Thursday, September 08, 2016

[Part 28] Sinopsis Drama Korea Cheer Up Bagian 2



Jae Young berkata kepada ibunya kalau guru Yang tidak menyentuh dadanya, Jae Young akan mengatakan yang sebenarnya tapi, ibunya melarang karena faktanya guru Yang menyentuh Jae Young. Kalau dia tidak melakukan hal ini, guru Yang akan melaporkan tentang manipulasi nilai, ibunya malu bertemu dengan pamannya kalau hal ini sampai terbongkar.



Na Yeon tampak gelisah, dia tidak mengira kalau akibatnya akan seperti ini. Na Yeon bertanya kepada Soo A, katanya akibatnya hanya pemotongan gaji tapi, kenapa dipecat? Soo A berkata bahwa ini adalah pelecehan seksual, mana mungkin hukumannya hanya itu? Jae Young datang dan berkata bahwa itu berlebihan. Soo A malah menyalahkan karena mereka tidak memikirkan hal ini. Soo A pergi ke tempat latihan dengan gugup. Dong Jae datang dan langsung berlatih menari, Soo A bertanya, kenapa Dong Jae masuk ke tim cheerleader padahal dia mempunyai phobia ‘disentuh orang’. Apa ini untuk mengerjaiku? Apa karena aku yang membuatmu keluar dari klub basket yang kau sukai makanya kau melakukan ini? Dong Jae malah balik bertanya, apa Soo A ingin meminta maaf padanya? Soo A berkata tidak.


Ha Jun menemui ayahnya dan meminta tolong agar guru Yang tidak dipecat tapi, ayahnya menolak malah mengatakan kalau dia yang membatalkan petisi yang dibuat Ha Jun dan teman-temannya. Ha Jun terlihat sedih.


Guru Yang pun akhirnya dipecat dari SMA Sevit, sebelum pergi, Yeon Doo memberikan undangan pertunjukkannya. Yeon Doo memergoki Jae Young dan Na Yeon sedang melihat guru Yang. Yeon Doo meminta bantuan kepada mereka berdua untuk mengembalikan keadaan tapi, Jae Young dan Na Yeon menolak karena semuanya telah berakhir, guru Yang dipecat dan mereka akan tetap belajar. Yeon Doo berkata teruslah hidup dengan rasa bersalah hingga kau bisa.


Di hari pertunjukkan, Yeon Doo menyendiri. Kim Yeol menghampiri dan memberikan susu rasa vanila. Kim Yeol berkata bahwa dulu dia berpikir kalau Yeon Doo itu lucu dan menyenangkan tapi, sekarang aku melihat, takut, marah. Yeon Doo beranjak pergi tapi, Kim Yeol menahannya dan memeluk Yeon Doo. Kim Yeol berkata, jangan gelisah, Yeon Doo tampak malu-malu dan bingung. Aduuuh manisnyeee. Guru Yang menonton pertunjukan tim cheerleader. Seusai pertujukan cheerleader, para siswa kecuali Soo A, membawa poster yang meminta guru Yang untuk kembali ke sekolah. Guru Yang pun akhirnya kembali mengajar di SMA Sevit.


Ketika hari ujian tiba, Handphone Yeon Doo disita oleh guru. Yeon Doo khawatir tidak menyelesaikan ujian dengan baik karena jimatnya disimpan di handphonenya. Kim Yeol yang mendengar hal itu, diam-diam pergi ke kantor guru untuk mengambil ‘boneka kecil’ di handphone Yeon Do. Hanya, seorang guru wanita memergoki Kim Yeol sembunyi di meja guru Im.


Guru Im membagikan hasil ujian, Yeon Doo mendapatkan nilai yang menyedihkan dan Kim Yeol mendapatkan nilai tertinggi. Soo A yang teringat akan perkataan ibunya untuk mendapatkan nilai sempurna gelisah karena nilainya jauh lebih rendah dibandingkan Kim Yeol. Soo A pun menanyakan jawaban esai Kim Yeol kepada guru Im tapi, guru Im menenangkan Soo A karena nilai Soo A sudah bagus, hanya beda dua point dari Kim Yeol. Ketika saat itu, Hyo Sik dan Seung Wo menabrak guru Im sehingga semua isi tas guru Im berhamburan keluar. Guru Im yang marah mengejar mereka berdua. Di satu sisi Soo A melihat flashdisk guru Im dan mengambilnya. Soo A membawa flashdisk tersebut ke wc dan membukanya di notebooknya. Soo A pun mengcopy data soal ulangan siswa yang ada di flashdisk tersebut.


