Monday, March 21, 2016

Alasan Berhenti Blogwalking


Duh, ngeri-ngeri sedap sebenarnya gue mau bikin artikel ini karena gue pikir pasti setidaknya akan menyinggung para blogger yang hobby blogwalking. Semoga tidak menyinggung hati nurani terdalam sampai nyumpahin atau nyantet gue. Mohon dimaafkan, disini gue hanya mau bicara yang sejujur-jujurnya tentang alasan gue berhenti blogwalking, lebih tepatnya blogwalking yang meninggalkan komentar karena gue masih suka blogwalking hanya,,, menjadi silent reader. Berhenti blogwalking bukan hanya karena si axis gak bisa dipake atau tri yang makin mehong tapi ada alasan yang jauh lebih mendalam, beuuh. Apakah itu? Oh, ya, satu hal yang mau gue tekankan, beda orang beda pendapat ya, jadi peace :Dv




Blogwalking itu menyenangkan! Gue setuju dengan kalimat itu. Blogwalking itu memang menyenangkan apalagi untuk kamu yang seneng punya banyak teman (-_-meski hanya di dunia maya). Bersilaturahmi dengan orang-orang yang memiliki hobby yang sama. Blogging. Berbagi cerita tentang apa saja dan berharap apa yang gue ceritakan bisa diambil manfaatnya sama orang lain, meski sedikit :D. Ya, siapa tahu, curhatan di blog bisa membuat orang lain terhibur, merenung atau membuka mata hati dan pikiran.


Hal menyenangkan dalam blogwalking itu, selain mendapatkan info dari blog yang gue kunjungi, gue bisa mendapatkan kunjungan balik dari para blogger yang postingannya gue komentarin. Istilahnya kunbal, meski tidak semua blogger bakal berkunjung balik. Mungkin karena males, sibuk, atau karena postingan gue gak menarik jadi gak komentar. 


Dari 10 blog yang gue komentarin hanya ada dua sampai tiga blogger saja yang akan berkunjung balik. Ngenes? Iyee =D Sebulan, dua bulan gue lakukan hal itu hingga akhirnya, gue jadi tahu siapa saja blogger yang hobby blogwalking dan pasti bakal kunbal kalau gue komen di blognya. So, disinilah tahap dimana gue merasa senang dengan berbalas komentar dengan para blogger. Jadi merasa dekat walau hanya ‘komentar di blog’ yang menjadi penghubung dan kemudian gue mulai menyadari ada yang salah.


Semakin kesini, gue merasa ada rasa wajib untuk kunbal kepada blogger yang komentar di blog gue. Ada rasa gak enak kalau gak membalas kunjungannya. Mau postingannya panjang berkilo-kilo, cerpen, puisi, apa saja deh, gue merasa harus komentar di postingannya yang gak gue banget. Dalam artian gue gak suka gaya dia menulis, postingannya tidak menarik, menjenuhkan, garing, gue gak ngerti dia menulis apa tapi, gue merasa harus komentar di blognya sebagai “tanda balas jasa”. Jadi, gue udah gak merasa senang dan nyaman lagi ketika melakukan blogwalking. Ada rasa ‘wajib’ disini.


Hal inilah, yang terkadang membuat gue komentar sedaanya pas gue blogwalking. Bukan karena gue gak baca postingannya tapi, gue gak ngerti dia nulis apa malah suka bingung  “gue harus komentar apaan ya?” tapi, gue harus komentar, biar dia juga komentar di blog gue. Kamu merasakan hal yang gue rasakan gak sih? ah,, kayanya sih ada, soalnya gue temuin komentar di blog gue yang kaya gini.



