Sunday, August 21, 2016

[Pengalaman Memalukan] Celana Kekecilan

pengalaman memalukan


Postingan kemarin gue pernah cerita tentang kesialan gue dan ternyata ketidakmujuran gue masih berlangsung. Huh nyebelin! Lalu kenapa judulnya ‘pengalaman memalukan’? em itu karena kalau kesialan gue  berlanjut ke dalam tahap kronis, bisa dipastikan gue bakal maluu banget! Penasaran gak? Enggak?!! Emm, baca aja dulu. Ceritanya begini, satu hari gue mendapatkan panggilan untuk melakukan tes psikotes di sebuah perusahaan yang berada di Bandung. Awalnya gue ragu mau ikutan setelah baca cerita orang-orang tentang perusahaan itu tapi, akhirnya gue pergi juga.




Jam setengah 4 pagi gue bangun, padahal malamnya gue tidur jam sebelas malam looh. Jam 4.20  pagi gue mandi. Masalah mulai muncul ketika gue mau memakai celana, celana bahan warna hitam gue kekecilan,,, di bagian perut. Huft. Gue punya 3 buah celana bahan dan semuanya kekecilan karena ukurannya S. Tubuh gue emang jauh dari ideal, termasuk aneh nyebelin gituuu. Ukuran kaki gue S tapi, bagian perut ukurannya L. Mengerti kan kondisi gue? gue buncit bo!! Aaah nyebelin! Tadinya gue mau pakai jeans saja tapi, takut dianggap gak sopan. Dengan susah payah gue menahan nafas hingga kancing celananya bisa gue kancingkan.


Jam 5 pagi gue udah nangkring di depan pasar cisalak. Biasanya gue gak nunggu disana tapi, karena ada bapak-bapak yang bilang kalau bentar lagi akan ada elf yang langsung pergi ke Bandung, gue pun akhirnya nunggu disana. 10 menit, 15 menit hingga 20 menit  berjalan tuh elf belum muncul juga. Gue udah was-was, takut terlambat mana harus nyampe tempat jam 8 pagi. Gue memutuskan untuk nunggu di ‘tempat biasanya’ dan wew ternyata mobil yang mau ke Bandung udah nangkring disana. huft. Kalau saja gue memutuskan untuk nunggu di depan pasar cisalak lebih lama lagi, gue gak tahu kapan gue bisa berangkat ke Bandung. Huh dasar bapak-bapak tukang bohong! Moral dari ceritanya,”jangan mudah percaya sama orang baru, apalagi calo angkutan!!” tapi,,,


Permasalahannya bukan hanya itu, gue duduk di kursi tepat di belakang tempat pak supir. Ketika gue mulai duduk,,, uuuggh perut gue sakit karena celana gue yang kekecilan. Gue gak bisa duduk dengan anteng, apalagi duduk dengan tegak, gak bisa!! Gue duduk dengan posisi setengah berbaring dan malangnya kaki gue gak bisa selonjoran karena bagian depannya sempit!  Gue takut kancing celana gue lepas. Gue pun berusaha menahan nafas dengan sekuat tenaga agar perutnya gak membesar. Perjalanan di hari itu adalah perjalanan yang paling tidak menyenangkankan karena sepanjang perjalanan gue harus menahan nafas. Apalagi, semakin lama perut di bagian bawah gue semakin sakit karena tertekan!


Sesampainya di terminal ledeng gue legaaa,, karena ketika berdiri, sakit di bagian perut gue berkurang tapi, ketika gue naik angkot,, ? tak lama setelah gue duduk di angkot, kancing celana gue lepas dan jatuh ke tengah angkot. Gue kaget!! Gue ambil kancing celana yang lepas dan gue lihat kancingnya udah bolong gede. (-_-kancing itu kan biasanya punya 4 buah lubang, nah punya gue jadi punya 1 lubang, huft). Untungnya celana gue punya dua kancing jadi gue masih selamat.


Dengan lepasnya 1 kancing celana, gue makin was-was. Gak kebayang deh kalau kancing yang satunya lagi lepas dengan perut yang menggunung, bisa-bisa celana gue melorot dengan mudahnya. Issshhh memalukan, memalukan!! Mau gak mau, sepanjang perjalanan gue wajib menahan nafas dengan bagian bawah perut yang makin sakit!