Guru Im mencari flashdisknya di meja gurunya tapi, tidak ketemu. Guru Im panik karena flashdisknya berisi soal ujian siswa tengah semester.  Seorang guru wanita berkata bahwa dia melihat Kim Yeol berada di meja guru Im. Guru Im pun mengira kalau Kim Yeol yang mengambil flashdisknya. Soo A yang keluar dari wc mendengar guru yang berkata kalau dia yakin Kim Yeol yang mengambil flashdisknya guru Im karena tadi dia melihat Kim Yeol berada disitu. Soo A yang sudah membuang flashdisk guru Im di tempat sampah pun mengambilnya dan menaruhnya di tas Kim Yeol. Guru Im yang marah mendatangi Kim Yeol dan mengeluarkan semua isi tas Kim Yeol. Guru Im menemukan flashdisknya berada disana. Kim Yeol berkata dia tidak tahu kenapa flashdisk itu berada disana. Kim Yeol pun menambahkan jika dia memang pencurinya mana mungkin dia menaruhnya di tasnya, dia pasti sudah membuangnya tapi, guru Im tidak mempercayainya. Guru Im akan mengadakan rapat dan memanggil orang tua Kim Yeol.


Para siswa pun membicarakan masalah Kim Yeol termasuk anggota tim cheerleader. Mereka tidak mempercayai kalau Kim Yeol melakukan hal itu. Jae Young malah curiga kalau Kim Yeol mendapatkan nilai yang bagus karena hal itu tapi, Yeon Doo membela Kim Yeol.  Para siswa berkomentar kalau begitu Soo A akan menjadi peringkat pertama sekarang.


Orang tua Kim Yeol, yang tidak lain adalah lelaki yang melamar ibunya Yeon Doo tapi ditolak, datang ke sekolah. Mereka sepakat untuk menghukum Kim Yeol dengan memberikan skor selama dua puluh hari. Itu artinya Kim Yeol tidak bisa mengikuti ujian. Kim Yeol pun pergi dari sekolah, sebelum pergi Kim Yeol memberikan ‘jimat boneka kecil’ kepada Yeon Doo. Kim Yeol berharap Yeon Doo bisa menjalani ujian dengan baik tapi, Yeon Doo merasa tidak enak karena Kim Yeol mengalami hal ini dikarenakan mau  mengambil boneka Yeon Doo.


Di rumah, Kim Yeol teringat saat dirinya masil kecil dan mendengar orang tuanya bertengkar karena ayahnya menuduh ibunya selingkuh. Kim Yeol melihat ibunya pergi dari rumah dan tidak pernah kembali, sejak saat itu Kim Yeol tidak percaya dengan siapapun.


Satu malam, Yeon Doo pergi ke ruang CCTV, disana Yeon Doo bertemu dengan Ha Jun yang juga mencari rekaman CCTV untuk membuktikan Kim Yeol tidak bersalah. Ha Jun dan Yeon Doo menjadi lebih akrab. Hasil ujian pun keluar, Soo A mendapatkan peringkat pertama. Ibu Soo A sangat senang sehingga membelikan  Soo A tas yang mahal. Jae Young pun kagum karena ibu Soo A mmbelikan tas yang mahal karena Soo A mendapatkan peringkat pertama tapi, Jae Young berkata bahwa itu hanya semetara karena Kim Yeol akan kembali. Soo A menanyakan hal itu. Jae Young pun menjawab kalau Yeon Doo akan mencari bukti rekaman CCTV bahwa Kim Yeol tidak bersalah dan Yeon Doo berkata bahwa Kim Yeol dijebak. Soo A gelisah mendengarnya.


