Tuesday, September 06, 2016

[Part 27] Sinopsis Drama Korea Cheer Up! Bagian 1



Kang Yeon Doo merupakan siswi SMA kelas dua yang mendapatkan ranking 196 dari 200 siswa di SMA Sevit. Yeon Doo tergabung dalam klub Real King dengan 5 orang siswa lainnya yang termasuk peringkat terbawah di sekolahnya. Mereka semua belajar menari bersama. Disisi lain ada sekelompok anak pintar bernama klub Baek Ho yang berseteru dengan klub Real King. Klub Baek Ho termasuk bunga di sekolahnya karena mendapat peringkat yang tertinggi di sekolah, berbeda dengan Real King yang dianggap hal yang memalukan bagi sekolahnya. Oleh karena itu, klub Real King tidak mendapatkan fasilitas yang sama seperti klub Baek Ho.




Kwon Soo A merupakan siswi peringkat kedua di sekolah. Ibunya menginginkan Soo A mendapatkan peringkat ke satu dan mengalahkan Kim Yeol. Kim Yeol yang merupakan wakil klub Baek Ho mendatangi ruang klub Real King. Yeon Doo akan mengerjai Kim Yeol dengan memberikan minuman soda yang telah dia kocok tapi, hal itu malah membuat Yeon Doo jatuh ke pangkuan Kim Yeol. Saat itulah ada seorang siswi yang memotret mereka berdua seperti sedang berciuman. Siswi itu melaporkannya kepada guru. Karena hal itu, Yeon Doo mendapat poin finalty dan klub Real King dibubarkan sedangkan, Kim Yeol dari klub Baek Ho tidak dipermasalahkan. Dan ternyata yang melaporkan foto tersebut adalah Soo A yang merupakan teman sekamar Yeon Doo di asrama dan juga anggota Klub Baek Ho. Soo A melakukan hal itu agar Kim Yeol mendapatkan poin finalty.


Yeon Doo memohon kepada kepala sekolah Choi untuk tidak membubarkan klub Real King tapi, kepala sekolah Choi malah menyarankan untuk keluar dari sekolah jika tidak menyukainya. Kang Yeon Doo merasa tidak adil. Kim Yeol menyarankan Yeon Doo untuk membuat spanduk protes. Yeon Doo pun membuat spanduk protes atas diskriminasi yang dirasakannya. Pihak dari dinas pendidikan melihatnya. Kepala sekolah Choi beralasan bahwa dia hanya membubarkan klub yang tidak pantas.


Yeon Doo menanyakan kepada guru Yang siapa yang melaporkan foto ciuman itu tapi, guru Yang tidak memberitahunya. Yeon Doo pun melihat ponsel guru Yang dan melihat laporan Soo A. Yeon Doo bertanya kepada Soo A kenapa melaporkannya, apakah kamu Soo A temanku? Soo A malah menjawab dengan merendahkan, memangnya di sekolah ini ada yang namanya teman, hah?  Waktu pelajaran menyanyi berlangsung, Yeon Doo menangis kemudian meluapkan amarahnya kepada Soo A dan Kim Yeol yang tidak berkata jujur bahwa mereka tidak berciuman. Yeon Doo berkata bahwa dengan kejadian ini dia mulai sadar kalau mereka bukan teman melainkan rival. Oleh karena itu Yeon Doo pun akan keluar dari sekolah. Dilain cerita, ibu Soo A memerikan uang suap kepada kepala sekolah Choi.


Setelah di rumah, Dong Jae yang merupakan tetangga sekaligus teman satu sekolah dengan Yeon Doo memberitahukan bahwa ada berita buruk yaitu ruang klub Real King akan dijadikan tempat lain. Setelah mendengar itu, Yeon Doo memutuskan untuk kembali sekolah. Yeon Doo berniat untuk bergabung dengan klub Baek Ho tapi, tidak dibolehkan maka Yeon Doo pun melakukan protes dengan membuat spanduk yang berisi pesan “bergabung menjadi anggota klub tidak boleh berdasarkan nilai”. Anggota klub Real King membantu Yeon Doo melakukan protes.


