan yang terfavorit dan terbaik ever,,, buat gue!! jadi sinopsisnya panjaaaang, semangat sih bikinnya hahah =D so, gue buat postingan terpisah khususon buat drama ini. :D Suka deh sama drama ini, ceritanya seru, gregetan, romantis pisan sekaligus tragis. Uuugh.. keren deh pokoknya!!! Anyway, pangeran Hodongnya tampan #kedip-kedip bikin betah buat mantengin, hahah =D meski jumlah episodenya bikin ajeb-ajeb,  39 episode!! x_x Princess Jamyung daebak!! Daaan buat kamu yang baca, awas spoiler, gue bikin ampe endingnya =D

Drama ini menceritakan tentang seorang puteri yang berjuang untuk melindungi negaranya dan merebut kembali tahtanya. Pada saat itu kerajaan Nakrang di pimpin oleh Liu Xian, karena menurut pendapat seorang rahib bahwa salah satu anak peremuan Choi Lee akan menghancurkan Nakrang maka Liu Xian memerintahkan Jenderal Hogok untuk membunuh kedua puteri Jenderal Choi Lee yang baru lahir. Istri kedua Choi Lee, Wang Jasil menggoda rahib untuk menyelamatkan puterinya yang diberi nama Lahee sedangkan, istri pertama Choi Lee yaitu Mo Haso, harus membuang puterinya yang masih bayi bernama Jamyung ke sungai tapi, keberuntungan menaungi Jamyung karena Jamyung diselamatkan oleh kelompok sirkus. Jamyung pun diberi nama Puku.

Jenderal Choi Lee dan Jenderal Wang Geong berusaha untuk menjatuhkan kepemimpinan Liu Xian dan merebut Nakrang. Berhasil. Wang Geong pun menjadi calon raja Nakrang tapi, itu tak berlangsung lama karena sebelum hari penobatannya sebagai raja Nakrang, Wang Geong dibunuh oleh adik kandungnya sendiri yaitu Wang Jasil, istri dari Choi Lee. Pembunuhan itu pun dilihat oleh Lahee kecil. Sepeninggal kematian Wang Geong, Nakrang pun dipimpin oleh Choi Lee.

Di lain cerita, ada kerajaan Goguryeo  dengan raja Daemushin, yang ingin merebut Nakrang karena Nakrang mempunyai tanah yang subur. Kerajaan Goguryeo mempunyai seorang pangeran yang akan menjadi raja Goguryeo yaitu pangeran Hodong tapi, malangnya ibunya Hodong telah meninggal. Raja Daemushin mempunyai ratu yaitu Mae Seol So, yang ingin merebut posisi pangeran Hodong tapi, sayang Raja Daemushin tak pernah menyentuh ratu. Hal itu dilakukan agar tak ada perang saudara yang memperebutkan posisi raja.

5 tahun kemudian,,
Puku telah menjadi gadis yang jago bela diri setelah belajar dari mantan jenderal Liu Xian yaitu Hogok, tanpa Puku ketahui bahwa Hogok melakukan itu untuk melakukan balas dendam kepada Choi Lee, agar nanti puku bisa merebut tahtanya dan membunuh Lahee, saudaranya. La Hee sendiri tumbuh menjadi gadis cantik. (-_-secara Park Min Young gitu loh, meski cantiknya oplas, woahaha =D)

Ratu Goguryeo yaitu Mae Seol So, hamil. Raja Daemushin tak menyukai hal itu bahkan memerintahkan pangeran Hodong untuk membunuh Mae Seol So. Karena Mae Seol So dianggap pengkhianat yang akan memecah belah  Kerajaan Goguryeo, hanya pangeran Hodong melepaskan Mae Seol So. Hingga akhirnya Mae Seol So melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Haeae Wu. Haeae Wu pun mengancam posisi pangeran Hodong. Lahee sendiri diangkat menjadi putri mahkota kerajaan Nakrang.