Yeon Doo mendapatkan pesan video dari Hyo Sik yang berisi rekaman saat Hyo Sik menanyakan apa Yeon Doo dan Kim Yeol berpacaran. Yeon Doo melihat ada guru Im di video tersebut dimana guru Im masih memegang flashdisknya. Video itu membuktikan kalau Kim Yeol tidak mencurinya di jam dua belas siang. Yeon Doo pun memberitahu Ha Jun, ketika mereka berdua akan memberitahu Kim Yeol dengan akan pergi ke rumah Kim Yeol, ada guru yang melihatnya. Yeon Doo dan Ha Jun pun dihukum. Yeon Doo pun mengirim foto dirinya dan Ha Jun yang sedang dihukum kepada Kim Yeol, Kim Yeol merasa cemburu. Ha Jun sendiri tersenyum saat mengingat kenangannya dengan Yeon Doo. Yeon Doo menelepon Kim Yeol dan menceritakan apa yang terjadi tapi, Kim Yeol berkata bahwa video itu belum cukup jadi bukti. Kim Yeol berterima kasih kepada Yeon Doo yang percaya dengan dirinya karena baginya sulit untuk percaya kepada orang lain.


Keesokan harinya Kim Yeol kembali ke sekolah dengan membawa bukti video dari Yeon Doo. Dengan alibi cerdasnya, Kim Yeol berhasil membuktikkan kalau bukan dia yang mencuri flashdisk guru Im. Kim Yeol pun bisa kembali ke sekolah tapi, Kim Yeol tidak bisa mengikuti ujian susulan. Kepala sekolah Choi beralasan bahwa kejadian itu baru pertama kali terjadi dan karena sudah aturannya maka Kim Yeol tidak bisa mengikuti ujian susulan. Ayah Yeon Doo pun datang ke sekolah bersama dua pengacaranya tapi, kepala sekolah Choi tetap pada keputusannya maka ayah Kim Yeol pun akan membawa ke jalur hukum dan menuntut atas pencemaran nama baik. Kepala sekolah Choi pun marah kepada guru Im. Ayah Kim Yeol bertemu dengan Kim Yeol dan meminta maaf atas sikapnya selama ini, harusnya dari dulu aku melakukan hal ini. Ayah Kim Yeol menceritakan hal ini kepada ibunya Yeon Doo, ayah Kim Yeol yakin kalau dia akan menjadi ayah yang baik dan ibu Yeon Doo berkata kalau begitu aku akan memikirkannya (lamaran).


Soo A berkata kepada Ny.Lee, Ny.Lee berkata bahwa dia sudah mengurusnya dan rekaman CCTV itu akan dihapus. Ny.Lee berkata bahwa ada siswa dari SMA Sevit yang mencari rekaman CCTV juga tapi, pihak perusahaannya tidak mau memberitahu siapa dia. Ny.Lee menyarankan untuk memberitahu  ibunya Soo A tapi, Soo A mencegahnya.


Guru Im bertemu dengan Kim Yeol, guru Im teringat ucapan kepala sekolah Choi kalau guru Im harus melawan kalau tidak mereka akan malu seumur hidupnya. Guru Im pun berkata tegas kepada Kim Yeol tapi kemudian, Kim Yeol menunjukkan kertas dan berkata bahwa Kim Yeol akan mengajukan petisi kepada dinas pendidikan yang berisi Kim Yeol merasa menderita karena guru Im. Guru Im pun panik. Kim Yeol menaktir teman-temannya makan ayam goreng, guru Im datang dan akan memarahi mereka tapi, begitu melihat Kim Yeol. Guru Im langsung pergi dan Kim Yeol tersenyum maniiiiiiiiiiis sekali. Kim Yeol pun ingat ketika guru Im mengajaknya untuk membuat kesepakatan, dimana Kim Yeol tidak akan mengajukan petisi jika guru Im berhenti menghukum teman-temannya.