Soo A melakukan interview, Soo A menjawab pertanyaan dengan lancar dan membeberkan apa saja yang dia bisa hanya, pewawancara berkata bahwa keahlian Soo A bersifat individual sedangkan, mereka membutuhkan orang yang bisa bekerja sama dengan tim. Ny.Lee yang membantu Soo A untuk bisa masuk ke Harvard pun pergi ke SMA Sevit dan menemui kepala sekolah Choi.


Kepala sekolah Choi dan guru Im mengumpulkan anggota klub Real King dan Baek Ho. Guru Im menyuruh mereka bergabung untuk mengikuti lomba cheerleader tapi, mereka semua protes. Kepala sekolah Choi beralasan bahwa itu kemauan dari dinas pendidikan. Dia juga mengatakan kalau mereka menang maka klub Real King bisa kembali. Yeon Doo dan temannya bimbang tapi, kemudian Kim Yeol berkata bahwa hal itu mencurigakan. Kim Yeol pun menelepon Ny.Lee. Yeon Doo tidak mengerti. Kim Yeol pun berkata bahwa ada seseorang dari mereka yang ingin masuk ke sekolah Ivy yang merupakan sekolah favorit, salah satu syaratnya adalah memenangkan lomba cheerleader.  Kim Yeol bertanya kalian tahu siapa orang itu? Yeon Doo menjawab Soo A. Yeon Doo pun berkata kepada kepala sekolah Choi, meskipun dia direndahkan atau didiskriminasi sekalipun aku tidak sudi menjadi boneka Soo A. Anggota klub Real King berkumpul. Salah satu anggota klub Real King menyarankan untuk menerima tawarannya karena itu adalah salah satu cara agar Real King kembali. Mereka tinggal menahan selama dua bulan setelah itu Real King akan kembali.


Yeon Doo pergi ke rumah sakit karena kakinya terluka. Disana Yeon Doo bertemu dengan Kim Yeol yang sedang mengantar Ha Jun berobat karena menyakiti dirinya sendiri. Saat itu, guru Yang juga berada di rumah sakit, Yeon Doo memberitahu Kim Yeol untuk bersembunyi tapi, pada akhirnya guru Yang mengetahui kalau Ha Jun menyakiti dirinya sendiri. Guru Yang menemui Ha Jun, Ha Jun memohon agar guru Yang untuk tidak melaporkan kepada ayahnya karena dia bisa dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Kim Yeol sendiri dipanggil oleh kepala sekolah Choi, kepala sekolah Choi berkata kalau dia mengetahui Ha Jun menyakiti dirinya sendiri lagi dan kalau ayahnya tahu, Ha Jun akan dipindahkan sekolah. Kepala sekolah Choi mengancam Kim Yeol untuk mengajak Yeon Doo dan Real King bergabung ke tim Cheerleader, kalau tidak kepala sekolah Choi akan memberitahu keadaan Ha Jun kepada ayahnya. Bukankah Kim Yeol ingin lulus dengan Ha Jun?


Kim Yeol membujuk Yeon Doo untuk bergabung ke tim cheerleader tapi, Yeon Doo menolak. Hanya, kemudian Yeon Doo mengetahui kalau semua anggota Real King diancam oleh kepala sekolah Choi sehingga Yeon Doo pun mau bergabung menjadi tim cheerleader. Real King dan Baek Ho pun melakukan latihan bersama.


Dong Jae memergoki Soo A menyembunyikan sesuatu. Dong Jae mengikuti Soo A untuk mengembalikan barangnya. Kejadian itu dilihat oleh Kim Yeol. Di kelas Kim Yeol mengaku kalau dia kehilangan dompetnya. Guru Yang pun meminta siswa di kelas utuk mengeluarkan barang-barang yang ada di tas mereka. Soo A terlihat gelisah, ketika tiba giliran tas Soo A untuk diperikasa. Yeon Doo berkata bahwa Kim Yeol telah menemukan dompetnya. Soo A pun lega.


