Monday, May 30, 2016

Cara Gue Mendapatkan Kenalan

cara mendapatkan kenalan

Semakin usia gue bertambah maka pengalaman gue bertemu dengan orang-orang pun bertambah. Bertemu dengan orang yang memiliki karakter dan sifat yang beragam. Menciptakan cerita yang berbeda dan menjadi bagian dalam kisah hidup gue. Pengalaman gue berkenalan dengan orang lain, standar saja sebenarnya. Pengennya sih dapet kenalan ala ftv, tabrakan sama laki super ganteng yang ternyata adalah seorang pemilik hotel bintang lima. Berantem-berantem unyu tapi, berakhir dengan cipok mesra di depan menara eiffel dan kemudian hidup bahagia selamanya, hahaha =D tapi, bagaimana dong,,,muka gue mah segini adanya, jadi ya pengalaman kenalannya juga apa adanya. :|


Disini gue mau berbagi cerita bagaimana cara gue mendapatkan kenalan hingga akhirnya berteman bahkan ada yang berkencan tapi, lebih banyak menghilang alias cuma numpang lewat doang :p. so, ini dia cerita gue,,,



1. Internet
Buat kamu yang pemalu tapi, ingin punya banyak kenalan, internet adalah pilihan yang bagus. Gue banyak mendapatkan kenalan dari internet entah itu dari jejaring sosial, aplikasi chat hingga ekhem,, online dating.  Dari internet kita bisa mendapatkan kenalan secara cepat tapi, cepat juga ngilangnya. Huhu kayanya gue udah kenalan dengan ratusan orang dan puluhan orang yang kopdar tapi, sekarang gue gak tahu bagaimana kabar mereka semua, menghilang begitu saja seperti buih, tidak ada yang tersisa. Miris.


Ada yang pertama ketemu langsung menghilang dan tidak pernah contact gue lagi. Pertama kali diperlakukan seperti itu oleh lelaki yang hanya melihat menariknya foto gue kemudian ngilang setelah bertemu gue, asli gue sakit hati. Ya, ampun emang gue jelek banget ya? Padahal dia juga gak sekeren Jo In Sung, seganteng Song Joong Ki apalagi sekaya G-dragon, ko tega mencampakan gue? hih,, sakitnya masih terasa hingga sekarang bro tapi, ya udah gue gak menyerah begitu saja. Kenalan, ketemu dan menghilang. Kenalan, ketemu dan menghilang. Selalu seperti itu hingga akhirnya gue kebal dan mulai memperalat mereka yang cuma lihat cewek dari fisiknya saja.


Ya, gue mendapatkan orang-orang yang bisa gue manfaatin dari internet seperti cerita gue disini > Kenalan Dari Dunia Maya Kenapa Enggak disamping itu internet juga bisa membuat gue jatuh hati kemudian patah hati seperti ini >Ketika Dunia Maya Menjadi Ajang Sebuah Kepura-puraan. Sekarang sih, gue udah malas berkenalan dengan lelaki dari internet, ada yang say hi juga gak pernah gue balas. Karena gue tahu mereka hanya tertarik melihat foto gue dan menghilang setelah bertemu gue. Gue udah capek, rasanya muak untuk berkenalan dan berbasi-basi karena ujung-ujungnya dia bakal pergi juga. Terkadang kita tuh gak bisa mengukur dan mengaca seberapa pantas diri kita untuk memperlakukan orang lain dengan buruk. Walaupun hanya dari internet tapi, tetep saja kalau dicampakkan hati yang sakit dan selalu berbekas,,, ah sama ‘bajaj’ aja gue dicampakkan apalagi sama ‘lamborghini’ ya,, ? sial banget dah nih muka  -____-“