Tim cheerleader berkemah dengan dipandu oleh guru Yang, guru Im dan pelatih Nam. Soo A satu tenda dengan Yeon Doo. Soo A menemukan catatan di dalam tasnya yang berisi pesan, “mengakulah saat acara api unggun, itu kesempatan terakhirmu” Soo A mengira kalau Yeon Doo yang melakukannya. Guru Yang menyuruh Yeon Doo untuk membeli minuman, Soo A menawarkan diri untuk menemaninya. Soo A bertanya, kau memeriksa CCTV untuk membela Kim Yeol? Yeon Doo menjawab memangnya kenapa? Ah sudahlah. Yeon Doo meminta Soo A untuk membawa minumannya ke mobil karena Yeon Doo mau ke toilet. Soo A juga menawarkan untuk membawa tas Yeon Doo. Soo A meminta supir untuk segera pergi karena Yeon Doo menunggu guru. Soo A pun meninggalkan Yeon Doo tapi, ketika sampai di tenda Soo A kembali menemukan catatan, Soo A pun sadar kalau pelakunya bukan Yeon Doo.


Hingga acara api unggun dimulai, Yeon Doo belum kembali juga ke perkemahan. Maka guru Yang dan teman-temannya pun mencari Yeon Doo. Kim Yeol menelepon pengawas yang mengantarkan Yeon Doo ke toko, pengawas mengatakan yang sebenarnya. Kim Yeol pun menemui Soo A dan bertanya dimana Yeon Doo tapi, Soo A ngeles tidak mengetahuinya. Kang Yeol bertanya, apa ini karena catatan itu? kau salah Soo A.  Ha Jun pergi mencari Yeon Doo dengan mengayuh sepeda hingga akhirnya mereka bertemu. Yeon Doo langsung memeluk Ha Jun. Yeon Doo berkata kalau dia takut tapi, begitu melihat Ha Jun dia merasa tenang.


Yeon Doo tidak bisa tidur dan pergi berjalan-jalan di perkemahan. Yeon Doo melihat Kim Yeol duduk sendirian. Yeon Doo menghampirinya, mereka berdua pun berbincang hingga Kim Yeol mengutarakan perasaannya kalau dia menyukai Yeon Doo. Belum sempat Yeon Doo menjawab. Ha Jun menghampiri mereka.


Kim Yeol memberikan waktu tiga hari untuk Soo A agar mau mengakui perbuatannya karena Kim Yeol mempunyai rekaman CCTV dimana Soo A mengambil flashdisk guru Im. Hidup Soo A pun tidak tenang dan berusaha mengambil rekaman itu dari kamar asrama Kim Yeol tapi, guru Yang memergokinya. Soo A dan guru Yang memperebutkan laptop hingga flashdisknya jatuh ke tempat tidur. Soo A hendak mencarinya tapi, takut ketahuan oleh guru Yang. Flashdisknya sendiri ditemukan oleh Hyo Sik.  Hyo Sik membuka flashdisknya dan memutar rekaman Soo A mengambil flashdisk guru Im. Hyo Sik pun memberitahu Da Mi. Kemudian Da Mi mengupload rekaman itu ke internet karena menurutnya yang salah harus menerima hukuman. Sekolah pun gempar karena ternyata pencuri sebenarnya adalah Soo A. Para siswa pun bergunjing tentang Soo A. Begitu pun dengan tim cheerleader tapi, tidak dengan Yeon Doo karena Da Mi mengupload rekaman itu menggunakan akun Yeon Doo.


Soo A memarahi Yeon Doo karena mengupload rekamannya. Soo A pun mendorong Yeon Doo ke arah tangga. Kim Yeol yang berada di bawah, menolong Yeon Doo. Kepala Kim Yeol pun terluka dan dibawa ke rumah sakit. Para siswa di sekolah semakin tidak menyukai Soo A. Soo A sendiri khawatir. Ayah Kim Yeol membawa ibu Yeon Doo untuk menjenguk Kim Yeol dan memperkenalkannya tapi, ibu Yeon Doo menolak karena belum saatnya. Selama Kim Yeol di rawat, Yeon Doo dengan setia menemani Kim Yeol, Kim Yeol bertanya kenapa Yeon Doo belum menjawab pertanyaannya? Kim Yeol pun mencium bibir Yeon Doo, kejadian itu dilihat oleh Ha Jun. Ha Jun terlihat patah hati.