Kim Yeol bertemu dengan Yeon Doo dan berkata kalau dia melakukan hal itu untuk membantu Yeon Doo tapi, Yeon Doo beralasan bahwa dirinya tidak menyukai cara Kim Yeol. Soo A yang melihat hal itu mendatangi mereka berdua dan menampar Yeon Doo. Soo A bertemu dengan dua orang siswa pemain basket, Soo A memberikan buku dan berkata kalau mereka bisa menguasai buku itu, peringkat mereka akan naik. Kim Yeol melihat hal itu.


Dong Jae sedang bermain basket, dua orang pemain basket lawannya menjaga ketat Dong Jae hingga Dong Jae disentuh oleh salah satu pemainnya. Dong Jae pingsan. Yeon Doo yang berada disana langsung menghampiri Dong Jae sedangkan Soo A yang gugup langsung pergi. Kim Yeol yang mengetahui kalau itu ulah Soo A berkata kepada Soo A, seharusnya Soo A membalas dendam kepada Kim Yeol bukan kepada Yeon Doo.


Seseorang membocorkan tentang guru dan orang tua murid yang memanipulasi nilai kepada dinas pendidikan. Pihak pendidikan pun pergi ke SMA Sevit dengan pihak acara Global News. Mereka pun sepakat dengan kepala sekolah Choi dan orang tua murid untuk meliput kegiatan para siswa SMA Sevit agar rumor itu bisa dibantah. Para orang tua tim cheerleader dan kepala sekolah Choi pun menyetujui hal itu. Orang tua siswa yang awalnya ingin memecat pelatih Nam pun membujuk pelatih Nam untuk tetap mengajar cheerleader tapi, pelatih Nam mengajukan syarat dimana pelatih harus bisa memberikan nilai. Kepala sekolah Choi marah akan hal ini.


Yeon Doo hampir saja terkena pecahan kaca dan lap pel yang jatuh dari atas tapi, Kim Yeol menolongnya hingga punggungnya terluka. Kim Yeol diantar oleh Yeon Doo dan guru Yang pun berobat ke rumah sakit. Sepulang dari rumah sakit, Kim Yeol meminta ditraktir oleh Yeon Doo. Setelah itu, Yeon Doo dan Kim Yeol pergi ke pasar. Disana ada lomba dance yang hadiahnya stereo. Yeon Doo pun ikut tapi, karena syaratnya dua orang, Yeon Doo memaksa Kim Yeol untuk ikut. Mereka berdua menang tapi, hadiah yang didapatnya malah rice cooker. Ketika berada di bus, Kim Yeol dan Yeon Doo tertidur dengan saling bersandar, Kim Yeol bangun dan tersenyum. Di asrama, Yeon Doo mengingat hal itu terus sehingga tertawa-tawa sendiri. Kim Yeol juga tertawa ketika mengingat hal itu. Ha Jun yang teman sekamarnya berkata bahwa ini pertama kalinya dia melihat ekspresi dan tawa Kim Yeol seperti itu.


Setelah dikeluarkan dari tim basket, Dong Jae memutuskan untuk bergabung dengan tim cheerleader. Setelah berlatih, anggota tim cheerleader saling bertanya satu sama lain. Da Mi bertanya kepada Kim Yeol, siapa pacarnya? Kim Yeol menjawab, entahlah tapi, ada wanita yang ingin aku cium. Mendengar hal itu wajah Yeon Doo memerah, Dong Jae pun bertanya kenapa wajah Yeon Doo memerah? Kim Yeol melihat Yeon Doo dan tersenyum. Ha Jun sendiri melihat ke arah Kim Yeol.


Kim Yeol dan Yeon Doo dipanggil guru untuk menjelaskan kecelakaan yang menimpa Kim Yeol. Di ruang guru, Kim Yeol melihat laptop yang berisi video Soo A membawa baju. Kim Yeol marah dan menemui Soo A. Kim Yeol memarahi Soo A karena melaporkan tentang Ha Jun kepada kepala sekolah Choi. Kim Yeol mengingatkan Soo A, kalau Ha Jun sampai mengetahui hal ini, Kim Yeol akan mencelakai Soo A. Percakapan mereka berdua didengar oleh Ha Jun, Ha Jun memaksa Soo A untuk memberitahu apa yang tidak boleh Ha Jun ketahui. Setelah itu, Ha Jun menyendiri. Keesokan harinya, Ha Jun marah kepada kepala sekolah Choi dan mengatakan akan keluar dari tim. Salah satu anggota klub Real King mengatakan kalau Ha Jun anak yang manja. Ha Jun pun marah dan mereka bertengkar. Pelatih Nam membiarkan mereka bertengkar tapi, setelah itu mereka dihukum bergulingan di lapangan saat hujan. Pelatih Nam juga menyuruh mereka untuk tidak mandi dan makan bersama. Saat sedang makan bersama, mereka tertawa melihat tubuh mereka yang kotor.