Jam menunjukkan tepat jam 8 pagi tapi, pak supir tidak menunjukkan akan berhenti. Gue memang baru sekali ke tempat itu jadi gue buta arah. Ketika gue bertanya ke pak supir, ternyata gue harus naik delman untuk sampai ke tempat tujuan. Buset dah jauh bo! Terakhir kali gue naik delman itu ketika gue SMA jadi gue nikmatin siiih meski gue yakin bakal terlambat. Gue udah mikir kira-kira gue bakal jawab apa kalau ditanya kenapa telat. Tiba di tempat tujuan, gue lebih kaget lagi karena baru gue yang dateng.  Tadinya gue mau izin ke toilet dulu tapi, si mbaknya bilang kalau tesnya udah dimulai jadi mau gak mau gue harus nahan pipis karena waktunya sudah berjalan. Huft.


Untuk mengurangi rasa sakit di perut, gue buka kancing celana dan resletingnya. Jadi selama mengerjakan tes, gue memakai celana yang,,, ya gitu deh,,, berdiri dikit pasti bakal melorot. Hahah =D kemudian ada peserta tes yang dateng dan duduk di sebelah gue. Sialnya, dia laki! Jadi gue berusaha menutupi bagian celana gue dengan jaket. Mudah-mudahan celana dalam sama perut gue gak keintip. >.< selama mengerjakan tes, perut gue terbebas dari tekanan meskipun sakitnya masih terasa dan malangnya gue gak bisa konsentrasi. Gue malah mikir gimana caranya gue keluar dengan celana yang seperti ini?


Tes pertama sudah selesai, gue ditawari untuk ke toilet tapi, gue tolak karena udah gak pengen pipis lagi. Lagian bagaiaman caranya gue keluar? Tes berakhir sekitar jam 12 siang lebih. Gue mengerjakan soal secepat-cepatnya walaupun gue tahu jawaban gue ngawur. Pusing gue melihat soal yang jumlahnya ratusan mana perut bagian bawah gue sakit.  Gue keluar ruangan dengan tas menutupi bagian depan celana. Di tangga, gue kembali harus menahan nafas untuk mengancingkan celana. Setelah turun dari tangga, gue melihat lumayan banyak cewek yang juga akan melakukan tes untuk sesi berikutnya.


Masalahnya adalah bagaimana cara gue memakai sendal tali gue dengan celana super sempit ini, dengan banyak pasang mata yang melihat di dekat gue? Nungging dikit, kancing celana gue pasti lepas apalagi kalau jongkok!! Dengan susah payah gue memakai sendal yang ada lilitan talinya dengan posisi berdiri pemirsa!  Susah bo tapi, akhirnya gue berhasil. Hanya,,, tali sendal gue copot!! Yasalam, kembali lagi gue jalan dengan terseok-seok. Untungnya celana gue panjang dan menyentuh bagian kaki jadi agak tertutup. Mudah-mudahan gak ada yang lihat. Keluar dari tempat itu, gue lega selega-leganya meski perut gue kembali harus menahan sakit karena tertekan.


Karena tempatnya dekat dengan jajaran pertokoan, gue memutuskan untuk membeli sepatu biar bisa anteng berjalan dengan bebasnya. Gue beli sepatu flat warna hitam dan langsung gue pakai saat itu juga. Gue berniat untuk pulang tapi, gue gak nyaman dengan perut gue dan akhirnya setelah bolak-balik di jajaran pertokoan itu gue melihat ada yang jualan rok panjang. Gue beli rok  panjang warna ungu dan gue pakai saat itu juga. rasanya? Super duper lega, gue bebaaaaas.  Gue jalan dengan kaki yang gue angkat selebar-lebarnya. Gue serasa lepas dari tempat yang luar biasa sempit ke padang yang luas. BEBAAAAAAS!!!


Hanya,  sialnya penampilan gue jadi amburadul. Bayangin aja, gue pakai kerudung warna cokelat tua, pakaian putih dibalut dengan jaket jeans warna abu, rok panjang warna ungu tua dengan bahan katun, sepatu flat warna hitam legam dan menenteng tas semi kulit warna cokelat susu. Tidak ada kesesuaian warna satu sama lain tapi, gue bersyukur bisa lepas dari celana kesempitan dan sendal yang talinya copot.