Ibu Soo A akhirnya mengetahui kalau Soo A adalah pencuri flashdisk yang sebenarnya dan ia juga tahu kalau Soo A mendorong Kim Yeol hingga terluka. Ibu Soo A meminta kepala sekolah Choi untuk menutupi kasus ini dan ibu Soo A akan memindahkan Soo A keluar negeri. Soo A sendiri khawatir dan gugup. Soo A pun menjenguk Kim Yeol di rumah sakit tapi, karena diruangannya ada tim cheerleader, Soo A hanya melihatnya dan menyimpan catatan untuk Kim Yeol. Soo A pun pergi dan berpapasan dengan Dong Jae. Soo A meminta bantuan kepada Dong Jae untuk menemaninya. Soo A dan Dong Jae pun menghabiskan waktu bersama dengan bersenang-senang.


Soo A mengirim pesan kepada ibunya, kalau dia sudah mengabulkan permintaan ibunya untuk menjadi peringkat pertama meski dengan cara yang tidak pantas. Soo A meminta maaf. Soo A galau karena dia mau melakukan hal itu agar dirinya bisa bahagia tapi, yang dirasakannya malah seperti ini. Dilain cerita, Yeon Doo menemukan catatan Soo A yang isinya berupa permintaan maaf Soo A kepada semuanya. Tim Cheerleader yang khawatir dengan Soo A pergi mencari Soo A. Soo A akhirnya ditemukan oleh Dong Jae. Dong Jae yang takut bersentuhan pun berani menyelamatkan dan memeluk Soo A. Setelah itu, Soo A dirawat dirumah sakit. Ibunya menyuruh Soo A untuk pindah keluar negeri tapi, Soo A menolak dan menyakinkan ibunya kalau dia bisa masuk ke sekolah ivy dengan kemampuan dirinya sendiri. Tim cheerleader menyemangati Soo A dengan melakukan video call/video? (-_-lupa, hahah), begitu pun dengan Yeon Do yang memperlihatkan foto Yeon Do dan Soo A saat mereka berdua berteman akrab. Soo A ternyum melihatnya.


Soo A kembali ke asrama sekolah tapi, Soo A terlihat malu, Yeon Doo yang melihatnya tersenyum dan merebut koper Soo A untuk dibawa ke kamar asrama. Setelah itu, Soo A dengan tim cheerleader tampak akrab bahkan dengan Yeon Doo. Hanya, Soo A harus menerima hukuman menjadi relawan kebersihan atas perbuatannya tapi, Soo A menerimanya.


Tuan Lee, pemilik yayasan (?) menyuruh ayah Ha Jun untuk mengeluarkan Ha Jun dari tim cheerleader karena dinas pendidikan mempunyai bukti tentang manipulasi nilai dan meningkatkan spesifikasi. Bukti yang paling nyata adalah tim cheerleader. Mereka akan mengorbankan satu orang atas kasus ini dan tuan lee pun mengaku kalau dia yang menyerahkan bukti kepada dinas pendidikan. Ayah Ha Jun pun menyuruh Ha Jun untuk keluar dari tim cheerleader tapi, Ha Jun menolak hingga Ha Jun pun dipukuli. Ha Jun bertemu dengan Yeon Doo, Yeon Doo berniat untuk mengobati lukanya tapi, Ha Jun menyuruh Yeon Doo untuk berpura-pura tidak melihatnya. Yeon Doo pun pergi, hanya Ha Jun menghampiri Yeon Doo dan memeluknya dari belakang. Kim Yeol melihatnya dan sadar kalau Ha Jun pun menyukai Yeon Doo.  Keeseokan harinya, tim cheerleader kaget mengetahui kalau Ha Jun mengundurkan diri dari tim cheerleader. Kim Yeol pun bertanya kepada Ha Jun, apa ini karena Yeon Doo? Kenapa kau tidak memberitahuku? Ha Jun menjawab, kalau aku memberitahumu memangnya apa yang akan berubah?