Ha Jun dan Kim Yeol menemui kepala sekolah Choi dan berlutut untuk meminta maaf atas apa yang Ha Jun lakukan kemarin. Kepala sekolah Choi pun berkata bahwa dia akan menunda untuk memberitahu ayahnya Ha Jun.


Tim cheerleader berkumpul di sebuah rumah dan makan bersama. Soo A menangis dan bertanya kepada Ha Jun kenapa semuanya menyalahkan dirinya, aku juga mengalami kesulitan. Rasanya aku ingin mati saja. Ha Jun mendengarkan dan memberikan sapu tangannya. Yeon Doo sendiri tengah mabuk dan duduk di teras. Kim Yeol menghampiri, Yeon Doo berkata bahwa dia senang akhirnya teman Kim Yeol kembali. Kim Yeol berkata bahwa dia akan melakukannya sekarang. Yipiie, Kim Yeol mendekatkan wajahnya ke arah Yeon Doo! Pelatih Nam menjemput mereka dengan mobil mini bus. Di SPBU, mobil berhenti dan mereka turun dari mobil. Ketika mobil kembali jalan, Dong Jae melihat Soo A tidak ada di dalam mobil. Anggota klub Baek Ho menyarankan untuk memanggil polisi. Mereka takut kena point finalty karena terlambat masuk ke asrama.


Ha Jun menemukan Soo A berada di tepi danau. Soo A berkata kalau malam ini terasa dingin tapi, tidak sedingin hatiku. Soo A berjalan ke arah danau, Ha Jun menghentikannya. Soo A berkata bahwa dia membutuhkan waktu untuk berpikir, dia bingung. Soo A akhirnya kembali bersama dengan Ha Jun. Yeon Doo mencari bersama dengan Kim Yeol tapi, kaki Yeon Doo sakit. Yeon Doo pun digendong oleh Kim Yeol. Semua anggota tim cheerleader terlambat masuk ke asrama tapi, pelatih Nam menyelamatkan mereka hanya, pihak Global News merekam kejadian itu.


Guru Im melaporkan kepada kepala sekolah Choi bahwa yang melaporkan kepada pihak dinas pendidikan tentang manipulasi nilai siswa adalah dari pihak sekolah. Kepala sekolah Choi menyuruh guru Im untuk mencarinya. Di kelas Kim Yeol memegang bibir, Yeon Doo melihatnya. Yeon Doo pun bertanya kepada Kim Yeol tentang kejadian semalam di teras tapi, Kim Yeol menjawab dengan mengambang.


Pelatih Nam akan memilih ketua tim dari klub Baek Ho dan Real King. Yeon Doo terpilih dari Real King sedangkan Baek Ho diwakilkan oleh Soo A. Pelatih Nam akan membuat misi untuk memilih ketua tim Cheerleader yaitu dengan membuat koreografer. Soo A akan melakukan latihan cheerleader kelas dunia dengan pelatih yang handal tapi, Yeon Doo akan menggabungkan dance Real King dengan cheerleader sehingga  Real King akan tetap terlihat. Hanya, Soo A akan berlatih dengan klub Real King dan Yeon Doo akan berlatih dengan klub Baek Ho.