2. Ngacak Nomor Handphone
Nah, kalau yang ini gue lakukan ketika pertama kalinya gue punya handphone dan belum bersentuhan dengan internet. Bareng teman sekostan gue waktu SMA, kita tuh suka ngacak nomor handphone buat dapet kenalan. Bahkan temen gue selalu ngacak nomor handphone sebelum tidur, ya minimal lima kali lah setiap harinya :p. Kalau gue, lebih banyak lagi dong ngacaknya, hahaha =D dari sini gue dapet kenalan anak SMP kelas dua dari Bandung yang kemudian jadi pacar dunia maya gue yang pertama tapi, gak pernah kopdar karena keburu putus :|. Dapet kenalan anak SMKN 1 Sumedang yang merupakan orang pertama yang kopdar sama gue tapi, gue malah kabur karena malu, >.< belum siap mental, anak SMA kelas satu gitu loh,, hahah =D. Seorang lelaki bernama Asep yang baik hati, hingga akhirnya kita kopdar di Bandung pas gue kuliah dan berbagai macam orang dengan beragam cerita.


Yang paling berkesan ketika mendapat kenalan anak pesantren dari Cikondang dan kita tuh rajin sekali sms dan telponan selama dua tahun, layaknya orang yang mempunyai hubungan spesial. Untuk mengetahui wajah masing-masing kita berkirim surat dengan melampirkan foto kita, hihi. Padahal saat itu gue udah pake handphone berkamera dan bisa kirim foto lewat MMS tapi, entah kenapa kita lebih memilih untuk berkirim surat lewat kantor pos,,,lucunya dia mengirim surat dengan memakai amplop surat cinta yang manis tapi, dikirimnya ke ‘bapak gue’, pffff,,,sekarang kita berteman di facebook dan dia udah punya baby. Gue berhenti ngacak nomor handphone ketika telah mengenal friendster dan chatingan.



3. Kontak Jodoh Radio
Sekitar tahun 2010-2011, I-radio Bandung suka mengadakan acara kontak jodoh setiap malam minggu. Walaupun saat itu gue udah punya pacar tapi, gue suka iseng ikutan,,,,, setiap minggunya. :p Caranya itu dengan mengirim SMS berupa nama, umur, alamat dan ciri-ciri kita setelah itu dibeberin deh tipe lelaki yang gue inginkan. Beberapa kali gue kirim SMS tapi ,hanya tiga kali gue beneran dapet, alias dijodohin sama kru radionya. Yang dua pertama, orangnya gak menghubungi gue, yang ketiga alias terakhir baru menghubungi gue dan akhirnya kopdar, namanya Surya anak antapani, orangnya manis punya lesung pipit tapi, gue malah kepincut sama temen dia yang nganterin, hahah (-_-semoga dia gak baca). Pesan moralnya, kalau ketemuan sama cewek, dilarang membawa teman yang jauh lebih kece, :p huehehe



4. Jalan
Sore hari, dibawah guyuran gerimis. Gue pergi ke warung buat beli air mineral. Setelah beres, ada lelaki yang mengendarai motor matic, menghampiri gue dan bertanya arah jalan. Gue tunjukin dan kemudian dia malah bertanya nomor handphone. Gue bengong. Dia pun kembali bertanya, “kalau gitu nama akun facebook kamu apa?” gue bingung, tersenyum dan menggelengkan kepala. Masalahnya nama akun facebook gue waktu itu alay, jadi agak susah buat ngasih tahunya. Iilajah Aduhalahieung adalah nama facebook gue saat itu :|. Disisi lain gue juga ngeri kenalan dengan cara seperti itu,  sekalipun dia lumayan dan wajahnya bersih. Pesannya, kalau kamu pergi ke warung, cobalah untuk tampil rapi dan cantik, kali aja ada yang nanya akun facebook kamu dan jangan gunakan nama facebook yang alay ya,,itu malu-maluin. ppffff,,,



5. Taman
Setelah beres sidang, gue menenangkan diri di alun-alun Bandung (-_-sebelum direnovasi). Duduk di kursi taman, dibawah rindangnya pohon bunga kertas. Kemudian ada lelaki berumur dua puluhan yang memakai kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam, rapi banget persis seperti orang yang melamar kerja. Duduk disebelah gue, nyapa dan akhirnya ngobrol ngalor ngidul. Ngakunya kuliah di Pasundan jurusan hukum dan lagi nyusun skripsi. Kebetulan sekali, gue punya temen di Pasundan jurusan hukum, gue tanya, dia jawab dengan gugup.