Dilain cerita, Yeon Do kencan dengan Kim Yeol meskipun ditemani oleh Dong Jae. Kim Yeol tampak kesal apalagi Dong Jae tetap bersama mereka bahkan saat Kim Yeol mengantar Yeon Do pulang tapi, akhirnya Kim Yeol mengetahui kalau Dong Jae adalah tetangga Yeon Do. Ketika berada di depan rumah Yeon Do, Kim Yeol dan Yeon Do melihat ayah Kim Yeol dan ibu Yeon Do saling bergandengan tangan. Mereka pun akhirnya mengetahui kalau orang tua mereka berkencan. Kim Yeol yang tidak ingin hubungannya dengan Yeon Do berakhir pun menyusun rencana dengan memberitahu orang tua mereka kalau Kim Yeol dan Yeon Do juga berkencan. Ayah Kim Yeol dan Ibu Yeon Do tampak bimbang.


Dinas pendidikan datang ke SMA Sevit untuk mengadakan rapat, orang tua murid yang anaknya tergabung dengan tim Cheerleader menyalahkan ibu Soo A dan kepala sekolah Choi atas manipulasi nilai dan meningkatkan spesifikasi. Karena kejadian ini, kepala sekolah Choi pun dipecat dan posisinya digantikan oleh guru Im.


Tim cheerleader dibubarkan dan pelatih Nam pun berhenti. Yeon Doo tidak percaya karena kompetisinya sebentar lagi tapi, guru Yang mengatakan kalau mereka tidak bisa melakukan apapun karena itu adalah keputusan dari dinas pendidikan.


Ha Jun membaca pengumuman yang mengatakan kalau klub Baek Ho dan Real King dipisahkan dan tim cheerleader dibubarkan. Ha Jun pun langsung pergi menemui ayahnya. Ha Jun mendengar pembicaraan ayahnya, kalau ayahnya tenang kalau tim cheerleader dibubarkan. Ha Jun tidak percaya kalau ayahnya yang berada dibalik semua ini. Ayahnya berdalih kalau hal itu untuk melindungi Ha Jun, lagipula tim cheerleader tidak bisa dipertahankan karena sudah dibubarkan dinas pendidikan. Ha Jun bertanya, ayah membubarkan tim cheerleader karena ingin melindungiku atau menutupi tentang korupsi ayah? Ayah Ha Jun marah dan menamparnya.


Semua tim cheerleader berkumpul, Da Mi bertanya kepada anggota klub Baek Ho, bukankah orang tua kalian adalah dewan sekolah kenapa tidak meminta tolong mereka saja. Hampir semuanya berkata tidak mungkin karena mereka mengira kalau tim cheerleader hanya digunakan untuk menaikkan nilai Soo A. Yeon Doo pun berkata kalau sebenarnya mereka tidak setuju untuk bergabung dengan tim cheerleader tapi, karena untuk menghidupkan kembali Real King akhirnya mereka setuju tanpa mereka sadari kalau mereka menikmati saat-saat menyenangkan bersama.


Ha Jun tidak masuk sekolah karena dikurung oleh ayahnya di rumah. Kim Yeol khawatir Ha Jun sakit parah dan menemui ayah Ha Jun tapi, ayah Ha Jun berkata kalau Ha Jun baik-baik saja. Kim Yeol mengatakan kalau sebentar lagi kompetisi kalau Ha Jun tidak masuk, itu akan jadi hal yang sulit.  Ayah Ha Jun menjawab bahwa Ha Jun telah keluar dari tim cheerleader lagipula timnya sudah dibubarkan. Jadi anda yang menyuruh Ha Jun keluar? Kim Yeol mengingatkan untuk tidak melukai Ha Jun karena bagaimana pun Ha Jun adalah anaknya.