Guru Im melapor kepada kepala sekolah Choi kalau dia menemukan orang yang menjadi mata-mata, orang itu adalah guru berumur 60 tahun. Di lain cerita, anggota klub Real King berlatih dengan Soo A dengan dibantu oleh tim cheerleader Korea tapi,Yeon Doo mengalami kesulitan karena anggota klub Baek Ho tidak mau berlatih dengan alasan dua minggu lagi akan ada ulangan. Yeon Doo mengajak Ha Jun ke sebuah ruangan dan memintanya untuk membantu berlatih cheerleader. Tiba-tiba Kim Yeol masuk, Yeon Doo juga meminta Kim Yeol untuk membantunya. Saat itulah, mereka bertiga mendengar percakapan kepala sekolah Choi dengan guru Im untuk memecat guru Yang. Kepala sekolah Choi dan guru Im memergoki mereka bertiga mendengar percakapannya. Kepala sekolah Choi pun menyuruh mereka bertiga untuk menutup mulut dan mengancam Ha Jun soal ayahnya.


Yeon Doo mengkhawatirkan guru Yang tapi, Kim Yeol menyuruh Yeon Doo untuk tidak usah ikut campur karena akibatnya bisa membuat dikeluarkan dari sekolah sedangkan, Ha Jun sendiri tidak mau terlibat. Yeon Doo memberitahu guru Yang kalau dia akan dikeluarkan. Guru Yang pun menghubungi produser Global News dan menyerahkan data tentang meningkatkan spesifikasi murid dan memanipulasi nilai. Pihak Global News pun berkata bahwa dengan hal ini maka SMA Sevit tidak akan menjadi kelas unggulan. Guru Yang pun memintanya untuk menghapus rekaman siswa yang terlambat masuk kelas. Hanya, pihak Global News ingin mewawancari seorang murid tapi, guru Yang mencegahnya. Dia tidak ingin melibatkan siswa.


Kepala sekolah Choi memberi pedoman untuk interview bagi tim cheerleader. Yeon Doo berkata bagaimana jika yang diungkapnya adalah fakta tapi, kepala sekolah Choi berkata jika hal itu terjadi maka kalian akan dikeluarkan. Yeon Doo berniat untuk melakukan wawancara karena dia yakin kalau itu hanya ancaman saja. Disisi lain kepala sekolah Choi menyuruh guru Im untuk mencari alasan agar Yeon Doo dikeluarkan dari sekolah karena jika terlambat maka Yeon Doo bisa menjadi bom waktu dan membunuh mereka. Ketika Yeon Doo akan melakukan wawancara, Kim Yeol datang dan mencegahnya. Yeon Doo menceritakan hal ini kepada ibunya, ibunya melarang Yeon Doo melakukan wawancara. Ibu Yeon Doo menceritakan hal ini kepada lelaki yang ditolak saat melamarnya.


Ayah Ha Jun pergi ke SMA Sevit. Setelah bertemu dengan kepala sekolah Choi, ayah Ha Jun memukuli Ha Jun di parkiran. Yeon Doo melihat hal itu dan berpura-pura memanggil Ha Jun. Ayah Ha Jun pun berhenti memukuli Ha Jun dan menyuruh untuk belajar agar masuk ke perguruan tinggi. Yeon Doo bertemu Ha Jun dan memberinya obat, Yeon Doo berkata kau tahu kan aku ini orang yang paling setia kawan. Aku tidak akan bilang kepada siapapun. Di tempat latihan dance, Yeon Doo lemas karena semua anggota Baek Ho tidak mau berlatih tapi, kemudian Ha Jun menghampir Yeon Doo dan berkata, apa yang harus aku lakukan?


Yeon Doo akhirnya mau melakukan wawancara dengan Global News dan menceritakan tentang Yeon Doo dan klubnya yang dimanfaatkan. Setelah selesai mewawancarai Yeon Doo, produser Global News dihampiri oleh Kim Yeol dan Ha Jun. Kim Yeol mengingatkan untuk melindungi saksi karena kalau tidak dia akan menuntut. Hanya, pihak dari Golbal News akan menayangkan wawancara itu minggu depan. Guru Yang gelisah tapi, kepala sekolah Choi dan guru Im senang karena kalau penyiaran itu ditayangkan maka mereka berdua akan habis. Ternyata hal itu, terjadi karena pengaruh dari orang tua murid klub Baek Ho. Kim Yeol sendiri lega karena dengan hal itu, Yeon Doo tidak akan terluka.