Lahee, Pangeran Hodong dan Jamyung


Hogok mengancam Puku agar membunuh Lahee, kalau tidak orang tua angkatnya akan mati disiksa. Puku bersedia tapi, digagalkan oleh pangeran Hodong. Sejak saat itu puku menjadi pengawal pangeran Hodong dan tinggal di Goguryeo. Karena sering bersama, mereka pun saling mencintai.

Kerajaan Goguryeo dan Nakrang membuat kesepakatan yang akan menikahkan Pangeran Hodong dan Lahee tapi, kesepakatan itu rusak karena ulah Wang Jasil. Raja Daemushin murka dan memerintahkan untuk menangkap Lahee.  Goguryeo menyerang Nakrang dan berhasil membawa Lahee. Di pertempuran itu Puku berhasil membunuh Jenderal Nakrang. Karena hal itu, Puku menjadi penjahat di Nakrang.

Wang jasil melakukan berbagai cara untuk menemukan Jamyung agar bisa membunuh Jamyung hingga posisi putri mahkota Lahee tidak terancam tapi, Mo Ha So juga tak henti mencari tahu keberadaan anaknya yaitu Jamyung dan akhirnya mengetahui kalau Jamyung itu adalah Puku. Dayang Mo Ha So berhasil mengetahui kalau Puku benar-benar Jamyung tapi, karena hal itu dayang Mo Ha So diracun oleh dayang Wang Jasil. Hanya, dayang Mo Ha So berhasil meninggalkan pesan yang mengatakan kalau Puku adalah Jamyung. Pesan itu berhasil diketahui oleh Puku. Puku pun pergi ke Nakrang untuk bertemu dengan ibunya yaitu ratu pertama Nakrang, Mo Ha So. 

Bersamaan dengan itu pula, Lahee berhasil melarikan diri  dari kerajaan Goguryeo dengan bantuan Pangeran Hodong. Pangeran Hodong berbohong kepada Lahee kalau ia mencintai Lahee bukan Puku. Lahee bahagia, karena Lahee mencintai Pangeran Hodong. Raja Daemushin  marah karena Pangeran Hodong melepaskan Lahee dan menghukum Pangeran Hodong tapi, Pangeran Hodong  malah pergi ke Nakrang untuk menemui Puku.

Ditengah perjalanan Lahee diserang oleh pasukan Goguryeo yang diperintahkan untuk memenggal kepala Lahee. Puku yang berada disana menyelamatkan Lahee. Puku pun meminta Lahee untuk bisa pergi ke Nakrang agar bisa bertemu dengan ratu pertama Nakrang yaitu Mo Ha So. Sesampainya di Nakrang, Puku dipenjara karena telah membunuh Jenderal Nakrang, rakyat Nakrang meminta agar Puku dihukum mati.

Ratu Mo Ha So bertemu dengan Puku disana terkuaklah kalau Puku adalah Jamyung. Raja Nakrang yaitu Choi Lee pun mengakui kalau Puku adalah Jamyung. Untuk menyelamatkan Jamyung dari hukuman, Jamyung pun diperintahkan untuk menikah dengan Wang Hol. Panglima besar Nakrang yang juga merupakan adik dari Wang Jasil.

Jamyung pun memberitahukan alasan Jamyung pergi ke Nakrang yaitu untuk melindungi Nakrang, karena dalam mimpinya, Jamyung melihat kejatuhan Nakrang yang dikalahkan oleh Goguryeo dan yang memimpin penyerangan adalah Pangeran Hodong. Jamyung pun diperintahkan untuk membantu Jenderal Wang Hol membunuh Pangeran Hodong. Jamyung mematuhinya. Ketika Wang Hol dan pasukannya akan membunuh Pangeran Hodong, Lahee datang dan melepaskan Pangeran Hodong. Karena perkataan Puku yang ingin membunuh Pangeran Hodong dan akan menikah dengan Wang Hol, Pangeran Hodong pun mencari tahu siapa orang tua Puku.