Besok adalah hari kompetisinya, Yeon Doo berkata ke semua tim kalau dia akan menunggu jam 7.30 di tempat kompetisi. Kim Yeol dan Yeon Doo pun diam-diam pergi untuk menjemput Ha Jun dari rumahnya karena jika kurang satu anggota maka mereka tidak bisa ikut kompetisi. Ha Jun berhasil keluar dari rumah tapi, di perjalanan, ayah Ha Jun datang. Ha Jun pun menghampiri ayahnya, Ha Jun berkata kalau dia akan mengikuti kompetisi bersama teman-temannya. Ayah Ha Jun marah dan akan menamparnya tapi, Ha Jun mencegahnya dengan memegang tangan ayahnya dan berkata kalau Ha Jun tidak akan membiarkan ayahnya melakukan hal ini lagi. Ha Jun memperlihatkan bekas luka karena melukai dirinya sendiri. Ha Jun berkata kalau dia melukai dirinya setiap kali ayahnya melukai Ha Jun. Setiap kali ayah melakukan hal itu, Ha Jun akan membenci dirinya sendiri dengan melukai dirinya. Sekarang meskipun aku masih merasa depresi aku tidak akan takut lagi. Meskipun ayah akan datang dan menyeretku keluar, aku tetap akan ikut kompetisi. Ha Jun pun pergi.


Semua tim cheerleader berada di tempat kompetisi tapi, panitia lombanya berkata kalau mereka tidak bisa ikut karena pihak SMA Sevit telah membatalkan pendaftarannya. Hanya, berkat pelatih Nam yang memohon kepada panitia lomba, tim cheerleader pun bisa ikut berlomba. Hanya, tim cheerleader mendapatkan masalah karena tim cheerleader yang pernah juara tahun kemarin melakukan gerakan cheerleader dengan bagus tapi, Yeon Doo menyemangati mereka semua. Disaat tim cheerleader akan tampil, para penonton bergunjing kalau tim itu yang memanipulasi nilai dan hanya ingin meningkatkan spesifikasi. Meskipun dipandang remeh oleh orang yang ada disana, tim cheerleader melakukannya dengan baik tapi, hasilnya,, tim cheerleader mendapatkan juara,,,, terakhir. =D  meskipun dipergunjingkan oleh para siswa yang lain tapi, tim cheerleader tampak senang dan akrab satu sama lain. Soo A pun berkata apanya yang meningkatkan spesifikasi kalau hasilnya juara terakhir?


Yeon Doo bernarasi. Ingatlah masa-masa 18 tahun yang menggebu ini. Karena kalian aku menjadi kita. Karena kalian aku bisa menjadi diri sendiri untuk itu aku bisa lebih siap untuk hidup menjadi dewasa. Hidup mungkin tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, kita mungkin akan melakukan  hal yang salah tapi, aku tidak menyesal karena kita telah melakukan yang terbaik.


Ayah Ha Jun mendapatkan surat penahanan karena telah melakukan penganiyayaan terhadap anaknya. Ibu Soo A diperiksa polisi karena kasus menipulasi nilai dan usaha meningkatkan spesifikasi tapi, Soo A terlihat gembira meskipun ibunya diperiksa. Guru Im dipecat karena penyalahgunaaan kekuasaannya tapi, setidaknya dia pernah menjadi kepala sekolah meskipun masa itu berlalu dengan cepat. Dan kami tidak berubah, klub Real King tetap menjadi peringkat yang terendah dan Baek Ho tetap menjadi peringkat teratas. Yang berbeda adalah kami menjadi berteman. Dong Jae menjadi pemain basket lagi, dia ingin melakukan apa yang membuatnya bahagia dan Soo A, dia telah mencuri susu strawberry milikku dan masih ada cerita lain lagi,,
Ibuku dan ayah Kim Yeol tetap menjalani hubungan cinta mereka. Awalnya Kim Yeol tidak menyetujui hubungan mereka tapi, satu ketika Kim Yeol menemukan cincin yang telah diberikan ayahnya kepada ibu Yeon Doo. Disana ada sebuah catatan dari Ibu Yeon yang berisi pesan “saat menerima cincin ini, aku sangat bahagia, aku menghargai keputusanmu untuk kebahagian anak kita. Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu.” Ayah Kim Yeol dan ibu Yeon Doo pun sebentar lagi akan menikah. Sedangkan, Kim Yeol dan Yeon Doo masih menjalani hubungan percintaan mereka.

The End

0 comments:

Post a Comment

silahkan komentar asal jangan rese apalagi ngeselin. ;)
yang spam, sara, saru, oot gue hapus!