Terakhir, dia minta nope gue untuk tanya-tanya soal skripsi, dengan baik hatinya, gue ngasih. Beberapa hari kemudian dia menghubungi dan menawarkan gue untuk kerja hingga akhirnya gue ngeh kalau dia adalah anggota MLM. Zzzz,,  sekalinya ada yang ngajak gue kenalan di taman, ternyata dia adalah anggota MLM Zzzz,,, dahsyat qaqa :| hih beda banget sama ftv >.< so, buat kamu yang lagi cari kenalan, coba duduk cantik sendirian di taman, kali aja ada pangeran yang nyamperin tapi, siapin mental kalau ternyata dia hanya ingin memprospek kamu,,,



6. Jalan Lagi
Ketika gue berumur dua puluhan awal. Gue ngekost di lingkungan banyak anak kecil yang main di jalanan. Satu kali gue pergi ke warung, di perjalanan ada lelaki berseragam SMA yang nyapa gue dan menanyakan nomor handphone. Gue lihat sekilas dan ngaciiiir, malu aja ditanyain nope ditengah-tengah anak kecil lagi main sepak bola. Pff mana anak SMA. Saat itu, meskipun dia jauh lebih tinggi dari gue tapi,  gue melihat anak SMA seperti anak kecil dan sekarang gue melihat anak SMA layaknya bayi baru jalan,,, zzzz. Jadi, kalau kamu mau nanya nope, lihat-lihat keadaaan dulu,, ,



7. Bis
Ceritanya udah pernah gue share sih disini > Pacar Gue Pengamen. Ketika di bis. Gue duduk sendirian di kursi dekat jendela dan memperhatikan seorang lelaki yang tengah mengamen. Setelah selesai mengamen, lelaki itu duduk di kursi sebelah gue. Say hi. Hingga akhirnya ngobrol dan berhasil mendapatkan nomor handphone gue. So, kalau kamu akan melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum cobalah untuk duduk sendirian atau mencari kursi kosong yang disebelahnya ada orang kece. Woahaha. Ya sekalipun gak dapet nope, bisalah untuk jadi temen ngobrol selama perjalanan. Gue pernah berhasil walaupun banyak gagalnya, hahah =D


Pernah suatu hari ketika gue SMA, ada lelaki yang juga masih SMA nyapa gue dan akhirnya kita ngobrol. Ketika dia tahu asal SMP gue dimana, dia bertanya,
A: “kenal sama Ririn gak?”,
B: “oh, yang gendut dan pendek itu?”
A: “emm,, iya”
B:”tau, dia kan pernah jadi pengurus PMR. Aku dulunya ikut PMR”
A: “iya, dia adik aku”
B:”oh,,,,, “#glek menelan ludah.
Untung aja gue gak bilang dia jelek dan nyebelin, tadinya gue mau bilang gitu, ahaha =D habisnya gue pernah kesel sama dia -__-“



8. Counter Pulsa
Saat itu, gue ngekost di deket pabrik kaus kaki. Setiap kali gue jalan keluar, gue selalu papasan sama salah satu karyawan pabrik disana. Lama-kelamaan, kalau gue papasan sama dia, dia selalu suitin gue, kalau gak, berdehem, ehem,, ehem,, Tahun berlalu, dia masih seperti itu, hingga satu kali gue ngisi pulsa di warung, kebetulan dia juga mau ngisi pulsa, antri di belakang gue.  Seperti biasanya kalau ngisi pulsa kan suka menuliskan nomor handphone di buku. Keesokan harinya ada nomor handphone baru yang menghubungi gue, gue abaikan. Berkali-kali sms tapi, gak pernah gue bales karena gue tahu itu pasti dia. Satu kali, gue papasan lagi sama dia tapi, bedanya kali dia gak suitin atau berdehem lagi. :D Anyway, di negara lain, berdehem dan suitin cewek itu termasuk pelecehan seksual loh dan bisa dipidanakan tapi, ini Indonesia,,,



