Thursday, March 03, 2016

Watados Ala Bapak


Hallo,, apa kabar? Pokoknya dimana pun kamu berada, semoga baik-baik saja,,aamiin,, ciyeee, doanya romantis banget, hahah =D Sekarang gue mau cerita tentang bapak yang watados, tau watados gak? Watados itu artinya wajah tanpa dosa. Istilah ini muncul ketika seseorang melakukan sebuah kesalahan tapi, ekpresi wajahnya biasa saja malah terkesan datar dan bapak gue termasuk yang watados. Gue sama bapak tuh jarang ngobrol tapi sekalinya ngobrol (-_-meski singkat) suka bikin kening berkerut seperti ini dan seringkali gue telat buat nyadar,, :D

Satu hari bapak lagi di dapur dan menemukan nasi di meja makan,,

Bapak: la, ini nasi gak dimasukin kulkas?
Gue: eh iya lupa,,
Hening, kemudian mikir,,
Gue: hah kulkas? Magic com kali,,
Lalu,, bapak keluar dari dapur dengan wajah tanpa dosa. Duh.


Hari berikutnya, Bapak berniat menuangkan air dari teko untuk minum tapi, tekonya baru gue isi dengan air mentah buat dimasak dan bapak bilang begini,,
Bapak: eh, caina saat? [cai= air]
Gue: iya, tuda sakeudik deui,, [ya, habis sedikit lagi]
Gue:,,,,, hah saat?
‘saat’ itu bahasa sunda kalau diartikan artinya berhenti mengalir atau kering. Kata ini digunakan dalam kalimat, “cai walungan saat= air sungainya kering” jadi kalau kata “saat” digunakan untuk teko? Zzzzz,,,, gak pas bener -_- harusnya, “eh, caina seep= eh, airnya habis”  kira-kira seperti itu.


Bapak mendapatkan oleh-oleh dari tetangga jauh yang baru pulang haji, salah satu oleh-olehnya adalah air zam-zam tapi, udah beberapa hari air zam-zamnya gak ada yang minum hingga,,,
Bapak: la, ini gak diminum?
Gue: gak, sok aja
Lalu bapak minum dan bilang
Bapak: eh, kaya air minum ternyata
Gue: ya iyalaah,,,
Mungkin bapak berpikir kalau air zam-zam itu rasanya kaya cola,,,,


Sekian dan terima kasih.   


0 comments:

Post a Comment

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!