Tiba dihari pengumuman ketua tim cheerleader. Pelatih Nam mengatakan kalau koreografer kedua tim bagus. Hanya, pelatih Nam bertanya kenapa Dong Jae yang bergabung dengan tim Soo A tidak ikut menari. Soo A berkata kalau Dong Jae tidak bisa ikut. Pelatih Nam berkata apapun kondisi Dong Jae harusnya Dong Jae harus diikutsertakan karena itulah kerjasama tim. Pelatih Nam pun  memutuskan untuk memilih Yeon Doo sebagai ketua tim cheerleader. Soo A pun mengurung diri di toilet dan kemudian dia mendengar dua orang siswi yang membicarakan tentang guru yang membocorkan rahasia tentang manipulasi nilai siswa. Soo A khawatir tapi, Ny.Lee berkata biar dia yang mengurus semuanya.


Satu malam, Soo A mengikuti guru Yang dan mendengar pembicaraan telephone guru Yang dimana guru Yang berkata bahwa dia mempunyai buktinya. Satu hari ketika tim cheerleader berlatih, pelatih Nam meminta guru Yang untuk menjadi penompang agar Jae Young  dari klub Baek Ho tidak jatuh. Tak lama setelah itu. Jae Young jatuh dan guru Yang menahannya tapi, Jae Young mengeluh bahwa guru Yang menyentuh dadanya.


Jae Young dan Na Yeon berbicara, Jae Young berkata bahwa kejadiannya tidak separah itu, setelah dipikirkan lagi dia merasa bersalah. Soo A datang dan berkata kalau guru Yang yang melaporkan tentang korupsi dan manipulasi nilai kepada dinas pendidikan. Bagaimana kalau kita memberinya pelajaran? Soo A, Jae Young dan Na Yeon pun melaporkan hal ini kepada guru Im kalau guru Yang melakukan pelecehan seksual kepada Jae Young dan ini bukan pertama kalinya.


Orang tua murid pun menyuruh untuk memecat guru Yang tapi, kemudian pelatih Nam berkata bahwa jika guru Yang tidak menopang Jae Young, Jae Young akan terluka, apakah itu disebut pelecehan seksual? Orang tua dari klub baek Ho berkumpul dengan kepala sekolah Choi, ibu Soo A menyarankan untuk memecat guru Yang. Di internet muncul artikel tentang guru Yang dengan judul, seorang guru melakukan pelecehan seksual kepada murid, apakah dinas pendidikan akan diam saja? Para siswa pun membicarakan hal ini di grup chat SMA Sevit, termasuk ketika berada di kelas. Yeon Doo marah dan akan berbicara tapi, Kim Yeol menghentikannya dan berkata, apa kalian punya bukti kalau guru Yang melakukan pelecehan seksual? Soo A, Jae Young, Na Yeon kalian yang mempunyai peran tentang manipulasi nilai. Semua juga tahu kalau guru Yang yang melaporkan manipulasi nilai kepada dinas pendidikan. Jadi kalian bertiga menginginkan guru Yang dipecat karena hal ini, ya kan?. 


Yeon Doo bertanya kepada Kim Yeol, kenapa dia melakukan itu? dia melakukan itu karena Yeon Doo akan melakukan hal itu dan akan membuat Yeon Doo terluka. Kim Yeol tidak mau Yeon Doo terluka. Kim Yeol menyuruh Yeon Doo untuk memikirkan kenapa Kim Yeol melakukan hal itu.


Akibat kejadian itu, guru Yang pun dikucilkan dan dijauhi oleh siswa dan guru tapi, tidak dengan Yeon Doo, Dong Jae, Kim Yeol dan Ha Jun yang mau menemani guru Yang. Mereka berempat pun membuat petisi kepada dinas pendidikan tapi, petisinya dibatalkan. Dinas pendidikan pun pergi ke SMA Sevit. Dihadapan guru dan orang tua murid, Jae Young ditanya apakah guru Yang menyentuh dada Jae Young? Jae Young menjawab iya. Guru Yang meminta maaf dan berniat akan mengundurkan diri karena kalau dirinya masih menjadi guru di SMA Sevit, akan ada banyak murid yang terluka.  Jae Young tampak menyesal dan mengeluarkan air mata.

0 comments:

Post a Comment

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!