Setelah sampai di Goguryeo, Pangeran Hodong menemui Raja Daemushin dan berkata kalau Pangeran Hodong akan menjadi  bayangan raja dan menaklukan Nakrang. Alasannya adalah karena Pangeran Hodong ingin menguasai seseorang yang tak lain adalah,,, puku tentunya. Pangeran Hodong pun menyampaikan rencananya dengan meminta Raja Daemushin untuk berpura-pura membuangnya dan diam-diam menyusup untuk menghancurkan Nakrang. Raja Daemushin pun mengasingkan Pangeran Hodong ke Jolbon, disana Pangeran Hodong melatih pasukan.

Kesalahan Jamyung akhirnya diampuni oleh Raja Choi Lee, dan menyuruh Jamyung untuk menikah dengan Wang Hol tapi, Jamyung memutuskan untuk menjadi biarawati. Jamyung pun harus menenggak racun. Hanya Wang Jasil menaruh racun ular sehingga semua orang mengira kalau Jamyung atau Puku telah meninggal. Biarawati dari Harap mengetahui apa yang dilakukan oleh Wang Jasil dan berhasil menyelamatkan Jamyung.

Setelah 25 bulan mengurung diri, Jamyung akhirnya mendapatkan jawaban dari langit, cara untuk mencegah perang dengan Goguryeo yaitu dengan membuat genderang pusaka untuk Nakrang yang bisa berbunyi sendiri jika terjadi perang. Genderang itu bernama Jamyunggo.  Jamyung meminta orang tua angkatnya untuk melakukan sebuah pertunjukkan wayang yang mengkisahkan tentang bagaimana sebuah genderang pusaka melindungi Nakrang agar semua orang mengetahui hal itu terutama pihak kerajaan Goguryeo.

Pangeran hodong pergi ke Goguryeo setelah mendengar Lahee akan menikah. Raja Daemushin pun marah mengetahui hal itu apalagi Pangeran Hodong tidak masuk dalam daftar calon suami Lahee. Pangeran Hodong pun menyusun rencana. Dimana Pangeran Hodong berpura-pura melarikan diri dari pengasingan dan meminta suaka kepada kerajaan Nakrang. Raja Choi Lee tak  menerima begitu saja, alasan Pangeran Hodong yang meninggalkan Goguryeo hanya karena Lahee. Pangeran Hodong pun membunuh pasukan Goguryeo yang ada bersamanya di hadapan Raja Choi Lee. Hingga pangeran Hodong mendapatkan suaka di Nakrang dan menjadi pengeran Nakrang. Disana, Pangeran Hodong bertemu dengan Puku yang telah menjadi biarawati.

Pada satu malam, Pangeran Hodong bertemu dengan Puku setelah Puku membunyikan peluit kecil pemberian Pangeran Hodong, disana Puku meminta Pangeran Hodong untuk menjadi ayah dan suami yang baik bersama Lahee. Menjadi ayah untuk penerus kerajaan Nakrang dan memberikan kasih sayang kepada anaknya yang tidak pernah Pangeran Hodong terima dari Raja Daemushin. Dengan sinis Pangeran Hodong  menerima saran tersebut. Aah,, pas bagian ini syeeedih, mana Pukunya mewek terus didengerin Lahee pula, uhuk.

Raja Choi Lee meminta saran kepada biarawati puku alias Jamyung yang pernah menjadi pengawal Pangeran Hodong. Jamyung mengatakan kalau Jamyung tidak bisa mempercayai Pangeran Hodong. Jamyung malah memberikan saran agar Lahee menikah dengan Janderal Wang Hol. Lahee tidak bisa menerima hal itu, begitu pun dengan jenderal Wang Hool yang ternyata menyukai Jamyung.