9. Kost-Kostan
Ceritanya pernah gue share tiga tahun yang lalu disini >Matahari Di Samping Gue dan ini > Part 2 dulu gue ngekost di tempat kost campuran. Ada salah satu penghuni kost yang menarik hati gue, dia tinggalnya di sebelah kamar gue.  Gak tahu siapa dulu yang mulai tapi ,kita tuh suka saling ngetukin tembok kamar kalau kebetulan kita berdua lagi di kostan. Gue ketuk dia balas, begitu seterusnya hingga hampir satu tahun lebih. Meskipun dia punya pacar tapi, kelakuan ini tetap dilakukan. Hingga satu hari, dia minjem chargeran handphone gue dan say hello kemudian saling bertukar nomor handphone. Selanjutnya, gue berhasil menjadi selingkuhan dia, hehehe peace >.<v jadi buat yang pengen kenalan sama temen sekostan tapi, gak berani nyapa kaya gue, bisa melakukan hal ini hahah :D tapi, ini tergantung orangnya juga sih . Hati-hati aja buat kamu yang punya pacar ngekost dan temen sekostannya ganjen kaya gue, :p



10. Pak Comblang
Sebelumnya gue jelasin dulu ya, gue tuh anak rumahan, jarang banget keluar rumah apalagi bersosialisasi sama pemuda-pemudi seumuran di lingkungan gue dan hal itu terjadi sejak gue SMP, beda jauh saat gue SD yang doyan ngelayap. Ketika SMA, gue ngelanjutin ke luar kota jadi gue gak punya kenalan atau akrab sama orang yang ada di kampung.


Ketika gue masih berseragam putih abu-abu. Di kampung, ada tetangga yang mempunyai ‘kemampuan’ dan terkadang suka diminta untuk mencari jodoh oleh tetangga yang lain bahkan oleh orang dari luar kampung. Satu hari, mamah bercerita kalau tetangga itu meminta nomor handphone gue untuk diberikan kepada si pemuda yang juga masih tetangga dan mamah ngasih nomor handphone tanpa seizin gue. Beberapa hari kemudian, si pemuda menelepon. Dia menelepon sebanyak 3 kali selanjutnya lost contact karena keburu nikah. Zzzzz,,, dia satu-satunya pemuda dari kampung gue  yang pernah ngobrol sama gue ditelepon.


Selanjutnya, ada juga yang minta nope gue lewat si tetangga tapi, gue gak ngasih. Pas akhir kuliah pun, si tetangga masih berusaha untuk mengenalkan gue sama lelaki yang punya nama pasaran, Asep tapi, gue abaikan. Entah ya, gue gak minat aja kenalan sama lelaki yang ada di kampung gue. Habisnya punya beban tersendiri, dimana gue harus jaga sikap dan omongan. Bagaimanapun, ini masih di kampung. Ada berIta dikit aja, orang-orang di kampung pasti udah tau. Jadi, gue lebih memilih untuk berkenalan dengan lelaki biasa saja tapi, dari luar daerah atau bahkan dengan orang asing, gak punya beban moril. Jadi buat kamu yang pengen cari kenalan, bisa hubungi pak atau mak comblang di daerah kamu,,



11. Teman
Kalau cara ini rasanya udah familiar ya. Saat itu adalah masa-masa gue menunggu ijazah SMA keluar. Kemudian ada nope baru yang menghubungi gue, ketika gue tanya,”tahu dari siapa nope ini?” dia bilang Esih. Esih adalah teman main gue ketika SMA. Karena dia tahu dari temen yang akrab sama gue, jadi ya gak enak juga mau ngejutekin, so kita ngobrol dan akhirnya berhasil jadian meski cuma 5 hari doank, uhuk. Ada cerita yang bikin gue nyengir saat temen gue cerita kalau dia menyimpan foto gue dan ketika ibu si lelaki itu mengetahui kedekatan gue sama anaknya, dia membawa pulang foto gue. Hihi,,, Nah, buat kamu yang pengen punya kenalan, bisalah minta nope cewek or cowok ke temen kamu,,