Gimana rasanya kalau kamu menemukan ada blogger yang komentar seperti ini di blog kamu? Biasa saja??  Sakit hati?  Tersinggung? Ngenes? Kalau gue sih semuanya gue rasain apalagi yang terakhir :D gregetan gue pas bacanya dan pengen bilang

“kalau lo gak baca postingan gue atau gak ngeh apa yang ditulis, ngapain lo komentar di blog gue, ngarepin gue berkunjung ke blog lo terus ngasih komentar, begitu? Ogah yeee, males binggo”

Komentar yang begitu emang nyakitin tapi, gak cuma dia doang. Semakin kamu gencar blogwalking maka semakin banyak blogger yang komentar gak nyambung. Jangan ngomongin komentar ‘nice infoh’, ‘tulisannya keren’ atau ‘baru mampir udah suka tulisannya’, yang kaya gitu mah udah kebal di hati gue toh tinggal di delete/masuk spam tapi, yang gue sesali adalah komentar yang gak nyambung sama sekali, misalnya di postingan gue yang “kesepian yang paling nyata” disitu gue nyeritain arti kesepian bagi orang yang introvert tapi, eh ada yang komentar “kesepian itu paling dirasakan oleh orang yang gak punya pacar”, “setiap orang pasti mengalami kesepian”. Kan disini gue bingung? dia baca kaga siih? Gue bahas apa, dia komen apa. Malah di postingan lain, ada yang komentar, “nanya” tapi jawabannya jelas ada di dalam postingannya. Kan dahi gue jadi mengkerut. Kalau dia baca, gak mungkin dia nanya hal yang udah ada jawabannya :| bete gak sih? kalau gue sih bete banget. Ah, mungkin ini hukum karma kali ya, soalnya gue pernah komentar gak nyambung di postingan orang lain, saat “wajib kunbal”


Hal itulah yang membuat gue lelah dan saatnya bilang stop buat blogwalking yang hanya ngarepin dikomentar balik karena hal itu malah membuat kita ngasih komentar ngawur. Gue malah lebih seneng dapet komentar saat gue belum mengenal blogwalking, soalnya gue merasa kalau komentarnya lebih ikhlas, apalagi ketika gue gak tahu, tuh orang tahu dari mana blog gue. Jadi jauh lebih bahagia pas baca komentarnya. Gue juga mikir kenapa gue harus membaca postingan yang bikin pusing hanya untuk blogwalking, toh gue dapet apa dari blogwalking? bukankah ngeblog itu untuk kebahagian jiwa dan raga? ttsssaaah,,


So, sekarang gue hanya ingin menikmati blogwalking dengan rasa nyaman dan bahagia, ceilah. Mengomentari postingan blog yang memang pengen gue komentari, mengunjungi blog yang gaya tulisannya nyaman dibaca sama gue.


Oya, kalau ada yang bilang blogwalking menambah pengunjung, gue “agak setuju”. Soalnya memang bakal ada tambahan kunjungan TAPI, tidak akan bertahan lama apalagi kalau kamu berhenti blogwalking maka pengunjung blog kamu juga akan berkurang. Lagian nih ya, pengunjung blognya jadi gak stabil. Kalau pengen pengunjung tetap alias kamu gak blogwalking tapi pengunjung tetap rame, berusahalah agar postingan masuk page one di search engine.

Sekali lagi, maaf kalau ada yang tersinggung.

Bye.

7 comments:

  1. ya sih dek, setelah membaca postingan itu bw memang perlu. tapi kalau kk sih berharap sama pembaca yang kesesat sih. kalau ada netizen yang mampir cari cari sesuatu. eh masuk ke blog kk syukur kk.

    ReplyDelete
  2. Saya juga begitu kok. Saya cuma mau komen di postingan yang saya baca. Hehehe. Terus, kalau ada yang komen gak nyambung di postingan saya, ya gpp lah. Mungkin itu passion dia. :p

    ReplyDelete
  3. Wah, kayaknya ini postingan tercurhat yang pernah gue baca tentang suka-dukanya nge-BW. Hahaha. Ya sama, sih, Mbak. Namanya udah blogwalking dan ujung-ujungnya nggak dapet feedback, atau komenan di tulisan kita nggak nyambung, emang udah paling bikin gigit kuku. Ngeselin. -____-
    Nah, sama kasusnya, tuh, sama kata Mbak Ila soal yang jumlah komen suka labil terlebih pas kita nggak BW lagi ke blognya dia. Suka tiba-tiba turun jumlah komentarnya. Huft~
    Sayang banget, nih, mutusin buat nggak blogwalking lagi. At least, keep writing, ya, Mbak. :D