Lahee diam-diam mengetahui kalau Puku adalah Jamyung. Lahee menemui Puku, disana Puku membenarkan kalau Puku adalah Jamyung, adiknya Lahee. Pertemuan itu diketahui oleh ratu pertama, Mo Ha So. Dihadapan Mo Ha So, Lahee mengatakan kalau Lahee bisa menerima kalau Jamyung meninggal dunia tapi, Lahee tidak bisa menerima kalau Jamyung masih hidup. Karena kemarahan Lahee ini, Mo Ha So meminta kepada raja untuk menikahkan Lahee dengan Pangeran Hodong.

Setelah, Pangeran Hodong diangkat menjadi pangeran di kerajaan Nakrang, Pangeran Hodong diperlakukan dengan baik bahkan Wang Jasil pun bersikap baik. Satu hal yang tidak pernah dirasakan oleh Pangeran Hodong selama di Goguryeo. Mendengar Pangeran Hodong telah diangkat menjadi Pangeran Nakrang, Raja Daemushin memerintahkan untuk menyerang Nakrang. Pasukan Goguryeo was-was setelah beredar rumor bahwa Nakrang dilindungi oleh surga dengan perantara genderang Jamyunggo. Hanya, Raja Daemushin tidak mempercayai hal itu. Ketika pasukan Goguryeo menyerang Nakrang, genderang Jamyunggo berbunyi sendiri, suaranya pun terdengar hingga ke medan perang. Di perang tersebut pihak Goguryeo kalah.

Karena kekalahan tersebut, Raja Daemushin ingin melihat sendiri genderang Jamyunggo. Dengan alasan ingin melihat pernikahan Lahee dan Pangeran Hodong, Raja Daemushin pergi ke Nakrang. Sesampainya disana, Raja Daemushin mengatakan maksud sebenarnya yang ingin melihat genderang Jamyunggo. Raja Choi Lee pun membawa Raja Daemushin ke kuil tempat genderang Jamyunggo. Raja Daemushin mengatakan kalau dia tidak mempercayai bahwa genderang Jamyunggo bisa berbunyi sendiri. Disaat yang bersamaan, pasukan Goguryeo menyerang Nakrang dan ternyata genderang Jamyunggo bisa berbunyi sendiri, dihadapan Raja Daemushin. Raja Daemushin ketakutan. Setelah kembali ke Goguryeo, Raja Daemushin mengirim surat kepada Pangeran Hodong untuk menghancurkan genderang Jamyunggo.

Pangeran Hodong dan Lahee akhirnya menikah bahkan Jamyung sendiri yang mendoakan pernikahan mereka, ihiiiy atit atiii :(. Di malam pernikahannya, surat Raja Daemushin diantarkan oleh Burok (-_-burung pembawa surat) il Poom mendengar pekikan burung tersebut dan memberitahu Jamyung, dengan menggunakan peluit pemberian Pangeran Hodong, surat Raja Daemushin pun diterima oleh Jamyung.

Pangeran Hodong yang mendengar suara peluit tersebut lantas pergi ke kediaman Puku. Disana Puku meminta Pangeran Hodong untuk membacakan surat Raja Daemushin. Pangeran Hodong berbohong. Puku pun mengetahui alasan sebenarnya Pangeran Hodong pergi ke Nakrang. Pangeran Hodong marah, kenapa kerajaan Nakrang begitu penting bagi Puku. Karena Pangeran Hodong menghancurkan Nakrang untuk bisa menjadi raja Goguryeo. Puku pun mengatakan yang sebenarnya kalau Puku adalah Jamyung, putri dari ratu pertama Nakrang. Anaknya dari Raja Choi Lee. Pangeran Hodong pun mengatakan kalau kerajaan Goguryeo dan Nakrang tidak bisa bersatu apalagi Pangeran Hodong tidak akan bisa mendapatkan Puku. Ya, Pangeran Hodong tetap akan menaklukan Nakrang.