Dan yang belum berhasil tapi, mungkin berhasil buat kamu

12. Toko Buku
Gue tuh pengen punya kenalan yang memiliki minat yang sama yaitu suka membaca buku. Gue selalu merasa kalau orang yang suka membaca buku itu terlihat menarik kesannya dia berpengetahuan luas terkecuali komik ya, sekalipun orangnya dewasa, pikirinnya terbuka tapi, kalau suka baca komik, tetap kesan childishnya gak ilang. :p Sampai saat ini, gue hanya pernah satu kali berkenalan dengan orang yang suka membaca buku, walaupun beda genre, dia minatnya buku agama, gue sukanya yang romantis-romantisan, jadi gak nyambung :| ketika dia cerita tentang fiqih, gue gak ngeh, gue nyeritain Bella Swan, dia gak kenal. Huft tapi, tetep aja seneng soalnya ada temen saat hunting buku :D


Karena hal itu pula, saat gue sendirian pergi ke toko buku, tujuan gue bukannya hanya hunting buku tapi, hunting temen buat baca buku. Ganjen? Iyeee, woahahaha =D sambil nyari buku gue lirik kiri kanan kali aja ada ‘barang bagus’ buat dikecengin, hihi pas udah dapet, gue jalan mendekati ‘mangsa’ sambil berpura-pura nyari buku tapi, eh dia malah ngacir. Kemudian gue melipir ke bagian psikologi, kali aja nemu orang yang bisa mengerti isi hati dan pikiran gue. Buka buku yang isinya gak bikin gue tertarik.  Lima menit berdiri, dia belum nyapa gue, lima belas menit berlalu, kaki gue mulai pegel, tiga puluh menit,,, dia masih anteng baca buku. Pfff gagal. Ya udah, melipir ke bagian yang lain,,,


Gue tuh tertarik dengan sejarah dan kehidupan masa lalu. Kadang gue mampir di rak bagian sejarah. Satu hari,ketika sedang baca kisah hidupnya Letnan Untung, Ada lelaki yang mengambil buku di bagian rak yang sama kaya gue. Oke, gue pikir akan menyenangkan jika gue bisa berkenalan dengan orang yang sama-sama menyukai sejarah dan mendiskusikannya. Gue melirik ke arah dia dan dia juga melihat ke arah gue tapi, kemudian bruk,, dia duduk bersila di lantai sambil membaca buku. Emmm,, gak elegan banget deh. Gue taruh buku gue di rak dan pergi menjauh. Dari kejauhan gue denger ada satpam yang menyuruh dia untuk tidak duduk di lantai. Gagal lagi. Terkadang, gue menghabiskan waktu gue berjam-jam di toko buku sekedar melihat-lihat ‘mangsa’ dan berharap ada yang menyapa gue tapi, hasilnya zonk.


Udah ye,, bye bye


7 comments:

  1. Tetep kalo jaman sekarang, internet tetap yang jadi andalan dalam mencari kenalan X)

    ReplyDelete
  2. Kalau pas di tokobuku, beranikanlah sapa dahulu lah neng. Jaman udah emansipasi juga. Kasian ibu Kartini udah nyamain soal hak wanita memilih gebetan...idih..gak nyambung. Cowo kutubuku itu beda ma yang lain. Kadang mereka lebih menunggu sinyal daripada memberi sinyal. Dan terkadang mereka kalau udah diberi sinyal, bakal jaga sinyal itu biar gak meredup. Coba deh lain kali. Berani beda kali ini dan good luck.

    ReplyDelete
  3. Boleh dicoba, tapi kalau cara cara selain internet sih agak susah dipake, gak bisa kaya difilm film romance gitu XD

    ReplyDelete
  4. Ngacak nomer..iseng2 berhadiah tuh😂😂

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!