    ReplyDelete
  4. Whoaa sama ilaa dengn yang aku rasakan akhir2 ini, ada 1 2 orang yang sering banget komen di postinganku, tapi isi komennya maksa, basa basi gituh, terus berasa cuma pengen dikunbal doang huhuhu..
    Palagi adapula yang komen, wah tulisannya panjang banget ya, bingung mau komen apa, trus dalam hatiku bilang...lhaaa memang aku maksa situ buat baca, wkwkwkkw...
    Thx for share, akhirnya ada juga nih yang senasib dg apa yang aku alamin

    ReplyDelete
  5. Wah, ini curhat menarik dari seorang blogger, hehehe, :D

    Memang sih aku sendiri ngerasa klo blogwalking itu bebannya lumayan berat. Pertama, harus membaca sampai tuntas isi artikel. Kemudian memahami isinya (lebih gampang dari memahami perasaan cewek sih :p). Habis itu dilanjut baca-baca komentar para komentator yang sudah ada. Baru setelah itu menuliskan komentar yang berbobot.

    Bisa jadi ada beberapa blogger yang nggak melakukan step by step di atas dan langsung menghujam ke kotak komentar. Tapi aku kira jumlahnya sih lebih sedikit dari blogger yang melakukan step by step di atas. Yah, anggap saja orangnya sedang khilaf, hahaha. :D

    Perkara kunjungan balik (dan juga membaca serta membalas komentar para pengunjung) memang itu benar-benar menyita waktu ya. Apalagi kalau setiap hari kita hanya punya jatah 1 jam untuk urusan blog dan ada puluhan komentar yang diterima setiap harinya. Mumet kan mana yang mesti diprioritaskan? :D

    Tapi ya, mau komentar atau nggak, sebenarnya sih ada orang yang membaca artikel blog kita itu sudah mendongkrak traffic blog kok. Salah satu caranya biar artikel kita masuk page one Google kan itu. Hehehe.

    ReplyDelete
  6. Emang kebanyakan masyarakat kita begitu kalee yew, komentar tapi kadang gak baca dulu artikelnya. Sering aku temuin gak hanya di Blog, tapi juga ketika buka berita2 di media online. Disitu setidaknya juga ditemui ada saja yang komentar malah nanya pertanyaan yang seharusnya sudah ada jawabanya di artikel dan komentar tapi gak nyambung dengan pembahasan di artikel.

    Kalau aku biasanya selalu komentar di blog yang aku follow saja. Intinya kalau aku sudah follow sebuah blog, maka aku wajib blogwalking ke blog itu jika di timeline halaman dahsboard muncul artikel terbaru dari blog yang aku follow. Kadang aku silent reader dan kadang meninggalkan komentar, tetapi tetap aku pasti baca artikel terbarunya. Jadi lama dumz prosse blogwalkingnya?? Iya lama banget, setiap artikel terbaru yang muncul ditimeline biasanya aku bukain semuanya di tab. Kadang di tampilan browserku bisa 20 - 30 tab artikel yang terbuka. Mungkin 2 -3 hari baru bisa nyelesain baca semuanya tergantung kesibukan.

    Lalu bagaimana yang sering minta folback dumz? Ya aku liat dulu blognya, kalau emang aku tertarik dengan konten artikelnya, pasti aku follow, kalau nggak ya aku nggak follow alias kalau si peminta folbcak itu di blognya terpajang ShoutMix (alias kotak komentar) sebagai gantinya folback aku masukin di daftar bookmarks brwoser setidaknya buat aku kunjungin untuk sebatas ninggalin jejak dan ningkatin traffik. Karena blogwalking bagiku ada dua, pertama yakni blogwalking untuk membaca segala artikel terbaru blog yang kita follow/ yang kita suka kontennya, kedua blogkwaling kepada blog yang kontennya tidak kita suka alias tidak kita follow dengan tujuan meninggalkan jejak di Shoutmix alias kotak komentar, karena membantu sesama blogger sebatas ningkatin traffic bukankah tindakan terpuji kategori dunia maya yang juga gak bakal luput dari pencatatan malaikat? :) Happy Blogwalking.

    ReplyDelete
  7. Maksih Buat Artikelnya, Sangat Membantu Gan

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!