Beredar rumor kalau Raja Daemushin sakit setelah melihat genderang Jamyunggo. Dengan alasan itu, Raja Daemushin meminta Raja Choi Lee untuk mengizinkan Pangeran Hodong bersama Lahee pergi ke Goguryeo sebelum Raja Daemushin wafat. Pangeran Hodong dan Lahee pun pergi ke Goguryeo. Raja Daemushin ternyata berpura-pura sakit dan mengatakan yang sebenarnya kepada Lahee kalau kerajaan Goguryeo akan menyerang kerajaan Nakrang dengan Pangeran Hodong yang memimpin penyerangan. Lahee diminta untuk menghancurkan genderang Jamyunggo kalau tidak Pangeran Hodong dan Lahee akan mati. Pangeran Hodong juga membujuk Lahee untuk menghancurkan genderang Jamyunggo dan mengatakan kalau pasukan Goguryeo adalah pasukan yang kuat, bagaimanapun juga kerajaan Nakrang akan tetap kalah.  Pangeran Hodong meminta Lahee untuk menjadi ratu di kerajaan Goguryeo. Lahee bersedia menghancurkan genderang Jamyunggo.

Lahee kembali ke kerajaan Nakrang tanpa Pangeran Hodong. Lahee bersikap baik terhadap orang tuanya dan mengatakan kalau Lahee mencintai mereka dan kerajaan Nakrang. Setelah itu, Lahee pergi ke kuil tempat genderang Jamyunggo dengan menggunakan topeng. Ketika, Lahee akan menghancurkan genderang Jamyunggo, Jamyung datang dan mencegah Lahee. Lahee mengatakan kalau Pangeran Hodong berjanji akan menjadikan Kerajaan Goguryeo dan Nakrang bersaudara jika Lahee menghancurkan genderang Jamyunggo. Lahee menyakini bahwa itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Nakrang dan membuat rakyat Nakrang hidup damai tapi, Jamyung mengatakan kalau yang melindungi Nakrang bukanlah genderang Jamyunggo tapi, Jenderal Wang Hol, Raja Choi Lee dan Jamyung tapi, Lahee tetap pada pendiriannya. 

Lahee yang akan merobek genderang Jamyunggo

Mereka berdua pun terlibat pertempuran. Lahee berhasil melukai Jamyung dengan “tusuk konde” yang sudah dilumuri racun, sebelum Jamyung tak sadarkan diri, Lahee mengatakan kalau Lahee hanya ingin memastikan bahwa lelaki yang dicintainya hanya mencintai dirinya. Padahal, Jamyung telah memberi tahu kalau yang dicintai Pangeran Hodong bukan Lahee. Setelah itu, Lahee pun membelah genderang Jamyunggo  dan mengirim potongan Jamyunggo kepada kerajaan Goguryeo dengan perantara Burok.

Jamyung yang tak sadarkan diri ditemukan oleh il Pum. Il Pum dan kedua orang tua angkat Jamyung membawa Jamyung keluar dari Nakrang. Sementara itu, di istana Nakrang kacau karena genderang Jamyunggo telah robek dan beredar kabar kalau Jamyung telah meninggal. Wang Jasil menyadari kalau pelakunya adalah Lahee, Wang Jasil pun mendatangi Lahee dan menampar Lahee. Wang Jasil pun sadar kalau ramalan rahib yang mengatakan bahwa salah satu putri Choi Lee akan menghancurkan Nakrang itu benar adanya dan ternyata orang itu adalah Lahee. Wang Jasil tidak mempercayai kalau Lahee menghancurkan negaranya sendiri dan membunuh saudaranya hanya karena seorang lelaki. Lahee bertanya kenapa ibunya menjadi peduli kepada Jamyung? Wang Jasil pun menjawab kalau Jamyung yang mengincar posisimu adalah musuh tapi, Jamyung yang yang biarawati adalah teman. Lahee hanya bisa menangis.