Gue pulang lewat terminal leuwipanjang. Bukan karena apa-apa sih,, emm masalahnya adalah karena celana sempit yang membuat bagian bawah perut gue tertekan ternyata mengakibatkan gue jadi pengen BAB. Heheh =D  jadi gue meninggalkan oleh-oleh dulu di sonooo. Hehehe. Kalau gak ke terminal, gue mesti nyetor kemana??? Gue pulang menggunakan bus damri, sialnya gue gak mendapatkan kursi, untung masih ada bapak-bapak yang baik hati yang menawarkan kursinya untuk gue. Ternyata orang baik itu masih ada!!  Tapi,,,


Kesialan gue masih berlanjut yaitu ketika naik elf menuju Subang dimana gue mendapat tempat duduk di bagian depan pintu elf. Jadi gue gak bisa tidur, yang ada gue harus pegangan terus. Padahal kalau naik elf menuju Subang/Bandung gue paling suka tidur. Apalagi kalau hujan, enak banget deh!


Dua hari setelah kejadian, perut gue masih sakit kalau gue tekan. Tiga hari kemudian sakitnya sudah hilang tapi, meninggalkan bekas warna hitam di perut bagian bawah. Bentuknya seperti bulatan kancing. Jadi, sekarang di tengah perut bagian bawah, gue punya tanda bulatan hitam. Huft!


Oiya, Bandung udah banyak kemajuan ya sekarang, setelah dua tahun gue gak menginjakan kaki di Bandung, gue melihat perubahan yang signifikan. Busnya jadi luas dan nyaman. Eh bus damri ekonomi masih ada gak sih? itu tuh bus yang asep knalpotnya item, yang banyak pengamen dan pedagang lalu lalang? Selama disana gue gak melihat bus itu lagi. Duuuh, kangen deh,,,,

6 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jual penampilan? Bagian mana dari tulisan gue yang menyatakan kalau gue menjual penampilan? Karena gue memakai celana bahan yang ketat? Bagian itu maksudnya? Bukankah udah gue jelasin apa sebabnya. Gak baca? Buat gue penampilan itu penting untuk melamar kerja, lo harus rapi dan enak dilihat, setidaknya gak kaya gelandangan! Atau menurut lo gue bisa pakai kolor atau pakai baju tidur untuk melamar pekerjaan? Cukup pakai itu?

      Kalau gue punya penampilan yang bisa dijual, ngapain juga gue ikut tes beginian. Mending gue melamar menjadi model, tinggal lenggak-lenggok di catwalk, berpose dan pakai baju bagus bisa dapet duit tapi, gue gak punya itu, makanya gue ikut tes. Lagian kalau gue jual penampilan, siapa yang mau beli?

      Maaf kalau seandainya tulisan gue gak sesuai sama selera lo tapi, bukankah ini blog gue, gue bebas nulis sesuai dengan gaya gue. Namanya juga blog personal. Haruskah gue menulis menurut keinginan pembaca kaya lo? bukankah kalau seperti itu, itu artinya gue gak menjadi diri gue sendiri. gue gak akan nyaman nulis berdasarkan selera orang. Gue membuat blog personal karena gue bisa bebas menulis sesuai keinginan gue, suka-suka gue. Mau ada yang baca syukur kalau gak ada juga gue gak pikirin. Toh gue juga gak ngiklan atau dapet keuntungan dari blog ini. Gue cuma mau mengeluarkan unek-unek gue di blog. Kalau gak nyaman membaca tulisan gue, sangat disarankan untuk mengklik close. Tau kan dimana? Soalnya gue gak pernah meminta atau memaksa orang untuk membaca tulisan gue yang “inilah gue apa adanya”. Oya, gue juga menyarankan biar lo nyaman membaca tulisan orang silahkan mencari tulisan yang sesuai selera. Ribet amat dah dan gue heran kenapa gue bales komen panjang begini. Huh ribet :|

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya lo pikir gue ngelamar kerja dimana sih? ngelamar kerja di perusahaan pake levis. hello. perusahaan apa itu? kalau lo gak tau perusahaannya sih gak usah sok tahu ya.

      jual penampilan? orang emang diwajibkan gak pake levis ko, heraan gue sama lo,

      kalua lo gak suka cara menulis orang sebaiknya lo cari tulisan yang sesuai selera lo. toh gue gak butuh pembaca yang rewel.

      Delete
    2. satu lagi ya, blog gue ya suka-suka gue lah mau nulis yang kaya gimana juga.gue juga pernah melakukan blogwalking dan gak semua blog yang gue kunjungi sesuai sama selera gue tapi, gue gak pernah ya ngomentari cara menulis orang toh itu hak dia mau menulis mau kaya gimana juga, kalau gak suka ya, tinggal minggat. sesederhana itu sih cara berpikir gue. beda kali ya sama lo, harus enak dibaca untuk lo sendiri.

      Delete
  3. Okeee skip, anggap aja komentar gue gak pernah ada.

    ReplyDelete

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!