Mo Ha So datang dan meminta Lahee untuk pergi dari Nakrang karena apabila Nakrang menang, Lahee akan dibunuh oleh raja dan apabila Nakrang kalah Lahee akan dirajam oleh rakyat Nakrang yang murka. Mo Ha So tidak tega melihat kematian puterinya dan menyanyangkan Lahee menghancurkan hidupnya. Ketika bertemu dengan Raja Choi Lee, gelar Lahee sebagai putri mahkota Nakrang pun ditanggalkan, kemudian Raja Choi Lee meminta Lahee untuk menerima dengan kerendahan hati hukuman dari rakyat Nakrang.

Pasukan Goguryeo yang telah bersiap-siap mulai gusar karena belum ada kepastian kapan akan menyerang apalagi mereka takut akan genderang Jamyunggo tapi, kemudian Burok datang dan membawa potongan genderang Jamyunggo. Pasukan Goguryeo pun menyerang Nakrang dan dipimpin oleh Pangeran Hodong seperti mimpi Jamyung. Nakrang kalah. Istana Nakrang pun dikuasai oleh Goguryeo. Raja Daemushin dengan angkuh menduduki singgasana raja. Pangeran Hodong mengatakan kalau yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menenangkan rakyat Nakrang tapi, Raja Daemushin tidak akan membuat Nakrang dan Goguryeo menjadi negara tetangga. Raja Daemushin akan membuat rakyat Nakrang menjadi budak bagi Goguryeo. Pangeran Hodong terlihat bersalah.

Raja Choi Lee dianggap sebagai penjahat yang telah kehilangan negaranya. Raja Choi Lee pun disuruh untuk berjalan merangkak ke hadapan Raja Daemushin yang kemudian diikuti oleh para menteri Nakrang. Bahkan Raja Choi Lee di suruh untuk sujud kepada Raja Daemushin. Lahee yang berada disana, memohon kepada Raja Daemushin dan menagih janji pangeran Hodong. Raja Daemushin malah tidak menganggap Lahee menantunya dan meminta pasukannya untuk menyeret perempuan hina yang telah mengkhianati rakyat, negara dan ayahnya sendiri.

Raja Choi Lee berkata kepada Pangeran Hodong bahwa Pangeran Hodong seperti pelacur yang merayu putri mahkota dengan tubuhnya untuk menaklukan Nakrang. Raja Choi Lee diberi pilihan  oleh Raja Daemushin apakah akan memilih harta, pedang, racun atau jubah sutra. Raja Choi Lee memilih untuk di penggal kepalanya. Raja Daemushin mengabulkan dan meminta Jenderal Wu Naru untuk memenggal Raja Choi Lee dalam sekali tebas tapi, Raja Choi Lee meminta Pangeran Hodong yang melakukannya karena Pangeran Hodong telah menjadi menantunya dan menggunakan pedang yang telah diberikan Raja Choi Lee kepada Pangeran Hodong saat Pangeran Hodong diberi gelar Pangeran Nakrang. Raja Choi Lee pun meninggal di tangan Pangeran Hodong, lelaki yang dicintai oleh kedua anak Raja Choi Lee. Tragis.

Dilain cerita, Jamyung akhirnya sembuh setelah diobati oleh kedua orang tua angkatnya. Jenderal Wang Hol meminta Jamyung untuk menjadi puteri mahkota Nakrang dan membangun kembali Nakrang dibawah kepemimpinannya. Jamyung pun mengatakan kalau ia akan menyelamatkan Nakrang. Sedangkan, Lahee menuruti keinginan Raja Choi Lee untuk menerima hukuman dari rakyat Nakrang. Lahe bertemu dengan pangeran Hodong dan mengatakan kalau Lahee menyesali perbuatannya terhadap Nakrang tapi, Lahee tidak bisa berjanji untuk tidak merobek genderang Jamyunggo. Yeaaah, Lahee cinta mati sama Pangeran Hodong meski,, bertepuk sebelah tangan, cucian,,

Rakyat Nakrang tidak menerima Goguryeo menaklukan Nakrang. Raja Daemushin pun menyuruh untuk menyebarkan berita bahwa bukan kesalahan Gugoryeo, Langit meninggalkan Nakrang, semua itu adalah kesalahan putri mahkota Lahee yang dibutakan oleh cintanya kepada Pangeran Hodong sehingga Langit marah dan meninggalkan Nakrang. Mendengar kabar tersebut rakyat Nakrang marah dan melempari Lahee dengan batu.

Lahee berkata kalau rakyat Nakrang boleh mengutuk Lahee sepuasnya tapi, rakyat Nakrang tidak boleh kehilangan harapan karena ada Jendral Wang Hol dan putri Nakrang yang lain akan menyelamatkan kalian. Mo Haso datang dan menghampiri Lahee yang telah terluka, Mo Ha So pun berkata kalau dia juga bertanggung jawab. Lahee, Mo Ha So dan dayang Mo Ha So pun dirajam hingga meninggal dunia. Sebelum meninggal, Lahee bertanya, kenapa Mo Ha So tidak pergi ke Jamyung, Mo Ha So menjawab bahwa ia akan menyelamatkan Jamyung tapi, meninggal dengan Lahee.

Wang Jasil membawa jenazah Lahee pergi mengarungi sungai, meski telah di beritahu oleh dayangnya kalau Lahee telah meninggal, Wang Jasil mengira kalau Lahee masih hidup. Wang Jasil tidak bisa menerima kematian Lahee, Lahee yang begitu disayangi oleh Wang Jasil, sampai rela berbuat apa saja demi Lahee. Kasian juga,,, ihik

Satu tahun setelah Nakrang dipimpin oleh kerajaan Goguryeo..
Pangeran Hodong menonton pertunjukan wayang yang dilakukan oleh orang tua angkat Jamyung, yang menceritakan bagaimana kisah cinta tragis antara Lahee dengan pengeran Hodong.  Bibi Pangeran Hodong tanpa sengaja menjatuhkan cangkir ke lantai dan terdengar suara nyaring. Pangeran Hodong menyadari ada ruangan di bawah arena pertunjukan. Pangeran Hodong masuk dengan paksa dan melihat Jamyung ada disana. Pangeran Hodong dan Jamyung pun terlibat perkelahian, hingga terbang-terbang (wek?) dan sampai di sebuah hutan. Di sana mereka pun bercakap,

J: kenapa kamu membawaku kesini?
Ph: aku ingin memelukmu.
J:memelukku?
Ph: kamu yang membuatku berpikir untuk melepaskan posisi raja dan hidup bersamamu (-_-percakapannya bukan gini sih tapi intinya sama :p )
--------
J:cinta? Kau sebut itu cinta? Apa itu cinta? Kamu telah membunuh ayahku. Meski aku tidak menyukainya tapi dia tetaplah kakakku. Kamu membunuh kakakku dan menghancurkan negeri ini.
Ph: aku adalah pangeran Goguryeo. Anak tertua dari Raja Daemushin,, bla, bla bla, pohooo =D
---------
J: dari dulu aku tahu betapa piciknya cintamu.. (-_-gak yakin ngomong gini, hahaha)
--------
J: cinta tanpa pengorbanan bukanlah cinta
Ph: bagaimana denganmu, kenapa kamu memilih Nakrang daripada menjadi istriku!!
--------

Malam berganti siang. Pangeran Hodong dan Jamyung masih berkelahi (-_-gak cape gitu ya?) dan tempatnya pun berada di sebuah pantai. Hingga pedang Jamyung pun terlepas dan pedang Pangeran Hodong berada di leher Jamyug. 

J: bagaimana ayahku mati, bagaimana ia mati?
Ph: Raja Choi Lee dari Nakrang meninggal dengan bermartabat.
J: apakah dengan membunuhnya adalah cara menghormatinya.
Ph: itu juga sulit buatku. Sekarang pun aku bisa membunuhmu,, bla, bla
J: peluk aku,,,
Pangeran Hodong dan Jamyung pun berpelukan dengan berurai air mata. Pangeran Hodong melepaskan pedangnya dan muah muah,, :* tapi, Jamyung telah memegang sebuah pisau kecil dan menikam jantung Pangeran Hodong.
J: aku tidak bisa mati.,,,, kamu tidak bisa membunuhku tapi, aku bisa membunuhmu berkali-kali,,
Udah malam lagi ceritanya,, Pangeran Hodong belum meninggal tapi, tidur di pangkuan Jamyung.
Ph:  kenapa kamu tidak membunuhku?
J: Aku hanya ingin merasakan lebih lama, bahwa kamu masih hidup.
------------------
Ph: apa kamu sekarang adalah puku-ku?
J: sekarang atau saat aku menjadi biarawati dan Jamyung, saat aku bersembunyi atau tidak. Selamanya aku akan menjadi Pukumu.
Mereka berdua pun menghabiskan malam berdua sambil, muaaah :*

Udah siang lagi,, cepet bener nih mataharinya...
Pasukan Nakrang yang tersisa terlibat pertempuran dengan pasukan Goguryeo, Nakrang kalah. Pasukan Goguryeo pun  pergi mencari pangeran Hodong dan tiba di pantai. Mendengar pasukan Goguryeo datang. Pangeran Hodong bangun dan memeluk Jamyung kemudian mengambil pedang yang tertancap tak jauh dari sana.
Ph: aku tidak bisa membuatmu mati di tangan orang lain.
Pangeran Hodong pun menghunuskan pedang tersebut ke arah punggung Jamyung dan ternyata pedang itu juga menancap ke tubuh Pangeran Hodong. (?gila, kuat bener, haha). Sembari berpelukan, menahan sakit dan disatukan dengan pedang yang menghunus tubuh mereka. Mereka berbicara seperti ini,
Ph: di dalam kehidupan kita yang selanjutnya mungkin kita bisa bertemu lagi. Mari kita bertemu sebagai  orang biasa dan jatuh cinta
J: tidak. dalam kehidupan yang selanjutnya aku ingin menjadi ibumu, karena di kehidupanku yang sekarang aku telah menerima banyak cinta. Aku akan  menjadi ibu yang baik, mencintaimu dan menyayangimu. Dan kamu bisa mencintai Lahee.

Jamyung meninggal terlebih dahulu, kemudian disusul Pangeran Hodong, mereka berdua pun meninggal sambil berpelukan dengan pedang yang tertancap di tubuh mereka. Ihiy tragis. Love dead. Syediiih.
The end.

Sejauh ini, ini merupakan sinopsis terpanjaaang yang pernah gue bikin. Meski emang gak juelas, hahah =D ceritanya seru sih, meski sad ending tapi, gue lebih suka cerita yang sad ending, daripada happy ending,, udah bosen, happy ending molo :p di awal ceritanya emang agak terasa membosankan, gue juga males-malesan nontonnya apalagi pemeran wanitanya bukan selera gue, (-_-hah? Maksud loo?) huehehe maksudnya gue gak suka pemeran princess jamyungnya. Gitu,,,, tapi, kebayarlah sama ceritanya, semakin ke sana makin seru ibarat kata, grafiknya tuh naik teruuuus :D





2 comments:

  1. 39 Episode, hadewwhh T,T Aku biasanya cari Drakor atau Dorama Jepang yang maksimal 16 - 20 episode. Lebih dari itu kayaknya nyolong waktu buat nontonnya susah :D Aku juga sebenarnya suka konsep drama ngambil tema kerajaan konflik konspirasi, balas dendam, tahta dan percintaaan, lebih mengigit. Ya untung aja ada yg review lengkap ampek spoilernya segala :D

    ReplyDelete
  2. Terus nakrang nya gk baik lagi gitu dan ja myung gk jdi raja .kok bgitu sih alyr ceritanya

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!